Seseorang dapat hidup baik, selama masih memiliki rasa malu.
Seperti kayu yang akan tetap utuh, kala kulitnya tak mengelupas.
Demi Allah, tak ada kebaikan. Dalam hidup dan juga di dunia ini, bila rasa malu itu telah Hilang.
Semoga kita diberikan selalu perasaan malu, agar dapat menambah keindahan pribadi kita. Amiin….
Pecerahan:
” Kenyamanan tubuh karena sedikit makan.
Kenyamanan lisan karena sedikit bicara”.
Betul memang, diam lebih baik. Ketika kita belum bisa berkata yang baik.
Hemmm…jadi sedih, dengar ADA beberapa mahasiswa siang ini. Begitu mudahnya berkata jorok dan jorok di depan kelas (di luar kelas). Uppps…..!. Siapa ya…..!
(pasti bukan yang baca tulisan ini….., kalaupun iya semoga menjadi “tulisan cinta” untuk ingatin, smile….).
ATAU…..
“Semoga tadi itu hanya salah mendengar”, berharap dot com….
Lus, 15 Okt 2012
Email : Lusiani@dinamika.ac.id
Kampus : www.dinamika.ac.id
Nabi pernah menjumpai seseorang yang sedang mencela saudaranya karena malu.
Dia mengatakan, “Kamu ini merasa malu,” sampai dia katakan, “Rasa malu itu telah memudaratkanmu!”
Maka Rasulullah n pun berkata, “Biarkan dia, karena malu itu termasuk keimanan.”
(HR. Al-Bukhari no. 6118 dan Muslim no. 36)
Thanks share nya bu… sangat bermanfaat .. mengingat dewasa ini rasa malu hampir punah
Sama sama dik…
SIP….
berarti “malu bertanya sesat dijalan itu” bohong Bu? hehe 😀
he….he…
Iya mbak..
makasih mbak Lusi.. Artikelnya pada bagus2 dan sangat bermanfaat
bagus bu infonya membuat ane gak jadi malu lagi http://www.angkasakantor.com/
Semoga kita diberikan selalu perasaan malu, agar dapat menambah keindahan pribadi kita. Amiin. Thanks this motivation write, reminders
Ini saya lagi mbak lusi, yang selalu menanti Update blog ini. tema hari malu , itu mengingatkan saya kepada suatu keterangan alhaya minal iman, malu adalah sebagian dari iman.Terimakasih mbak atas informasinya.
yang penting bukan malu-maluin ya bun…