Model Keselarasan Stratejik

Duffy dalam Grembergen (2008) menjelaskan bahwa keselarasan stratejik antara bisnis dan TI adalah sebuah proses serta tujuan untuk mencapai keunggulan kompetitif melalui pengembangan dan mempertahankan hubungan timbal balik antara bisnis dan TI. Supaya tujuan tersebut tercapai diperlukan sebuah  model yang menjelaskan hubungan antara strategi bisnis dan TI. Henderson dan Venkatraman (1993) telah menyampaikan model yang dikenal dengan Strategic Alignment Model (SAM) yang telah banyak digunakan oleh peneliti. SAM berfokus pada strategic fit dan functional integration.

[jurnal] 08A Henderson 1999 – IT for Transform Org

117 Responses to Model Keselarasan Stratejik

  1. Setya Hadi says:

    Nim : 10.41010.0180
    Nama : Setya Hadi Utama
    Kelas : O1

    Strategic Alignment : Leveraging Information Technology for Transforming Organizations
    Dari jurnal yang telah dipaparkan oleh Henderson dan Venkatraman, secara singkat inti dari jurnal tersebut adalah tentang keselarasan dari framework strategi atau Strategic Alignment Model / SAM, merupakan sebuah kerangka dalam implementasi bisnis dengan sistem informasi. Model tersebut menyebutkan, IT strategi harus ada dalam external maupun internal, dimana pada internal merupakan area dari system IT yang ada pada perusahaan tersebut dan external merupakan area bisnis yang terjadi pada lingkungan diluar perusahaan yang menjadi suatu tujuan bisnis.
    Sehingga dalam SAM, model ini memiliki 4 area yaitu :
    1. Business Strategy
    2. IT Strategy
    3. Organizational Infrastructure and Processes
    4. IS Infrastructure and processes
    Dalam model ini, dijelaskan bahwa ada suatu keharusan didalam mengintegrasikan external dan internal sehingga pada gambar yang ada pada jurnal dibutuhkan penghubung untuk integrasi dari bisnis strategi dan IT strategy. Selain 4 area yang mendasar, disini juga memiliki 4 Perspektif yang bisa dilihat dari sudut pandang strategi bisnis sebagai pendorong dan IT sebagai pendukung. 4 perspektif tersebut adalah :
    1. Strategy Execution
    2. Technology Transformation
    3. Competitive Potential
    4. Service Level
    Kesimpulan :
    Saya menyimpulkan terkait dari jurnal yang telah ditulis oleh Henderson dan Venkatraman, pada IT yang digunakan untuk sebuah organisasi memerlukan integrasi antara strategi dari IT dan strategi bisnis, sehingga antara 2 strategi ini bisa terbentuk suatu strategi yang fit. Hal ini diperlukan agar tidak terjadi penyimpangan antara tujuan bisnis dan tujuan IT.

  2. kalista wiwaha says:

    Nim : 1041010204
    Nama : Kalista Wiwaha
    Kelas : O1

    Dalam karangan John C. Henderson and N. Venkatraman mereka telah memaparkan suatu model SAM ( Strategik Alignment Model ) dimana model ini merupakan option dalam menyelaraskan antara bisnis dan TI itu sendiri , tujuan dikembangkanya model ini adalah untuk memenangkan persaingan dengan pemanfaatan TI .
    Dan dalam model ini didasari oleh : Strategi Bisnis, Strategi TI, Infrastruktur organisasi dan infrastruktur TI.
    Dari ke empat dasar model ini didapatkan berdasarkan konsep:
    1. “ Strategic fit”
    Saling adanya keterkaitan antara komponen eksternal dan internal.
    pada internal perusahaan

    2. “Functional integration.”
    Bersatunya keselarasan ( Integrasi ) antara TI dan bisnis

    4 pilar krusial agar mencapai model alignment IT bisnis, yaitu :

    1. Strategi Bisnis.
    Dalam hal penentuan dapat bersaing dengan competitor dibutuhkan strategi yang tepat, dalam lingkup ini bagaimana strategi dapat dijadikan modal utama sebelum melangkah ke jenjang selanjutnya.

    2. Technology Transformation.
    Setelah fase Strategi dalam bisnis di kuatkan fase selanjutnya adalah transformasi TI , dimana kata transformasi tidak terperangkap pada kondisi dimana organisasi belum memiliki TI, namun bisa saja organisasi tersebut merubah atau meng upgrade TI agar mendukung terlaksananya strategi bisnis.

    3. Competitive Potential.
    Dengan penguatan dari segi internal, organisasi perlu mencermati adanya potensi yang datang dari kompetitor, dengan dilakukanya fase ini maka dapat menjadi input dari proses strategi bisnis

    4. Service Level.
    fase ini berfokus bagaimana membangun sebuah layanan yang handal guna menghandle strategi bisnis dengan di support TI yang handal pula.

    Kesimpulan:
    Dari penjelasan keempat domain tersebut dapat kita simpulkan bahwa opsi SAM oleh John C. Henderson and N. Venkatraman untuk para executive manager terdiri dari penguatan 4 pilar dan didukung oleh strategic fit dan fungtional integration, dengan diterapkanya 4 fase tersebut diharapkan mampu memenangkan persaingan di pasar dengan model penyelarasan strategic bisnis

  3. Dian Bagus E.P says:

    Nama : Dian Bagus E.P
    Nim : 10410100054
    Kelas : P1

    dalam jurnal tersebut, strategic aligment yang di kembangkan oleh John C. Henderson dan N. Venkatraman memberikan suatu model yang berguna untuk menyelesaikan masalah yang di hadapi oleh top management dengan cara eksplorasi masalah yang saling terkait, model tersebut memiliki 4 dasar pilihan strategi, antara lain :
    1. Strategi bisnis
    2. Strategi teknologi informasi
    3. Infrastruktur dengan proses organisasi
    4. Infrastruktur dengan proses teknologi informasi

    Model seperti ini dapat digunakan untuk menilai berbagai pilihan strategi yang harus diambil organisasi dan kekuatan model inimemiliki 2 karakteristik dasar antara lain:

    – Fit Strategi (komponen internal dan eksternal saling terkait)
    – Integrasi Fungsional (integrasi antara bisnis dan teknologi informasi)

    Tujuan dari model ini adalah menyediakan cara yang memadukan teknologi Informasi dengan strategi bisnis yang bertujuan untuk mewujudkan nilai dari investasi TI, dengan begitu akan tercipta keselarasan strategi dalam penerapannya untuk meningkatkan peran TI agar perusahaan atau organisasi mendapatkan sebuah keunggulan kompetitif.

  4. Fajjrul Junaidi says:

    =====================
    Nama: Fajjrul Junaidi
    NIM: 08.41010.0270
    Kelas: P1
    =====================

    J.C Henderson dan N. Venkatraman mengemukakan bahwa kesuksesan perusahaan untuk mencapai tujuan bisnisnya tergantung pada keselarasan antara strategi TI dengan strategi bisnis.
    Menurut J.C. Henderson dan N. Venkatraman keselarasan strategi tersebut didasarkan pada dua karakteristik manajemen strategi :
    1. Strategi fit (Keterkaitan antara komponen eksternal dan internal)
    2. Integrasi fungsional (Integrasi antara bisnis dan TI)
    Sedangkan 4 domain dalam perspektif aligment yang digunakan untuk mencapai model alignment IT bisnis, yaitu:
    1. Pelaksanaan Startegi
    Strategi bisnis yang digunakan untuk menentukan apakah membangun atau mengembangkan desain infrastruktur TI yang ada dalam perusahaan.
    2. Transformasi Teknologi
    Digunakan untuk mendapatkan penilaian dari pelaksanaan strategi bisnis serta sistem informasi yang tepat untuk mendapatkan hasil maksimal.
    3. Potensi Kompetitif
    Kemampuan teknologi informasi yang digunakan untuk mempengaruhi produk dan jasa baru, mempengaruhi strategi kompetensi, hubungan bisnis pemerintahan
    4. Tingkat Layanan
    Focus kepada pembangunan layanan sistem informasi pada organisasi

  5. Sugianto says:

    NIM : 10.41010.0013
    NAMA : Sugianto
    KELAS : Q1

    dalam jurnal henderson tahun 1999 IT for transform organizations bahwa ketidakmampuan untuk menyadari nilai dari I / T investasi adalah, sebagian, karena kurangnya keselarasan antara bisnis dan I / T strategis organisasi. Kami melihat strategis melibatkan formulasi (keputusan yang berkaitan dengan kompetitif, produk-pasar pilihan) dan implementasi (pilihan yang berhubungan dengan struktur dan kemampuan perusahaan untuk melaksanakan produk-pasar pilihan). Konsep kami keselarasan strategis didasarkan pada dua asumsi dasar:, salah satu kinerja ekonomi secara langsung berkaitan dengan kemampuan manajemen untuk menciptakan cocok strategis antara posisi organisasi di arena produk-pasar yang kompetitif dan desain struktur administratif yang tepat untuk mendukung pelaksanaannya. Asumsi ini konsisten dengan aksioma yang umum diterima bahwa pilihan strategis dalam eksternal dan internal dan domain harus konsisten. dua, kami berpendapat bahwa ini cocok strategis secara inheren dinamis. Pilihan yang dibuat oleh satu perusahaan bisnis, atau perusahaan (jika fundamental strategis), akan dari waktu ke waktu membangkitkan tindakan imitatif, yang memerlukan event berikutnya tetapi proses adaptasi terus menerus dan perubahan.
    tingkat kritis untuk mencapai kemampuan ini dinamis tidak serangkaian tertentu fungsi teknologi canggih tetapi kemampuan organisasi untuk memanfaatkan teknologi untuk membedakan operasinya dari pesaing. Dengan kata lain, pada single I / T aplikasi namun canggih dan keadaan seni itu mungkin bisa memberikan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Sebaliknya, keuntungan yang diperoleh melalui kemampuan organisasi untuk memanfaatkan I / T fungsi secara terus menerus. Hal ini memerlukan perubahan mendasar dalam pemikiran manajerial tentang peran I / T dalam transformasi organisasi, serta pemahaman tentang komponen penting dari I / T strategi dan perannya dalam mendukung dan membentuk keputusan strategi bisnis.
    Meskipun mungkin ada beberapa konsensus tentang perubahan peran I / T dalam organisasi, manajer masih dihadapkan.
    Konsep keselarasan strategis didasarkan pada dua blok bangunan: integrasi fit dan fungsional strategis. Yang pertama mengakui perlunya setiap strategi untuk mengatasi kedua domain eksternal dan internal. Domain eksternal adalah arena bisnis di mana perusahaan bersaing dan berkaitan dengan keputusan seperti penawaran produk pasar dan atribut strategi khas yang membedakan perusahaan dari pesaing, juga termasuk kemitraan dan aliansi.

  6. Hendra Kurniawan says:

    Hendra Kurniawan/10.41010.0003/Q1

    Dari kesimpulan jurnal yang saya baca, dijelaskan bahwa tidak ada satupun cara atau metode yang dapat mengatur dan menyusun strategi dengan sempurna. setiap cara yang ada pasti memiliki kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Terdapat 4 pandangan yang dominan dalam strategic alignment, yaitu :
    1. Strategy Execution, merupakan pandangan yang umum dan banyak diketahui orang. Dalam pandangan ini penting sekali untuk top manager menjalankan perannya sebagai penyusun strategi. sedangkan manajer TI adalah orang yang secara efisien dan efektif menyusun dan merencanakan infrastruktutr TI yang akan dibangun selaras dengan strategi bisnis yang telah ditetapkan. juga harus dilakukan penilaian apakah biaya investasi TI yang dikeluarkan sebanding dengan strategi bisnis yang ditetapkan.

    2. Technology Transformation, berbeda dengan Strategy Execution, pandangan ini menganggap bahwa perusahaan dapat sukses dalam kompetisinya apabila perusahaan tersebut memiliki TI yang sesuai dan paling baik. Dalam hal ini strategi bisnis ditentukan melalui pertimbangan TI apa yang akan digunakan pada bisnisnya.

    3. Competitive Potential, dalam pandangan ini perusahaan berusaha mengembangkan bisnisnya dengan memanfaatkan TI yang ada. Mereka menganggap bahwa dengan adanya TI mereka dapat menciptakan produk-produk (barang maupun jasa) baru yang dapat membuat mereka maju. Pandangan ini juga menyebutkan bahwa dalam perkembangan TI strategi bisnis juga senantiasa berubah menyesuaikan TI yang ada.

    4. Service Level, dalam pandangan ini perusahaan berusaha menjadi perusahaan dengan layanan TI kelas dunia. Untuk itu perusahaan harus dapat mengcover seluruh perubahan yang cepat dalam permintaan pelanggan agar perusahaan paham apa yang dibutuhkan dan diinginkan pelanggan-pelanggannya.

    Keempat pandangan di atas fokus pada 2 hal yaitu Strategi Bisnis sebagai driver dan Strategi TI sebagai enabler. Dimana pandangan pertama dan kedua termasuk di dalam strategi bisnis, dan pandangan ketiga dan keempat termasuk dalam strategi TI. Manajemen tidak boleh hanya berfokus pada pengembangan TI dan percaya sepenuhnya bahwa TI dapat membawa perusahaan sukses di kompetisi, melainkan harus juga memikirkan strategi yang efektif agar perusahaan dapat unggul dari kompetitornya dan TI dapat mendukung strategi bisnis perusahaan tersebut agar perusahaan dapat maju dengan lebih mantap.

  7. Nama : Nyoman Frastyawan
    NIM : 11410100066

    Setelah saya membaca Jurnal tersebut bagian “I/T strategy should be articulated in terms of an external domain”, yang saya dapat simpulkan adalah :

    Suatu posisi organisasi pada pasar IT dapat dipengaruhi oleh 3 bagian yaitu pandangan IT, kompetensi sistem dan tata kelola TI. Ketiganya dapat mendukung strategi bisnis yang telah ada atau bahkan memberikan suatu strategi bisnis baru yang sama-sama mendukung bisnis perusahaan.

  8. Nama : Sulistia Nofentri Utami
    NIM : 10.41010.0122
    MK : TKTI
    Kelas : O1
    =================================

    Keselarasan Strategi : Memanfaatkan teknologi informasi untuk mengubah organisasi

    Dari jurnal yang telah saya baca, mengatakan bahwa tujuan dari keselarasan strategi yaitu untuk menyelaraskan teknologi informasi dengan tujuan bisnis itu sendiri. Cara tersebut dikenal dengan nama Strategic Aligment Model (SAM). SAM itu sendiri terdiri atas 4 model sebagai berikut :
    1. Strategi Bisnis
    2. Strategi TI
    3. Infrastruktur dan Proses Organisasi
    4. Infrastruktur dan Proses IT/IS

    Strategic Aligment Model (SAM) juga berfokus pada dua konsep dasar manajemen strategi sebagai berikut :
    1. Strategic Fit, yaitu keterkaitan antara lingkungan internal dan eksternal.
    2. Functional integration, yaitu intergrasi antara bisnis dengan domain fungsional.

    Untuk mencapai keselarasan tersebut, Handerson dan Venkatraman (1999) mengusulkan tentang empat perspektif pencapaian keselarasan. Empat perspektif tersebut terdiri atas :
    1. Strategy Execution
    Perspektif ini merupakan tahap pertimbangan untuk memilih dan mendesain suatu infrastruktur teknologi informasi.
    2. Technology Transformation
    Perspektif ini merupakan tahap penilaian tentang penerapan strategi bisnis yang telah dipilih berdasarkan IT yang sesuai.
    3. Competitive Potential
    Perspektif ini membahas tentang eksploitasi kemampuan IT dalam suatu organisasi untuk menunjang business scope, distinctive competence, business governance.
    4. Service Level
    Pada perspektif ini, TI dinilai mampu untuk memenuhi kebutuhan informasi setiap orang. Mengingat dari tujuan perspektif ini sendiri adalah bagaimana cara membangun layanan organisasi TI di kelas dunia.

  9. Yohannes Indrajaya says:

    NIM : 09.41010.0054
    Nama : Yohannes Indrajaya
    Kelas : Q1

    Teknologi Informasi (TI) telah berkembang pesat, mulai yang dahulunya hanya sebagai orientasi dukungan administratif sekarang sudah memiliki peran yang lebih strategis dalam sebuah organisasi, tetapi dalam TI itu sendiri ternyata masih ada kekurangan yang mencolok dari kerangka dasar yang digunakan untuk memahami potensi TI organisasi. Untuk itu, Henderson dan Venkatraman mengembangkan sebuah model yang digunakan untuk konseptualisasi dan mengarahkan ke area yang muncul dari manajemen strategis TI. Model tersebut disebut dengan Strategic Alignment Model (Model Keselarasan Strategis), dan model ini didefinisikan dalam 4 domain dasar :
    1. Strategi Bisnis.
    2. Strategi TI.
    3. Infrastruktur Dan Proses Organisasi.
    4. Infrastruktur Dan Proses TI.
    Untuk menggambarkan kekuatan dari model tersebut mereka membaginya ke dalam 2 hal karakteristik mendasar dari manajemen strategis :
    1. Strategic Fit (Keterkaitan antara komponen eksternal dan internal).
    2. Functional Integration (Integrasi antara bisnis dan domain fungsional).
    Empat perspektif keselarasan dengan implikasi khusus yang mereka peroleh lebih tepatnya digunakan untuk membimbing praktek manajemen dalam bidang yang penting.

  10. Novita Kurniasari says:

    NIM : 10.41010.0088
    Nama : Novita Kurniasari
    Kelas : Q1

    Pendapat tentang artikel yang dikembangkan oleh John C. Henderson and N. Venkatraman (1993) tersebut, menjelaskan tentang Teknologi Informasi (TI) yang terus berkembang. Perkembangan tersebut dimulai dari orientasi tradisional dukungan administratif hingga menuju peran yang lebih strategis dalam suatu organisasi. Tetapi, perkembangan tersebut masih ada kekurangan di dalam prosesnya.

    Dalam artikel tersebut, J.C. Handerson dan N. Venkatraman mengembangkan sebuah model yang disebut dengan model keselarasan strategis. Model keselaran strategis mendefinisikan istilah untuk empat domain fundamental pilihan strategis :
    1. Strategi Bisnis.
    2. Strategi Teknologi Informasi.
    3. Infrastruktur Organisasi Dan Proses-Proses.
    4. Sruktur Teknologi Informasi Dan Proses-Proses.

    Mereka juga menggambarkan kekuatan model keselarasan strategis dalam hal dua karakteristik yang mendasar dari manajemen strategis :
    1. Strategis Cocok (keterkaitan antara komponen eksternal dan internal)
    2. Integrasi Fungsional (integrasi antara bisnis dan domain fungsional)

    Dari empat perspektif keselarasan dengan implikasi khusus untuk membimbing praktek manajemen dalam bidang yang penting.

  11. Andri Oktavianus Putra says:

    Nama : Andri Oktavianus Putra
    NIM : 10410100183
    Kelas : P1

    Henderson dan Venkatraman [1999] mengembangkan 4 model dasar pemilihan strategis untuk menyelaraskan teknologi informasi dengan tujuan bisnis, yaitu :
    1.business strategy
    2.IT strategy
    3.organizational infrastructure and process
    4.IT/IS infrastructure and process

    Ada 2 karakteristik mendasar dari manajemen strategis :
    1. Strategi fit : keterkaitan antara komponen eksternal dan internal .
    2. Integrasi fungsional : Integrasi antara bisnis dan TI

    Ada 4 perspektif dari penyelarasan strategis :
    1. Pelaksanaan Strategi
    strategi ini muncul ketika strategi bisnis berfungsi sebagai kekuatan pendorong. Kriteria kinerja untuk menilai fungsi I/S dalam perspektif ini didasarkan pada parameter keuangan yang berpusat pada biaya.

    2. Transformasi Teknologi
    Perspektif keselarasan ini melibatkan penilaian pelaksanaan strategi bisnis yang tepat dipilih melalui teknologi informasi strategi dan artikulasi yang diperlukan sistem informasi infrastruktur dan proses.

    3. Potensi Kompetitif
    Perspektif keselarasan yang berkaitan dengan eksploitasi I/T muncul kemampuan untuk mempengaruhi produk dan layanan baru (ruang lingkup bisnis), mempengaruhi atribut dari kunci strategi (kompetensi khas),dan mengembangkan baru bentuk hubungan (urusan pemerintahan).

    4. Tingkat Layanan
    perspektif keselarasan berfokus pada bagaimana membangun organisasi layanan I/S kelas dunia.

    Pespektif pertama dan kedua mengasumsikan strategi bisnis sebagai faktor pendorong, sedang pespektif ketiga dan keempat mengasumsikan strategi TI sebagai pendorong.

  12. Eko Yudha S.P says:

    NIM : 10.41010.0055
    NAMA : Eko Yudha Sadham Purnama
    KELAS : Q1

    Setelah membaca jurnal ini terlintas di otak saya bahwa, sebuah keselarasan antara Teknologi Informasi dan Bisnis dalam sebuah perusahaan diperlukan bukan hanya untuk mencari keuntungan semata tapi tujuan utamanya adalah untuk membuat perusahaan itu terus bertahan hidup dan berkembang dalam persaingan globalisasi. Seperti yang J.C nderson dan N. Venkatraman katakan, bahwa “strategic alignment is not an event but a process of continuous adaptation and change”.

