Kampanye calon kepala daerah tidak bisa hanya didasarkan pada perhitungan politik, apalagi hanya money politics tapi ada konsep marketing yang harus benar-benar diperhatikan pada era demokrasi seperti saat ini. Istilah “political marketing” yang sudah banyak digunakan, sebenarnya harus diartikan sebagai marketing yang dilaksanakan di lanskap persaingan politik. Bukan sebaliknya, yaitu mempolitikkan marketing. Memang, ada banyak kesalahpahaman tentang dunia marketing.
Selama ini, banyak orang politik hanya menganggap marketing sebagai komunikasi, ikon, tagline, seragam atau menjual janji. Padahal, marketing atau pemasaran sesungguhnya bukanlah hal itu. Ada lima prinsip kunci marketing yang harus dipahami dan dipakai oleh seorang calon kepala daerah dalam melaksanakan strategi kampanye.
Prinsip 1 : Susun Visi Anda Berdasarkan Tren Perubahan
Karena anda sedang mengkampanyekan diri sebagai seorang pemimpin yang diharapkan bisa melakukan perubahan, bukan hanya seperti seorang manajer atau administrator yang dilakukan oleh PNS biasa. Itulah yang disebut sebagai Visionary Leader.
Prinsip 2 : Susun Misi Anda Berdasarkan Lanskap Persaingan
Ketahuilah siapa Pelanggan (Customer), Pesaing (Competitor) dan Diri Sendiri (Company) untuk melihat peta persaingan.
Prinsip 3 : Sebutkan Nilai-Nilai Anda Berdasarkan Karakter Yang Ada
PDB adalah Positioning – Differentiation – Brand yang merupakan kunci dari sebuah strategic Marketing.
Prinsip 4 : Susun Program Kerja Anda Berdasarkan Aksi Nyata
Ada sembilan elemen pemasaran taktis yang bisa dibagi jadi tiga komponen, yaitu :
Prinsip 5 : Ciptakan WOW Untuk Mendapatkan Advokasi
Dahulu Legacy Marketing yang konvensional hanya berdasarkan 4A yaitu Aware, Attitude, Act dan Act Again. Namun kini pada zaman internet dan media sosial, New Wave Marketing sudah mengubah 4A menjadi 5A yaitu Aware, Appeal, Ask, Act dan Advocate. Pemiih yang sudah aware harus dibikin sangat tertarik atau appeal supaya mau bertanya atau ask baik secara langsung dan tidak langsung. Tidak ada yang bisa disembunyikan pada saat ini karena semuanya ada dan bisa dicari di internet. Elektabilitas terkait dengan kecenderungan pemilih untuk memilih atau vote (act), tapi yang juga sangat penting adalah Advocacy Level. Masukkan WOW faktor dalam kampanye anda supaya pemilih menjadi ter engage bukan hanya enjoy atau experience
Dikutip dari : Kertajaya, Hermawan. 2016, Marketeers.
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI