Tag Archives: SI/TI

Bisnis serta Sistem dan Teknologi Informasi

Bisnis serta Sistem dan Teknologi Informasi (STI), saat ini merupakan “pasangan” yang sedang banyak diperbincangkan. Investasi STI selalu dianggap mahal, sehingga sempat menyebabkan bisnis serta Sistem dan Teknologi Informasi tidak “akur”. Apakah penerapan STI selalu berhasil? jawabannya, belum tentu.

Media Sosial: 6 Skill Pemimpin di Media Sosial

Sampai dengan Maret 2013 sudah cukup banyak perusahaan di Indonesia yang memanfaatkan media sosial untuk mengembangkan bisnisnya. Bahkan sampai perlu menggunakan fitur BB dengan membagikan pin BB, tapi jika ditangani dengan serius dampaknya bisa cukup bagus. Tetapi, selain ada yang sangat concern,

BeYODe

Menggunakan Perangkat Sendiri Untuk Bekerja

Erwin Sutomo | STIKOM Surabaya | sutomo@dinamika.ac.id | blog.dinamika.ac.id/erwin

Beberapa waktu lalu saat menyelesaikan beberapa kegiatan di Yogyakarta, saya sempatkan mengakses pekerjaan di kantor melalui gadget yang saya gunakan. Ada perasaan nyaman dan praktis yang saya rasakan, bisa akses kantor dari manapun pikir saya saat itu. Ternyata telah banyak orang melakukan hal yang sama dengan saya, tidak terkecuali mahasiswa yang mengakses “kampus” dari perangkat bergerak mereka. Saya dan orang lain yang mengakses workplace masing-masing (buat saya pribadi) menjadi sebuah tren bergesernya perilaku bahkan mungkin sudah menjadi gaya hidup untuk bisa bekerja dimanapun.

Model Keselarasan Stratejik

Duffy dalam Grembergen (2008) menjelaskan bahwa keselarasan stratejik antara bisnis dan TI adalah sebuah proses serta tujuan untuk mencapai keunggulan kompetitif melalui pengembangan dan mempertahankan hubungan timbal balik antara bisnis dan TI. Supaya tujuan tersebut tercapai diperlukan sebuah  model yang menjelaskan hubungan antara strategi bisnis dan TI. Henderson dan Venkatraman (1993) telah menyampaikan model yang dikenal dengan Strategic Alignment Model (SAM) yang telah banyak digunakan oleh peneliti. SAM berfokus pada strategic fit dan functional integration.

[jurnal] 08A Henderson 1999 – IT for Transform Org

Fokus Area Tata Kelola TI

Untuk yang ikut mata kuliah TKTI kelas Saya :), berikut adalah slide minggu kedua yang bisa digunakan untuk review materi tentang pengertian TKTI dan Fokus Area TKTI.

[M02] Pengertian TKTI dan Fokus Area

Dibawah ini adalah file revisi tugas yang sudah dikirimkan ke saya 🙂

Tata Kelola TI Masih Diperlukan

Tata Kelola TI yang baik akan memberikan dampak yang baik pula bagi perusahaan. Teknologi Informasi (TI) menjadi “sesuatu” yang tidak terpisahkan dalam bisnis, keberadaannya semakin diperlukan tetapi apakah sudah memberikan manfaat?, jawabannya bisa sudah bisa jadi belum. Bisa disimak posting terdahulu di blog ini tentang SI/TI: Manfaat dan Kegagalan, banyak fakta yang menjelaskan tentang kegagalan implementasi SI/TI. Tentang keberhasilan bagaimana? pada posting ini saya sertakan sebuah slide yang di dalamnya terdapat beberapa data terbaru tentang keberhasilan SI/TI khususnya di Indonesia. Implementasi SI/TI harus dikelola dengan baik supaya dapat memberikan kontribusi nilai bagi bisnis dan mengurangi resiko TI, sehingga diperlukan sebuah tata kelola TI yang baik. Tata kelola TI didefinisikan sebagai suatu struktur dan proses pengambilan keputusan TI di tingkat korporat untuk mengarahkan perilaku dari insan TI dan memastikan keberhasilan TI dalam rangka penciptaan nilai bagi para stakeholder.

Beberapa file yang dapat dimanfaatkan:

PT. Pos Indonesia dan TIK

Sebuah tulisan yang saya ambil dari majalah swa, inspiratif, setidaknya buat saya 🙂

Transformasi Pos Indonesia Ala I Ketut Mardjana

PT Pos Indonesia pernah berada di titik nadir. Selama beberapa tahun, 2004-2008, kinerja keuangannya terus merugi. Bukan tampilan kantor Pos saja, mobil operasional dan infrastruktur perusahaan pelat merah itu semakin kusam.

 Baru tahun 2009, Pos Indonesia akhirnya mampu bangkit dari keterpurukan. Adalah sosok I Ketut Mardjana yang mampu  mengubah perusahaan berlogo burung dari buntung menjadi untung. Bahkan tahun lalu, pendapatan Pos Indonesia melonjak hingga Rp 3,078 triliun dengan laba bersih Rp 156,648 miliar.

Skip to toolbar