    Salah satu yang menarik dari jurnal itu adalah ketika banyak strategi yang dibuat untuk mencoba memecahkan masalah dan menangani berbagai kendala perusahaan, sebenarnya adalah untuk menjawab 6 pertanyaan dasar dari sebuah manager. Salah satu pertanyaannya adalah “How should the I/T function be organized, and what is the role of I/T outsourcing?“

    Sekian komentar dari saya, mohoh maaf jika ada salah kata. Terimakasih…

  13. Shigit Hussein Sanjaya says:

    Shigit Hussein Sanjaya
    11410100187

    strategic alignment model dibagi menjadi empat elemen:
    (a) business strategy
    (b) IT strategy
    (c) organizational infrastructure and process
    (d) IT/IS infrastructure and process
    Elementersebut terdiri dari dua bagian, yaitu:
    • bagianeksternal (business strategy dan IT strategy )
    • bagian internal (organizational infrastructure and process dan IS infrastructure and process )
    Keduanya harus diselaraskan dengan menggunakan:
    (a) strategic fit:
    bagaimana strategi IT harusdibahasakan dalam domain external dan domaininternal
    (b) functional integration:
    bagaimanaarah TI akan mempengaruhi arah bisnis ( businessdomain).

  14. Umar Dhany says:

    Nama : Umar Dhany
    NIM : 09.41010.0223
    Kelas : O1

    Dari Jurnal ini saya menyimpulkan , Strategic Alignment Model (SAM) itu sebuah kerangka kerja yang menyelaraskan antara strategi bisnis dengan IT seperti pandangan dari J. C. Henderson dan N. Venkatraman (1999) adalah Penyelarasan (alignment) merupakan usaha untuk menyesuaikan perencanaan strategi SI/TI dengan strategi bisnis agar investasi teknologi yang dilakukan dapat menciptakan keunggulan kompetitif oraganisasi tersebut. Strategic alignment berarti kesesuaian antara prioritas dan aktivitas fungsi SI dan unit bisnis. Strategic alignment menjadi empat elemen sebagai berikut :
    4 Elemen Strategic Alignment Model (SAM)
    1) Business strategy : termasuk berbagai macam pasar, produk, layanan, konsumen dan lokasi organisasi berada dan bersaing, serta pesaing yang berpotensi untuk mempengaruhi lingkungan bisnis.
    2) IT strategy : kapabilitas teknologi informasi seperti akses informasi penting untuk pembentukan dan pencapaian strategi.
    3) Organizational infrastructure and process : bagaimana aktivitas, operasi yang dilakukan, dan proses kinerja dalam organisasi.
    4) IT/IS infrastructure and process : prioritas, kebijakan, dan pilihan teknologi yang memungkinkan untuk manajemen aplikasi, perangkat lunak, jaringan, perangkat keras, serta data dalam platform yang menunjang penyediaan informasi bagi organisasi. Sedangkan dua karakteristik dasar dari manajemen strategi yaitu:
    2 Karakteristik dari manajemen strategi
    1) Strategic Fit : integrasi antara komponen ekternal dan internal
    2) Functional Integration : integrasi antara bisnis dan Komponen TI
    Kesimpulan :
    Berdasarkan pendapat dari J. C. Henderson dan N. Venkatraman (1999), dapat disimpulkan bahwa strategic alignment yang tepat, kredibilitas dan relevan dibangun dengan memperhatikan prioritas IT

  15. Nama : Kentdra handyono
    NIM : 10410100092

    +++++++++++++++++++++++

    Menurut Henderson dan Venkatraman (1999), Strategic Alignment Model (SAM) adalah sebuah model untuk konsep dan secara langsung menciptakan area managemen strategi dari teknologi informasi. Dalam model ini (SAM) didefinisikan kedalam 4 model strategy dasar yaitu:
    1. business strategy
    2. information technology strategy
    3. organizational infrastructure and processes
    4. information technology infrastructure and processes.

    Konsep model ini didasarkan pada dua asumsi dasar:
    1. Kinerja ekonomi berkaitan dengan kemampuan management untuk menciptakan strategi yang cocok diantara posisi dalam organisasi di dalam pasar yang kompetitif dan mendesain struktur administratif yang tepat untuk mendukung operasionalnya.

    2. Strategi ini pada dasarnya sangat cocok dan dinamis. Sebuah pilihan yang dibuat oleh perusahaan(fundamental strategis), dari waktu ke waktu akan membangkitkan tindakan yang imitative, sehingga memerlukan tanggapan berikutnnya. Dengan demikian, keselarasan strategis bukan merupakan suatu acara tetapi sebuah proses adaptasi yang terus menerus akan terjadi perubahan.

  16. Dimas Agung says:

    Nama : Dimas Agung Rahmadi
    Nim : 11410100190

    Model Strategic alignment Henderson dan Venkatraman memberikan penjelasan bahwa proses menuju keselarasan sebuah Enterprise Architecture harus dilakukan dengan melakukan strategi keselarasan antara Bisnis dan IT. Langkah-langkah yang ditawarkan dalam proses strategic alignment model harus menyelaraskan antara bagian internal dan eksternal .
    Bagian Eksternal
    1. Strategi bisnis : melibatkan semua kebijakan yang terkait dengan pemilihan posisi perusahaan dalam pasar dan bagaimana perusahaan menyadari keunggulan kompetitif yang dimilikinya

    2. Strategi TI : melibatkan semua kebijakan terkait Teknologi Informasi yang mampu memposisikan perusahaan di pasar global

    Bagian Internal
    1. Infrastrukur perusahaan dan berbagai proses : kebijakan yang menentukan pengaturan internal perusahaan dalam rangka melaksanakan strategi bisnis

    2. Infrastruktur TI dan berbagai proses : kebijakan yang menentukan bagaimana perusahaan melakukan pengaturan terhadap TI atau bagaimana perusahaan melakukan eksekusi terhadap strategi TI

    untuk menyelaraskannya menggunakan 2 kaitan antar domain yaitu
    • Kesesuaian Strategi (Strategy Fit)
    Berkonsentrasi pada perlunya pengambilan keputusan bisnis lengkap dengan kebijakan tentang infrastruktur perusahaan dengan komponen – komponennya

    • Integrasi Fungsional (Functional Integration)
    Menerapkan prinsip yang sama dengan kesesuaian strategi namun terhadap aspek fungsional dari domain bisnis maupun TI

  17. Nama : Muhammad Naufal Charishuddin
    NIM : 10410100124
    Kelas : P1

    Menurut Jurnal itu saya menyimpulkan Strategi Alignment Model (SAM) terdiri dari empat bagian, yaitu :

    1. Strategi Bisnis
    Berfokus pada pengelolaan organisasi dalam menjalin relasi internal dan eksternal serta pengembangan produk dan biaya dan layanan terhadap konsumen
    bagaimana fokus mengelola sebuah organisasi untuk membangun relasi menjalin relasi internal dan eksternal (mitra strategis) serta pengembangan produk jasa dan layanan terhadap konsumen

    2. Strategi Teknologi Informasi
    Berfokus pada pengelolaan Teknologi Informasi untuk pembentukan dan pencapaian tujuan strategis organisasi yang telah dibuat.

    3. Proses dan Infrastruktur Organisasi
    Berfokus pada Proses Kinerja,pengelolaan Sumber Daya Manusia, dan Struktur Organisasi.

    4. Proses dan Infrastruktur Teknologi Informasi
    Aktivitas pengembangan dan perawatan aplikasi,pengelolaan sumber daya TI serta pengelolaan Teknologi Informasi untuk menciptakan prioritas, kebijakan, dan pilihan teknologi yang memungkinkan untuk menunjang penyediaan informasi bagi organisasi

    Jika keempat Strategi Alignment Model (SAM) tersebut bisa dilaksanakan/diimplementasikan, maka akan tercipta keselarasan antara IT yang diterapkan dengan Proses Bisnis perusahaan. Dengan begitu akan menciptakan nilai atau value dari bagi perusahaan, sehingga perusahaan/organisasi tersebut bisa suskses dengan bantuan IT.

    Model keselarasan strategi ini dapat digunakan untuk menilai berbagai pilihan strategi yang harus diambil organisasi sekaligus mengeksplorasi interrelasi-nya (Ward and Peppard, 2002). Kekuatan model ini ditunjukkan oleh dua karakteristik dasar dari manajemen strategi yaitu:
    1. Strategic Fit : integrasi antara komponen ekternal dan internal
    2. Functional Integration : integrasi antara bisnis dan TI

    Dengan adanya keselarasan strategi dapat meningkatkan peran IT dalam menciptakan peluang dan keunggulan kompetitif bagi perusahaan Perusahaan (Organisasi). Dengan begitu peneerapan IT akan sukses diimplementasikan dan selaras dengan tujuan perusahaan (Organisasi).

  18. Mirza says:

    Nama : M.Mirza Alif Umanda
    NIM : 10.41010.0233
    Kelas : O1

    Setelah mempelajari jurnal tersebut, saya membuat kesimpulan bahwa Strategic Alignment Model (SAM) yang dibuat oleh Henderson dan Venkatraman bertujuan untuk mengintegrasikan Teknologi Informasi kedalam strategi bisnis, dimana keberhasilannya ditentukan oleh keselarasan antara Teknologi Informasi dengan strategi bisnis yang diterapkan.

    Henderson dan Venkatraman mengusulkan empat perspektif strategic alignment terkait dengan pemanfaatan TI di sebuah organisasi, yaitu :
    1. Strategy Execution
    Business Strategy –> Organizational Infrastructure –> IT Infrastructure = Cost/Service Center
    strategi ini muncul ketika strategi bisnis berfungsi sebagai kekuatan pendorong. Top Manajemen harus memainkan peran merumuskan strategi untuk mengartikulasikan logika dan pilihan yang berkaitan dengan strategi bisnis, sedangkan peran manajer Sistem Informasi seharusnya dalam pelaksana strategi, orang yang desain efisien dan efektif dan mengimplementasikan infrastruktur Sistem Informasi diperlukan dan proses yang mendukung strategi bisnis yang dipilih. Kriteria kinerja untuk menilai fungsi Sistem Informasi dalam perspektif ini didasarkan pada parameter keuangan yang berpusat pada biaya

    2. Technology Transformation
    Business Strategy –> IT Strategy –> IT Infrastructure = Technology Leadership
    Perspektif keselarasan ini melibatkan penilaian pelaksanaan strategi bisnis yang tepat dipilih melalui teknologi informasi strategi dan artikulasi yang diperlukan sistem informasi infrastruktur dan proses. Berbeda dengan logika eksekusi strategi, perspektif ini tidak dibatasi oleh desain organisasi saat ini, melainkan berusaha untuk mengidentifikasi orang IT terbaik yang kompetensi melalui posisi yang tepat dalam IT pasar, serta mengidentifikasi internal yang sesuai dengan arsitektur Sistem Informasi.

    3. Competitive Potential
    IT Strategy –> Business Strategy –> Organizational Infrastructure = Business Leadership
    Perspektif keselarasan yang berkaitan dengan eksploitasi IT muncul kemampuan untuk mempengaruhi produk dan layanan baru (ruang lingkup bisnis), mempengaruhi atribut dari kunci strategi (kompetensi khas), dan mengembangkan baru bentuk hubungan (urusan pemerintahan).

    4. Service Level
    IT Strategy –> IT Infrastructure –> Organizational Infrastructure = Customer Satisfaction
    perspektif keselarasan berfokus pada bagaimana membangun organisasi layanan Sistem Informasi kelas dunia.

  19. Maec Windy says:

    Nama : Maec Windy Ontiyusicha
    NIM : 11.41010.0202
    Kelas : P1

    J. Henderson dan N. Venkatraman mengembangkan Model Kesesuaian Strategis untuk mengkonsepkan dan mengarahkan lingkup manajemen strategis dari TI. J. Henderson dan N. Venkatraman adalah peneliti yang pertama menggambarkan secara jelas hubungan antara strategi bisnis dengan TI. Model Kesesuaian Strategis terdiri dari dua bangunan : strategic fit dan functional integration. Strategic fit menggambarkan bahwa strategi TI seharusnya dikomunikasikan secara jelas dalam domain eksternal dan domain internal. Domain eksternal adalah wilayah dimana perusahaan memposisikan diri, termasuk didalamnya pengambilan keputusan penawaran produk/layanan dan keputusan strategis yang membedakan dengan perusahaan pesaingnya, termasuk juga kemitraan dan aliansi yang dibangun. Sementara, domain internal adalah pemilihan struktur administratif dan desain keputusan kritis, termasuk pengembangan ketrampilan sumber daya manusia untuk mencapai kompetensi yang diperlukan organisasi.
    SAM mencerminkan keselarasan yang dinamis antara strategi TI dengan strategi Bisnis, merupakan model yang terdiri atas empat kuadran yaitu :
    1. Strategi bisnis: melibatkan semua kebijakan yang terkait dengan pemilihan posisi perusahaan dalam konstelasi pasar, dan mendefinisikan bagaimana perusahaan menyadari keunggulan kompetitif yang dimilikinya.
    2. Strategi TI: melibatkan semua kebijakan terkait TI yang mampu memposisikan perusahaan di pasar (global).
    3. Infrastruktur organisasi dan berbagai proses: kebijakan yang menentukan pengaturan internal perusahaan dalam rangka melaksanakan strategi bisnis.
    4. Infrastruktur TI dan berbagai proses: kebijakan yang menentukan bagaimana perusahaan melakukan pengaturan terhadap TI, atau bagaimana organisasi melakukan eksekusi terhadap strategi TI.

    Ada 4 perspektif dari penyelarasan strategis :
    1. Pelaksanaan Strategi
    2. Transformasi Teknologi
    3. Potensi Kompetitif
    4. Tingkat Layanan

  20. Nanda Arizalzirsani Rahman says:

    Nama : Nanda Arizalzirsani Rahman
    NIM : 10410100181
    Kelas : Q1

    Menurut saya, suatu rencana strategi teknologi informasi dengan tujuan bisnis sehingga dapat mencapai tujuan dari suatu organisasi. Model SAM yang dikembangkan oleh John C. Henderson and N. Venkatraman yang merepresentasikan dinamika keselarasan antar konteks strategi bisnis dan strategi teknologi informasi yang didasarkan pada integrasi susunan strategic dan fungsional.

    4 model dasar pemilihan strategis untuk menyelaraskan teknologi informasi dengan tujuan bisnis, yaitu :
    •Strategi Bisnis
    Fokus mengelola sebuah organisasi untuk membangun relasi menjalin relasi internal dan eksternal serta pengembangan produk jasa dan layanan terhadap konsumen.

    •Strategi Teknologi Informasi
    Fokus pada pengelolaan Teknologi Informasi untuk pembentukan strategis organisasi yang telah dibuat.

    •Proses dan Infrastruktur Organisasi
    Fokus pada Pengelolaan Layanan dalam Organisasi, dan Struktur Organisasi.

    •Proses dan Infrastruktur Teknologi Informasi
    Fokus pada Penyediaan informasi dan Pengelolahan Teknologi Informasi bagi suatu Organisasi.

  21. Finna Puspitasari says:

    Nama : Finna Puspitasari
    NIM : 11.41010.0216

    Dari jurnal diatas, telah dijelaskan tentang pengembangan sebuah model untuk mengarahkan manajemen strategi Teknologi Informasi. Model ini disebut model keselarasan strategis, yang didefinisikan dalam empat domain dasar pilihan strategis yaitu :

    >> Strategi Bisnis
    Melibatkan semua kebijakan yang terkait dengan pemilihan posisi perusahaan dalam konstelasi pasar, dan mendefenisikan bagaimana perusahaan menyadari keunggulan kompetitif yang dimilikinya.

    >> Strategi Teknologi Informasi
    Melibatkan semua kebijakan terkait TI yang mampu memposisikan perusahaan di pasar global.

    >> Infrastruktur dan Proses Organisasi
    Kebijakan yang menentukan pengaturan internal perusahaan dalam rangka melaksakan strategi bisnis.

    >> Infrastruktur Teknologi Informasi
    Kebijakan yang menentukan bagaiamana perusahaan melakukan pengaturan terhadap Teknologi Informasi atau bagaimana organisasi melakukan eksekusi terhadap strategi Teknologi Informasi.

    Model ini dibuat dengan acuan kurangnya keselarasan antara bisnis dan strategi organisasi.Sehingga diharapkan adanya peningkatkan nilai – nilai serta produktivitas terhadap produk – produk pasar.
    Sedangkan ada empat perspektif strategic alignment terkait dengan pemanfaatan sistem informasi di sebuah organisasi, yaitu :

    -> Strategi Eksekusi
    Dimana strategi bisnis ini menentukan desain dari organisasi dan desain infrastruktur yang ada dalam organisasi. Serta pengambil keputusan Manajemen Sistem Informasi yang dibuat oleh manajemen puncak.

    -> Tranformasi Teknologi
    Dimulai dari strategi bisnis yang tepat serta berfokus pada pengimplementasian TI, infrastruktur yang sesuai, dan proses bisnis yang baik. Dengan adanya dukungan TI yang maksimal diharapkan setiap strategi bisnis yang ada mampu berjalan dengan baik dan memperoleh profit yang maksimal, serta dapat melayani konsumen dengan baik pula.

    -> Potensial Kompetitif

    Dengan adanya kemampuan TI yang mampu mempengaruhi produk dan jasa dalam lingkup bisnis selalu mengembangkan inovasi produk baru agar dapat memikat konsumen. Dengan adanya berbagai layanan, perusahaan dan konsumen dapat berinteraksi secara langsung dan dapat menangani komplain secara baik untuk mengembangkan prosuknya.

    -> Pelayanan

    Diharapkan organisasi IT dapat menyediakan layanan yang tangguh bagi siapa saja yang memebutuhkan informasi. sehingga proses bisnis yang ada pada perusahaan berjalan dengan baik sesuai dengan kebutuhan dan jenis organisasi yang dibentuk.

  22. Refi Zulkarami says:

    Nama : Refi Zulkarami
    NIM : 10410100121
    Kelas : O1

    Ulasan :
    Penyelarasan IT dengan strategi bisnis merupakan masalah yang telah lama dihadapi. Strategi bisnis merupakan bagaimana sebuah perusahaan memposisikan dirinya secara dan menjalankan bisnisnya dengan cara yang berbeda dengan perusahaan lain. Karena strategi memposisikan kegiatan bisnis dijalankan secara berbeda dengan perusahaan lain, maka diperlukan dukungan teknologi informasi (IT) yang berbeda pula. Strategi pengembangan IT harus memiliki keselarasan dengan strategi bisnis yang dijalankan oleh perusahaan. Dalam melakukan penyelarasan IT, perlu melakukan pertimbangan arah strategi bisnis yang jelas, komunikasi, komitmen dan itegrasi dari masing – masing fungsi yang ada dalam perusahaan. Enterprise Architecture digunakan sebagai cetak biru dari perancangan infrastruktur sistem informasi agar dapat memenuhi kebutuhan dalam kegiatan bisnis yang dilakukan oleh perusahaan. Perubahan dalam lingkungan bisnis menyebabkan diperlukannya penilaian keselarasan IT dan strategi bisnis ini secara berkala.

    SAM: Strategy Execution perspective
    kesejajaran perspektif yang merupakan titik paling klasik fokus dan perusahaan umum strategi eksekusi perspektif. Pengemudi adalah strategi bisnis. Ini mendukung manajemen teratas mengartikulasikan bisnis logika dan pilihan yang berhubungan dengan bisnis strategi sehingga adalah manager dan menerapkan adalah desain infrastruktur dan proses yang mendukung memilih strategi bisnis. Dan, kinerja keuangan diukur oleh parameter biasanya, pusat biaya fokus. Misalnya. Beberapa perusahaan dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pengolahan perintah oleh adalah setelah digunakan strategi eksekusi perspektif. Langsung mengurangi biaya operasional untuk seluruh proses.

    SAM: Technology Transformation perspective
    Perspektif keselarasan yang tepat untuk firma tersebut of technology pembangunan. Transformasi teknologi perspektif adalah lagi didorong oleh strategi bisnis seperti yah sebagai strategi eksekusi perspektif. Meski begitu, di sini peran manajemen teratas visioner adalah teknologi yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi yang terbaik mungkin itu competencies melalui sesuai positioning dalam pasar itu termasuk kekuatan dan kelemahan tersebut dari itu infrastruktur, dan sejauh ini bagaimana resiko yang diajukan oleh dari new itu mengelola. Dan, peran manager ti adalah sebuah arsitek teknologi yang desain dan mengelola teknologi yang didefinisikan oleh bagian atas manajemen, sehingga arsitektur dapat mendukung itu visi dan misi. Kepemimpinan adalah teknologi standar untuk mengukur kinerjanya dari itu market posisi.

    SAM: Service Level perspective
    Yang ketiga digambarkan adalah perspektif tingkat layanan yang berorientasi pelanggan alignment, bertujuan untuk memberikan nilai terbaik untuk memenuhi tuntutan pelanggan oleh penyelarasan itu infrastruktur. Hal ini sesuai untuk industri jasa. Driver untuk perspektif alignment adalah strategi TI. Mendukung atas manajemen mengutamakan dan berartikulasi mengalokasikan sumber daya terbatas dalam organisasi dan juga di pasar ini, dan dapat responsif terhadap kebutuhan tumbuh dan berubah cepat nasabah. Dan, manajer IS, sebagai peran kepemimpinan eksekutif, mendukung bidang bisnis internal dan menyeimbangkan tujuan jangka pendek dengan jangka panjang investasi di dalamnya.

    SAM: Competitive Potential perspective
    Kunci yang kompetitif perspektif potensial adalah bagaimana mengaktifkan adopsi dari strategi bisnis baru dengan kemampuan yang muncul.Dari strategi bisnis baru kemudian realises keuntungan yang kompetitif organisasi. Jadi, pengemudi kesejajaran itu perspektif adalah strategi yang berfokus untuk menyediakan value-add untuk bisnis strategis memungkinkan strategi dan peluang baru untuk bisnis. Manajemen teratas yang bertindak sebagai bisnis visioner yang harus memungkinkan untuk kelancaran mengubah bisnis melalui itu untuk mencapai visi. Yang adalah manajer bertindak sebagai katalis yang mengidentifikasi dan menerjemahkan trend lain di lingkungan itu untuk membantu manajer bisnis untuk memahami peluang dan potensi ancaman dari sebuah itu perspektif. Kinerja bisnis itu diukur dari bisnis atau produk kepemimpinan seperti pasar saham, pertumbuhan dan produk baru pengenalan.

  23. Yuni Sartika says:

    Nama: Yuni Sartika
    Nim: 08410100093
    Kelas: P1

    Menurut saya Henderson dan Venkatraman memiliki ide atau berpendapat bahwa kurang nya atau terjadi ketidak sejajar nya antara bisnis dan Strategi I/T.
    Beberapa aspek yang mempengaruhi;
    1. perumusan (keputusan yang berkaitan dengan kompetitif, pilihan produk-pasar)
    2.Implementasi (meliputi Value perusahaan dan output yang akan di keluarkan oleh perusahaan)
    Dan ini di buat untuk mendukung integrasi antara proses bisnis perusahaan dan teknologi informasi yang dimiliki oleh perusahaan. Dan menggunakan tools pendukung nya yaitu Strategic Alignment Model (SAM)
    Yang terdiri dari 4 fungsi
    1. business strategy
    2. IT strategy
    3. Organizational infrastructure and process
    4. IT/IS infrastructure and process

    Elemen tersebut terdiri dari dua bagian, yaitu :
    1. Bagian eksternal (strategi bisnis dan strategi TI) dan
    2. Bagian internal (organisasi infrastruktur dan proses, dan infrastruktur IT/IS dan proses).
    Keduanya harus disinkron kan dan di persatukan dengan :
    (a) strategic fit : Mencakup internal dan ekternal domain perusahaan.
    (b) functional integration : Fungsi untuk mengerti Arah bisnis yang sedang berjalan atau menjadi driver bagi perusahaan (Arahan/mengarahkan)

  24. Fretie Dwirory says:

    Menurut saya pdf tersebut membahas tentang adanya pengembangan sebuah model untuk mengkonsep dan mengatur area penting dalam manajemen strategic di sebuah organisasi.

    Model itu disebut strategic alignment model (model keselarasan strategis). Ada 4 domain yang termasuk strategic aligment model :
    1. Business strategy
    2. Information technology strategy
    3. organizational infrastructure and processes
    4. information technology and processes

    Ke empat domain tersebut diukur berdasarkan functional intergration dan strategic fit dimana dalam strategic fit dilihat bagaimana keterkaitan antara komponen eksternal dan internalnya lalu dari sisi functional integration dilihat bagaimana kecocokan antara bisnis dan domain fungsionalnya.

    Ke empat domain itu juga bisa diukur berdasarkan kebutuhan untuk menspesifikasikan kaitan antara bisnis dan IT, dan dibagi menjadi 2 :
    1. Strategic integration = merupakan penghubung antara business strategy dan I/T strategy yang mana lebih meperlihatkan tentang komponen luar yang berhubungan dengan kemampuan fungsionalitas untuk kedua strategi tersebut dan mendukung business strategy kemampuan ini sangat penting karena IT telah muncul sebagai sumber penting dari keuntungan strategis bagi perusahaan.

    2. Operation integration = kalau tadi strategic integration lebih ke arah eksternal maka operation integration lebih ke arah internal dengan kata lain lebih ke arah hubungan antara infrastruktur dan proses organisasi. Operation integration berfokus untuk memastikan koherensi internal antara kebutuhan organisasi dan harapan serta kemampuan.

  25. Haristya Eka says:

    NIM : 10.41010.0170
    Nama : Haristya Eka Farma
    Kelas : O1

    Pemanfaatan teknologi informasi untuk mengubah organisasi

    Peran teknologi informasi telah berubah dari peran pendukung menjadi peran strategis yang tidak hanya membantu dalam menentukan strategi bisnis, namun juga membentuk strategi bisnis baru.

    Walaupun telah ada perubahan peran TI dalam organisasi, manajer masih memiliki beberapa permasalahan, seperti:

    Seperti apa dampak TI dalam operasi bisnis saat ini dan di masa mendatang?
    Apa saja riteriave untuk penggunaan TI bagi operasi bisnis?
    Apakah rite dari TI bagi organisasi ada di dalam atau di luar operasi bisnis?
    Apa peran manajemen senior untuk penggunaan TI bagi organisasi?
    Bagaimana seharusnya fungsi TI diorganisasi, dan apa peran outsourcing TI?
    Apa saja riteria yang harus dipenuhi untuk menilai keuntungan dari TI?

    Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas maka digunakan Model Pengaturan Strategis.

    Dalam Model Pengaturan Strategis ada 2 penggabungan antara bisnis dan TI. Yang pertama adalah penggabungan strategis, yang berhubungan dengan kemampuan dari fungsi TI untuk membentuk dan mendukung strategi bisnis. Yang kedua adalah penggabungan operasional, yang berhubungan dengan penyesuaian bagian internal, penamaan, hubungan antara infrastruktur organisasi dan prosesnya serta infrastruktur SI dan prosesnya.
    Ada 4 perbedaan antara Model Pengaturan Strategis dan model tradisional :

    • Yang pertama adalah fokus dari TI dan SI. Pada Model Pengaturan Strategis SI berperan dalam fungsi internal dan organisasi, serta peran eksternal TI. Sedangkan pada model tradisional tidak ada peran eksternalnya.
    • Yang kedua adalah tujuan dari manajemen. Pada model tradisional, tujuannya adalah memastikan aktivitas SI berhubungan dengan kebutuhan bisnis. Sedangkan pada Model Pengaturan Strategis, tujuannya adalah memilih perspektif pengaturan yang tepat untuk mencapai tujuan bisnis.
    • Yang ketiga adalah peran dari eksekutif SI. Pada Model Pengaturan Strategis,manajer SI memiliki banyak peran eksekutif. Sedangkan pada model tradisional, manajer SI berperan dalam memberikan dukungan secara fungsional.
    • Yang keempat adalah penilaian kinerja. Pada model tradisional, penilaian kinerja dinilai dari biaya yang dikeluarkan dan layanan yang diperoleh. Sementara pada Model Pengaturan Strategis, penilaian memiliki banyak kriteria.

  26. Yudha Putra Ariansyah says:

    NIM : 10 41010 0208
    Nama : Yudha Putra A
    Kelas

    ================================================

    Area persaingan perusahaan yang berkaitan dengan keputusan seperti penawaran Produk Pasar dan Strategi Atribut khas yang membedakan suatu perusahaan dengan pesaingnya. selain itu, pembuatan keputusan seperti “Make VS BUY” (Pembuatan Produk atau melakukan Pembelian suatu Product), termasuk pemilihan Kemitraan atau Aliansi untuk Perusahaan. Sebaliknya, dalam pemilihan Domain Internal Perusahaan, berkaitan dalam pemilihan Struktur Logika Administrasi seperti Fungsional, tiap Divisi maupun struktur Organisasi Perusahaan. Selain itu, ada alasan yang spesifik untuk melakukan Design atau mendisgn Ulang proses Bisnis yang penting seperti dalam Pengantaran Produk (Product Delivery), Membuat Produk Baru (Product Development), Pelayanan terhadap Konsumen (Customer Service), serta akuisisi dan pengembangan Ketrampilan SDM untuk memenuhi kompetensi Organisasi.

    Dalam bidang Bisnis, kesesuaian antara Posisi luar dan bagian perencanaan Internal, memiliki anjuran untuk memaksimalkan pelaksanaan dalam bidang Ekonomi.

    Para Manager juga lebih nyaman dengan kemampuan untuk memahami dalam pemilihan posisi dalam Pangsa Pasar dimana produk perusahaan akan dijual atau yang terjual, dibandingkan dengan memahami bagaimana cara memposisikan sebuah Strategi dengan penggunaan IT untuk Pangsa Pasar Perusahaan.

    Penggunaan IT dalam menentukan Pangsa Pasar ada 3 hal yang diperhatikan :
    1. Cakupan Teknologi Informasi
    2. Hubungan Antar Kompetensi
    3. Tata Kelola Informasi

  27. dHeLedHeL says:

    ****************************

    Edelwys Apriliana Wawolumaya
    10410100254
    Kelas : P1

    ****************************

    Dalam Jurnal ini jelas bahwa teknologi informasi IT telah berevolusi dari orientasi tradisional dukungan administratif menuju peran yang lebih strategis dalam sebuah organisasi, akan tetapi masih ada kekurangan yang mencolok dari kerangka dasar di mana untuk memahami potensi IT di organisasi.
    Henderson dan Venkatraman mengembangkan sebuah model untuk mengkonsep dan mengarahkan daerah muncul dari manajemen strategis dari teknologi informasi.
    Model ini, disebut model Keselarasan Strategis, yang didefinisikan dalam empat domain dasar pilihan strategis, yaitu:

    – strategi bisnis,
    – strategi teknologi informasi
    – infrastruktur dan proses organisasi, dan
    – infrastruktur teknologi informasi dan proses-masing dengan dimensi sendiri yang mendasarinya.

    Untuk mengambarkan kekuatan model ini dalam dua karakteristik mendasar dari manajemen, strategis ini cocok dalam keterkaitannya antara komponen eksternal dan internal dan juga integrasi fungsional (integrasi antara bisnis dan domain fungsional). Lebih khusus lagi, dalam memperoleh empat perspektif keselarasan dengan implikasi khusus untuk membimbing praktek manajemen di bidang yang penting dalam organisasi itu sendiri.

  28. Sapta indra Permana says:

    Nama : Sapta Indra Permana
    Nim : 10.410.10.0096
    Kelas : Q1

    Strategic Alignment Berfokus pada memastikan hubungan bisnis dan rencana IT, mendefinisikan,memelihara dan memvalidasi nilai proposisi IT, dan menyelaraskan operasi IT denganoperasi perusahaan (kesesuaian operasi IT dengan operasi perusahaan)
    Strategic alignment yang baik dimulai dari system perencanaan dan pengendalian, dan mengacu padak onsistensi aktivitas internal dalam menerapkan dan membedakan komponen strategic aligment. Strategic alignment bertujuan untuk mengatasi jurang kesenjangan yang besar antara tujuan organisasi dan pemahaman penyedia/pengelola layanan IT.
    Strategic alignment diinterpretasikan sebagai proses yang berkesinambungan dari keterkaitan sadar dan koherendari semua komponen dan personil bisnis dan TIdalam rangka memberikan kontribusi terhadap kinerja organisasi dari waktu ke waktu. Strategic alignment berfokus pada kegiatan manajemen untuk meningkatkan performance kohesif dibidang IT dan bagian fungsional organisasi lainnya, misalnya:keuangan, pemasaran,
    Strategic alignment memiliki fokus dalam memastikan hubungan antara bisnis dan rencana TI,menentukan, merawat dan memastikan IT value proposition; dan pada aligning IT operation.Pendapat tentang strategic alignment ini diperkenalkan oleh Henderson dan Venkatraman yang dijadikan landasan filosofi berfikir.
    strategic alignment dibagi menjadi empat elemen:
    a) business strategy
    b) IT strategy
    c) organizational infrastructure and process
    d) IT/IS infrastructure and process
    Kesimpulan yang didapat bahwa Strategic alignment dalam kegiatan organisasi sangat penting karena konsep strategic bisa memperhitungkan segalasesuatu yang akan dihadapi oleh tata kelolaorganisasi. Strategic alignment memiliki fokus dalammemastikan hubungan antara bisnis dan rencana IT,menentukan, merawat, dan memastikan pengunaan ITdapat mendukung pencapaian tujuan dan menjaminkelangsungan organisasi

  29. Fajar Fitrianto says:

    Nama : Fajar Fitrianto
    NIM : 10.41010.0270
    Kelas : Q1

    Dalam domain bisnis, kesesuaian antara posisi eksternal dan pengaturan internal telah menyatakan menjadi penting untuk memaksimalkan kinerja ekonomi. Kami mengadopsi logika ini untuk menyatakan bahwa kesesuaian antara posisi eksternal dan pengaturan internal adalah kesetaraan yang relevan dalam domain I / T. Lebih khusus, kami berpendapat bahwa I / T strategi harus diartikulasikan dalam hal domain eksternal – bagaimana perusahaan diposisikan dalam I / T-pasar dan internal domain-bagaimana I / s (sistem informasi) infrastruktur harus dikonfigurasi dan manajer. Namun, penelitian kami menunjukkan bahwa manajer lebih sering nyaman dengan kemampuan mereka untuk memahami pilihan posisi di pasar bisnis (di mana produk mereka dijual) dibandingkan dengan pemahaman mereka tentang bagaimana secara strategis memposisikan dalam I / T pasar (di mana mereka memperoleh kritis teknologi fungsi yang mendukung dan membentuk strategi bisnis mereka). Hal ini sebagian disebabkan oleh kenyataan bahwa strategi-sebagai-konsep manajemen secara historis telah diterapkan pada pasar output lebih bahwa pasar input dan I / S strategi sering dipandang sebagai fungsional, respon internal terhadap strategi bisnis.
    Konsep Alignment/Integration merupakan penyelarasan antara sistem/teknologi informasi terhadap tujuan organisasi, tujuan ini diperlukan untuk model penyelarasan dalam hal memenuhi strategi, antara strategi bisnis dan strategi sistem/teknologi informasi dalam meningkatkan kinerja organisasi.
    Henderson dan Venkatraman mengusulkan empat perspektif strategic alignment terkait dengan pemanfaatan TI di sebuah organisasi:
    1) Strategy Execution
    strategi ini muncul ketika strategi bisnis berfungsi sebagai kekuatan pendorong. Top Manajemen harus memainkan peran merumuskan strategi untuk mengartikulasikan logika dan pilihan yang berkaitan dengan strategi bisnis, sedangkan peran manajer I/S bahwa seharusnya pelaksana strategi, orang yang desain efisien dan efektif dan mengimplementasikan infrastruktur I/S diperlukan dan proses yang mendukung strategi bisnis yang dipilih. Kriteria kinerja untuk menilai fungsi I/S dalam perspektif ini didasarkan pada parameter keuangan yang berpusat pada biaya.
    2. Technology Transformation.
    Adanya transformasi teknologi yang melibatkan penilaian dari implementasi strategi bisnis yang akan terpilih melalui teknologi informasi yang tepat dan artikulasi infrastruktur sistem informasi yang diperlukan proses.
    3. Competitive Potential.
    Terkait dengan eksploitasi dari munculnya kemampuan teknologi informasi untuk mempengaruhi produk baru dan jasa (lingkup bisnis), mempengaruhi atribut kunci dari strategi (distinctive competencies), dan mengembangkan bentuk-bentuk baru dari hubungannya (business governance).
    4. Service Level.
    Perspektif yang berfokus pada bagaimana untuk membangun layanan sistem informasi organisasi kelas dunia.

    dengan cara yang biasa, seorang memikirkan TI dalam 3 hal komponen yang terakhir dengan mencerminkan orientasi internal.di dalam perasaan yang tersebar bahawa ia memiliki sedikit hubungan dengan strategi bisnis, akan tetapi ia tadak lebih jauh dari kebenaran.

  30. Fajar Fitrianto says:

    Nama

    Dalam domain bisnis, kesesuaian antara posisi eksternal dan pengaturan internal telah menyatakan menjadi penting untuk memaksimalkan kinerja ekonomi. Kami mengadopsi logika ini untuk menyatakan bahwa kesesuaian antara posisi eksternal dan pengaturan internal adalah kesetaraan yang relevan dalam domain I / T. Lebih khusus, kami berpendapat bahwa I / T strategi harus diartikulasikan dalam hal domain eksternal – bagaimana perusahaan diposisikan dalam I / T-pasar dan internal domain-bagaimana I / s (sistem informasi) infrastruktur harus dikonfigurasi dan manajer. Namun, penelitian kami menunjukkan bahwa manajer lebih sering nyaman dengan kemampuan mereka untuk memahami pilihan posisi di pasar bisnis (di mana produk mereka dijual) dibandingkan dengan pemahaman mereka tentang bagaimana secara strategis memposisikan dalam I / T pasar (di mana mereka memperoleh kritis teknologi fungsi yang mendukung dan membentuk strategi bisnis mereka). Hal ini sebagian disebabkan oleh kenyataan bahwa strategi-sebagai-konsep manajemen secara historis telah diterapkan pada pasar output lebih bahwa pasar input dan I / S strategi sering dipandang sebagai fungsional, respon internal terhadap strategi bisnis.

  31. Fretie Dwirory says:

    NIM : 10.41010.0174
    Nama : Fretie Dwirory
    Kelas : O1

    Menurut saya pdf tersebut membahas tentang adanya pengembangan sebuah model untuk mengkonsep dan mengatur area penting dalam manajemen strategic di sebuah organisasi.
    Model itu sendiri disebut strategic alignment model (model keselarasan strategis). Ada 4 domain yang termasuk dalam strategic aligment model :
    1. Business strategy
    2. Information technology strategy
    3. organizational infrastructure and processes
    4. information technology and processes

    Ke empat domain tersebut diukur berdasarkan functional intergration dan strategic fit dimana dalam strategic fit dilihat bagaimana keterkaitan antara komponen eksternal dan internalnya lalu dari sisi functional integration dilihat bagaimana kecocokan antara bisnis dan domain fungsionalnya.

    Ke empat domain itu juga bisa diukur berdasarkan kebutuhan untuk menspesifikasikan kaitan antara bisnis dan IT, dan dibagi menjadi 2 :
    1. Strategic integration = merupakan penghubung antara business strategy dan I/T strategy yang mana lebih meperlihatkan tentang komponen luar yang berhubungan dengan kemampuan fungsionalitas untuk kedua strategi tersebut dan mendukung business strategy kemampuan ini sangat penting karena IT telah muncul sebagai sumber penting dari keuntungan strategis bagi perusahaan.

    2. Operation integration = kalau tadi strategic integration lebih ke arah eksternal maka operation integration lebih ke arah internal dengan kata lain lebih ke arah hubungan antara infrastruktur dan proses organisasi. Operation integration berfokus untuk memastikan koherensi internal antara kebutuhan organisasi dan harapan serta kemampuan.

  32. Taskhiyatul Nufus R. says:

    Nama : Taskhiyatul Nufus R.
    NIM : 11410100263

    Pemahaman yang saya dapat setelah membaca jurnal “Strategic Aligment : Leveraging Information Technology For Transforming Organizations” adalah :

    tidak dapat di pungkiri lagi bahwa sekarang IT menjadi sebuah aset yang vital bagi sebuah organisasi. IT tidak hanya dapat membantu dalam pengambilan keputusan, tetapi juga dapat membentuk biisnis strategi yang baru.

    tetapi masih banyak organisasi yang meninggalkan IT yang di karenakan biaya investasi yang tinggi. Tetapi apabila suatu organisasi diikuti dengan strategi IT, yang meliputi formulation (keputusan yang berhubungan dengan kompetitif, pilihan produk-pasar) dan implementation (pilihan yang menyingung struktur dan kemampuan perusahaan untuk menjalan kan pilihan produk-pasar nya). Maka IT tersebut dapat menjadi aset bahkan senjata utama untuk bersaing dengan kompetitor lainnya.

    ada 4 domain dalam perspektif alignment dalam mencapai model alignment bisnis yaitu :
    1. Strategi pelaksanaan
    menjalanakan gagasan dalam strategi bisnis yang meliputi menentukan pilihan, desain organisasi, dan desain sistem informasinya
    2.transformasi teknologi
    menjelelaskan penilaian terhadap pelaksaan strategi bisnis dan sistem informasi yang di butuhkan.
    3. Potensi unggulan
    berkaitan dengan cara mengeksploitasi teknologi informasi menggunakan produk dan layanan sebagai faktor yang dapat mempengaruhi strategi bisnis.
    4. Tingkat layanan
    menjelaskan bagaimana cara membangun layanan sistem informasi terhadap organisasi.

  33. Achmad Sony .S.A says:

    Nama : Achmad Sony .S.A
    NIm : 10.41010.0201
    Kelas: O1

    >>Strategic alignment menurut pendapat saya tentang penyelarasan antara sistem/teknologi informasi terhadap tujuan organisasi, tujuan ini diperlukan untuk model penyelarasan dalam hal memenuhi strategi, antara strategi bisnis dan strategi sistem/teknologi informasi dalam meningkatkan kinerja organisasi.

    J.C. Handerson dan N. Venkatraman mengungkapkan bahwa teknologi informasi telah berevolusi dari orientasi tradisional dukungan administratif menuju peran yang lebih strategis dalam sebuah organisasi. Didalamnya masih ada kekurangan yang sangat mencolok pada kerangka dasar. Dalam bacaan ini, J.C. Handerson dan N. Venkatraman mengembangkan sebuah model yang disebut dengan model keselarasan strategis. Model keselaran strategis didefinisikan dalam empat domain dasar pilihan strategis :
    1. strategi bisnis
    2. strategi teknologi informasi
    3. infrastruktur dan proses organisasi
    4. infrastruktur teknologi informasi

  34. NAMA : Dimas Arief Setiawan
    NIM : 10410100112
    KELAS: Q1
    MK : TKTI

    Strategic Fit
    keterkaitan antara komponen eksternal dan internal.
    pada internal perusahaan terdapat infrastruktur organisasi dan prosesnya.
    pada eksternal perusahaan terdapat strategi bisnis yg didalamnya terdapat ruanglingkup bisnis, tata kelola bisnis, dan kemampuan tersendiri.

    Functional Integration
    integrasi antara bisnis dan domain fungsional (teknologi informasi).

    Dalam SAM terdapat terdapat 12 komponen yang terbagi dalam 4 domain yang mampu menggambarkan keselarasan bisnis-TI. Komponen-komponen tersebut dijelaskan oleh Luftman (2000) sebagai berikut :

    A. Strategi bisnis
    o> Business scope -> pangsa pasar, produk, layanan, konsumen dan lokasi dimana organisasi berada dan bersaing, serta pesaing potensial yang mempengaruhi lingkungan bisnis.
    o> Distinctive competencies -> Critical Success Faktor (CSF) dan kompetensi inti yang yang dimiliki organisasi. Termasuk reputasi, penelitian, manufaktur, dan pengembangan produk, biaya, dan jalur distribusi.
    o> Business Governance -> how to build relation of organization/ hubungan antara manajemen, dan stakeholder.

    B. Infrastruktur dan proses organisasi
    o> Administrative structure -> struktur dan cara organisasi dalam menjalannya.
    o> Processes -> bagaimana aktivitas, operasi, dan aliran kerja dalam organisasi
    o> Skills -> manajemen dan pengelolaan SDM seperti motivasi, reward, pelatihan, dan pengadaan/pemberhentian pekerja.

    C. Strategi TI
    o> Technology scope -> kepentingan strategi aplikasi dan teknologi informasi
    o> Systemic competencies -> manfaat teknologi informasi seperti akses informasi penting untuk pembentukan dan pencapaian strategi
    o> IT governance : bagaimana kewengangan dan tanggung jawab pengelolaan sumber teknologi informasi antara mitra bisnis, manajemen TI, dan penyedia layanan.

    D. Infrastruktur dan proses SI/TI
    o> Architecture -> prioritas, kebijakan, dan pilihan teknologi untuk manajemen aplikasi, perangkat lunak, jaringan, perangkat keras, dan data dalam platform yang menunjang penyediaan informasi.
    o> Processes -> Aktivitas pengembangan dan perawatan aplikasi.
    o> Skills -> pertimbangan sumberdaya manusia TI seperti pengembangan, karir, dan pengadaan/pemberhentian SDM TI.

  35. Agus Cahyono says:

    Nim : 10410100212
    Nama : Agus Cahyono
    Kelas : Q1
    ____________________

    Menurut perspektif saya tentang “Strategic alignment : leveraging information technology for transforming organizations” by J. C.Henderson N. Venkatraman adalah :
    Berkembangnya TI memberikan peran yang lebih strategis dalam organisasi karena masih ada kekurangan yang terlihat dari kerangka dasar yang digunakan untuk memahami potensi TI pada organisasi.
    Dalam isi tulisan J. C.Henderson N. Venkatraman mengembangkan sebuah model untuk mengkonsep dan mengarahkan pada manajemen strategis TI. Model-model tersebut diistilahkan dengan model penyelarasan strategis, didefinisikann dalam 4 pilihan domain dasar strategis, diantaranya :
    1.Strategi bisnis
    2.Strategi Teknologi informasi
    3.Proses dan Infrastruktur organisasi
    4.Infrastruktur TI dan proses setiap dimensi yang mendasarinya
    Pada kekuatan model diatas digambarkan dalam 2 hal karakteristik yang mendasar dari manajemen strategis :
    1.Kesesuaian Strategi/strategy fit (keterkaitan antara komponen external dan internal)
    2.Integrasi fungsional (integrasi antara bisnis dan domain fungsional)
    Strategi melibatkan dua formulasi, yaitu keputusan berkaitan pada persaingan, memilih produk pasar dan implementasi (pemilihan yang berkaitan pada struktur dan kemampuan perusahaan melaksanakan pilihan produk pasar). Konsep penyelarasan strategi merupakan dasar pada 2 asumsi penting, yang pertama; kinerja ekonomi yang mengarahkan hubungan kemampuan manajemen untuk membuat Kesesuaian Strategic (Strategic fit) antara posisi organisasi dalam tempat persaingan produk pasar dan desain struktur administrative yang tepat uantuk mendukung pelaksanaan. Asumsi ini menerima konsistensi strategi pilihan eksternal dan internal domain.
    Pada Integrasi fungsional merupakan integrasi antara bisnis dan domain fungsi TI. Disini integrasi fungsional menjadi pembatas antara Integrasi strategi bisnis (internal dan external) dan stategi TI internal dan external). Hubungan internal antara strategi bisnis dan strategi TI terdapat proses, infrastruktur organisasi, dan infrastruktur TI seperti : proses organisasi yang tejadi memiliki hubungan timbal balik antara kemampuan dan infrastruktur administrasi dengan dukungan teknologi informasi. Hubungan external strategi bisnis dan TI terdiri dari potensi persaingan, ruang lingkup dan tatakelola. Hal ini perlu adanya penyelarasan dalam integrasi keduanya.

    Kesimpulan : Dalam penyelarasan teknologi informasi tidak ada satu model universal yang unggul dalam merumuskan dan menerapkan strategi TI. Jika ada, tidak akan strategis karena semua perusahaan akan mengadopsinya. Hal ini disebabkan setiap strategi bisnis memiliki perbedaan dengan pesaing yang lain, maka TI yang akan digunakan berkaitan erat dengan strategi bisnis yang ada. Pada 4 model perspektif penyelarasan TI menggunakan 2 strategi sebagai pengendali yang berguna dalam berpikir tentang peran TI dalam mengubah sebuah organisasi. Disini para manajer harap tidak mempertimbangkan TI sebagai pendukung penting perusahaan yang hanya fokus pada 2 perspektif strategi TI, yaitu potensi persaingan dan tingkat pelayanan.

  36. Nama : Aprily Surya R Saputra
    Nim : 10.41010.0261
    Kelas : O1

    Point 1
    Dalam artikel ini menjelaskan bahwa posisi organisasi di pasar TI melibatkan tiga set pilihan, yaitu :
    1) Ruang Lingkup Organisasi
    Cakupan teknologi informasi, teknologi informasi spesifik , sebagai contoh electronic imaging, local dan wide area network, sistem pakar dan robotika, Saat ini strategi bisnis yang mendukung inisiatif atau bisa merubah bisnis baru, dengan strategi inisiatif baru untuk perusahaan. Ini adalah analog untuk bisnis ruang lingkup, yang berkaitan dengan pilihan berkaitan dengan produk offferings output pasar di pasar.
    2) Systemic Competencies
    Atribut dari IT strategy sebagai contoh keandalan sistem, biaya tingkat kinerja, interkoneksi, fleksibilitas. Hal tersebut dapat memberikan kontribusi positif untuk pembentukan strategi bisnis baru atau yang lebih baik mendukung strategi bisnis yang ada. Ini adalah analog dengan konsep khas, competencies bisnis yang berkaitan dengan atribut dari strategi (harga, kualitas, nilai tambah layanan, saluran distribusi yang unggul), berkontribusi pada keuntungan yang berbeda, dan perbandingan untuk sebuah perusahaan para pesaingnya.
    3) IT Governance
    Pemilihan dan penggunaan mekanisme sebagai contoh usaha bersama dengan pedagang asongan, aliansi, strategis riset bersama dan pengembangan baru kemampuan untuk itu, untuk obtraining dan kompetensi itu diperlukan. Hal ini analog untuk tata kelola usaha, yang melibatkan membuat vs membeli pilihan dalam strategi bisnis. pilihan tersebut mencakup serangkaian interfirm hubungan seperti aliances strategis, joint venture, pemasaran Asing, dan perizinan pemanfaatan teknologi yang kompleks.

    Point 2
    DI jelaskan bahwa terdapat 4 perspektif yang dominan, yaitu :
    1. Strategy Execution
    Ini penting untuk mengidentifikasi peran tertentu manajemen untuk membuat ini berhasil perspektif. Manajemen puncak harus memainkan peran formulator strategi untuk mengartikulasikan logika dan pilihan yang berkaitan dengan strategi bisnis, dimana peran Manajer IS harus meng-implementasikan strategi yang efisien dan efektif desain dan mengimplementasikan infrastruktur IS yang dibutuhkan dan proses yang mendukung strategi bisnis pilihan.
    2. Technology Tranformation
    Melibatkan penilaian dari implementasi strategi bisnis yang terpilih melalui teknologi informasi yang tepat dan artikulasi infrastruktur sistem informasi yang diperlukan proses.
    3. Competitive Potential
    Dalam perspektif ini didasarkan pada kepemimpinan bisnis dengan pengukuran kualitatif dan kuantitatif yang berkaitan dengan produk kepemimpinan seperti pangsa pasar, pertumbuhan, atau pengenalan produk baru.
    4. Service Level
    Perpective ini didasarkan pada kepuasan pelanggan yang diperoleh dengan quallitative dan pengukuran kuantitatif yang menggunakan benchmarking internal dan eksternal.

    Jadi menurut pemahaman saya ke empat perspektif di atas sangat dibutuhkan pada perusahaan. Ke empat perspektif ini juga memiliki peran masing2, sehingga perusahaan dapat menggunakan perspektif ini sesuai dengan kebutuhan.

  37. dwi kusuma wardana says:

    Nama : Dwi Kusuma Wardana
    NIM : 09410100036
    Kelas : Q1

    resume jurnal.

    Masih adanya kekurangan pada kerangka dasar untuk pemahaman potensial I/T tentunya dalam organisai. maka dari itu dikembangkan model untuk mengkonsep yang mengarah pada strategi menejemen dari teknoloogi informasi. model ini, disebut model keselarasan strategis, didefinisikan dalam 4 domain dasar pilihan strategis, strategi bisnis, strategi teknologi informasi, infrastruktur dan proses organisasi. pemahaman tentang komponen penting dari I/T strategi dan perannya dalam mendukung dan membentuk keputusan strategi bisnis.
    Dari Model (SAM) Strategic Alignment Model dijelaskan dinamika keselarasan antar konteks strategi bisnis dan strategi I/T yang didasarkan pada integrasi susunan strategic dan fungsional. SAM memiliki 4 dasar dari pilihan strategi dan 12 kmponen yang terbagi di dalamnya :

    1. Strategi Bisnis
    • Business scope: termasuk berbagai macam pasar, produk, layanan,
    konsumen dan lokasi organisasi berada dan bersaing, serta pesaing dapat
    berpotensi untuk mempengaruhi lingkungan bisnis.
    • Distinctive competencies : merupakan dan kompetensi inti yang yang dimiliki organisasi. Termasuk reputasi, penelitian, manufaktur, pengembangan produk, biaya, dan
    jalur dari distribusi.
    • Business Governance : bagaimana mengelola sebuah organisasi untuk
    membangun relasi antara manajemen yang ada dalam organisasi
    (perusahaan) dengan stakeholde.

    2. Infrastruktur dan Proses Organisasi
    • Administrative structure : cara dan struktur organisasi dalam
    melaksanakannya.
    • Processes: bagaimana aktivitas atau operasi yang dilakukan, dan proses
    kinerja dalam organisasi.
    • Skills : manajemen dan pengelolaan sumber daya manusia seperti
    motivasi, pengembangan, dan perekrutan / pemecatan pekerja.
    3. Strategi TI
    • Technology scope: lingkup strategi aplikasi dan teknologi informasi.
    • Systemic competencies: kapabilitas teknologi informasi seperti akses informasi untuk pembentukan dan pencapaian strategi.
    • IT governance : bagaimana kewenangan dan tanggung jawab pengelolaan
    sumber teknologi informasi antara mitra bisnis, manajemen TI, dan
    layanan.
    4. Infrastruktur proses SI/TI
    • Architecture : prioritas, kebijakan, dan pilihan teknologi yang
    memungkinkan untuk manajemen aplikasi, perangkat lunak, jaringan,
    perangkat keras, serta data dalam platform yang menunjang penyediaan
    informasi bagi organisasi.
    • Processes : Aktivitas pengembangan dan perawatan aplikasi.
    • Skills : Pertimbangan sumberdaya manusia

  38. Dedi Saputro says:

    Nama : Dedy Tri Saputro
    NIM : 08.41010.0423
    Kelas : Q1

    Pada model business-TI Strategic Alignment yang dijelaskan oleh John C. Henderson and N. Venkatraman [Henderson and Venkatraman, 1993], bahwa Strategic Alignment Model (SAM) atau model keselarasan strategi didefinisikan sebagai framework yang memberikan kerangka implementasi bisnis dan sistem informasi/teknologi informasi (SI/TI) serta kaitannya dengan komponen infrastruktur baik untuk bisnis maupun SI/TI (Henderson and Venkatraman, 1993; Luftman et al. 1993). Dari Model SAM dijelaskan dinamika keselarasan antar konteks strategi bisnis dan strategi TI yang didasarkan pada integrasi susunan strategic dan fungsional.

    posisi organisasi dalam I / T pasar melibatkan tiga set pilihan
    1. Teknologi informasi ruang lingkup
    Tehnologi informasi khusus (misalnya, pencitraan elektronik, jaringan area lokal dan luas, sistem pakar, dan robotik) yang mendukung inisiatif strategi bisnis saat ini untuk perusahaan. ini tak berbeda dengan ruang lingkup bisnis, yang berkaitan dengan pilihan yang berkaitan dengan penawaran pasar produk di pasar output

    2. Sistemik kompetensi
    Atribut I / T strategi (misalnya, keandalan sistem, biaya tingkat kinerja, interkoneksi, fleksibilitas) yang chould memberikan kontribusi positif bagi penciptaan strategi bisnis baru atau suport yang lebih baik dari strategi bisnis yang ada. ini tak berbeda dengan konsep kompetensi bisnis yang khas, yang berhubungan dengan atribut-atribut strategi (harga, kualitas, nilai tambah layanan, saluran distribusi superior) yang berkontribusi terhadap keuntungan, khas komparatif untuk sebuah perusahaan atas pesaingnya

    3. I/T pemerintahan
    Pemilihan dan penggunaan mekanisme (misalnya, usaha patungan dengan vendor, aliansi strategis, penelitian bersama dan pengembangan untuk baru I / T kemampuan) untuk mendapatkan yang dibutuhkan I / T kompetensi. ini tak berbeda dengan urusan pemerintahan, yang melibatkan membuat dibandingkan membeli pilihan dalam strategi bisnis. pilihan seperti mencakup array kompleks hubungan antar perusahaan seperti aliansi strategis, joint venture, pertukaran pemasaran, dan lisensi teknologi.

  39. Ari Andika Setiawan says:

    Nama : Ari Andika Setiawan
    Nim : 09.41010.0057
    kelas: Q1

    Henderson dan Venkatraman membuat model Strategic Alignment Model (SAM) dimaksudkan untuk mendukung integrasi teknologi informasi (TI) ke dalam strategi bisnis.karena itu strategic alignment menekankan otoritas pada tata kelola TI yang baik, dan memastikan TI memberikan kontribusi secara efektif terhadap pencapaian tujuan strategis organisasi.,sehingga antara tujuan bisnis dengan teknologi informasi bisa menjadi satu kesatuan dalam mencapai tujuan dalam bisnis.

    Strategi Alignment Model(SAM) terdiri dari empat bagian yang saling terkoneksi:

    1. Strategi Bisnis
    Berfokus pada pengelolaan organisasi dalam menjalin relasi internal dan eksternal serta pengembangan produk dan biaya dan layanan terhadap konsumen
    bagaimana fokus mengelola sebuah organisasi untuk membangun relasi menjalin relasi internal dan eksternal (mitra strategis) serta pengembangan produk jasa dan layanan terhadap konsumen
    2. Strategi Teknologi Informasi
    Berfokus pada pengelolaan Teknologi Informasi untuk pembentukan dan pencapaian tujuan strategis organisasi yang telah dibuat.
    3. Proses dan Infrastruktur Organisasi
    Berfokus pada Proses Kinerja,pengelolaan Sumber Daya Manusia, dan Struktur Organisasi.

    4. Proses dan Infrastruktur Teknologi Informasi
    Aktivitas pengembangan dan perawatan aplikasi,pengelolaan sumber daya TI serta pengelolaan Teknologi Informasi untuk menciptakan prioritas, kebijakan, dan pilihan teknologi yang memungkinkan untuk menunjang penyediaan informasi bagi organisasi

  40. Gilang Ramadhan says:

    ******************************************
    * NIM : 12.41010.0218
    * Nama : Gilang Ramadhan
    * Kelas : O1
    ******************************************

    Setalah mempelajari jurnal tersebut, menurut saya Keberhasilan dari investasi Teknologi Informasi itu bergantung pada keselarasan antara Teknologi Informasi dengan strategi bisnis yang diterapkan. jadi bagaimana Teknologi informasi itu bisa mensupport proses bisnis yang sedang berjalan itu dengan menciptakan strategi-strategi baru yang mana nantinya bisa menciptakan suatu keunggulan kompetitif bagi perusahaan atau organisasi itu.

    Menurut henderson dan Vankatraman (1993), SAM (Strategic Alignment Model) adalah suatu model bisnis yang dapat mendukung integrasi Teknologi Informasi ke dalam Strategi Bisnis yang ada atau bisa dikatakan bawha SAM ini dapat menyelaraskan antara TI dengan Strategi bisnis suatu perusahaaan atau organisasi. Ada 4 domain penting dalam SAM, yaitu:
    1. Strategi Bisnis (dimulai dari pelayanan, inovasi produk, penentuan harga sampai hubungan dengan mitra kerjanya)
    2. Strategi IT (Ruang lingkup Teknologi Informasinya yangh dimulai dari perencanaan sampai pengelolaanya)
    3. Infrastruktur dan Proses Organisasi (Struktur organisasi, proses bisnis, dan pengolaan SDM)
    4. Infrastruktur dan Proses TI (dimulai dari hardware dan softwarenya, kemudain pengembangannya dan yang terakhir adalah peningkatan kualitas SDM mengenai Teknologi Informasi)

    Jika dari keempat domain tersebut bisa dilaksanakan atau diimplementasikan, maka akan tercipta keselarasan antara IT yang diterapkan dengan Strategi Bisnis yang ada. sehingga akan memunculkan nilai atau value dari investasi TI. sehingga perusahaan/organisasi tersebut bisa dikatakan telah sukses menerapkan Teknologi Informasi.

  41. Wahyu Hardianto says:

    NAMA : WAHYU HARDIANTO
    NIM : 10.41010.0226
    KELAS: O1

    Menurut saya, pada intinya satu hal penting yang harus ditekankan adalah bahwa strategi bisnis harus sejalan dengan strategi TI. Dalam konteks ini, keselarasan antara manajemen puncak dan manajemen TI menjadi syarat utama.
    Namun meskipun demikian teknologi informasi yang telah berkembang dari orientasi tradisional administratif menjadi peran yang lebih strategis dalam sebuah organisasi, masih ada kekurangan-kekurangan yang mencolok dari kerangka dasar didalamnya di mana untuk memahami potensi organisasi yang ada pada masa yang akan datang. Kekuatan model yang telah dijelaskan dalam dua hal karakteristik mendasar dari manajemen strategi yaitu:
    1. Strategic Fit (keterkaitan antara komponen eksternal dan internal)
    2. Functional Integration (integrasi antara bisnis dan domain fungsional).
    Lebih khusus lagi, kita memperoleh empat perspektif keselarasan dengan implikasi khusus untuk membimbing praktek manajemen dalam bidang yang paling penting. Henderson dan Venkatraman (1999) mengusulkan empat perspektif strategic alignment terkait dengan pemanfaatan TI di sebuah organisasi :
    1. Strategy Execution
    Business Strategy → Organizational Infrastructure → IT Infrastructure = Cost/Service Center
    2. Technology Transformation
    Business Strategy → IT Strategy → IT Infrastructure = Technology Leadership
    3. Competitive Potential
    IT Strategy → Business Strategy → Organizational Infrastructure = Business Leadership
    4. Service Level
    IT Strategy → IT Infrastructure → Organizational Infrastructure = Customer Satisfaction
    Pespektif pertama dan kedua mengasumsikan strategi bisnis sebagai faktor pendorong, sedang pespektif ketiga dan keempat mengasumsikan strategi TI sebagai pendorong. Perspektif ini berasal dari asumsi hubungan yang berbeda antara business strategy (i.e. business scope, distintive competencies, business governance), organizational infrastructure (i.e. administrative structure, processes, skills), IT strategy (i.e. technology scope, systemic competencies, IT governance), dan IT infrastructure (i.e. architecture, processes, skills).

  42. Oky Dwi Cahyo says:

    NIM : 10410100115
    NAMA : Oky Dwi Cahyo
    KELAS : P1

    Henderson dan Venkatraman mengusulkan sebuah model untuk bisnis yang diselaraskan dengan Teknologi Informasi yang dimaksudkan untuk mendukung integrasi Teknologi Informasi ke dalam strategi bisnis, mereka menyebutnya dengan Strategic Alignment Model (SAM).

    Tujuan dari Keselarasan strategis TI yaitu untuk menyelaraskan TI dengan tujuan bisnis dalam rangka mewujudkan nilai dari investasi TI. Cara yang dilakukan adalah dengan mendukung keselarasan antara empat perspektif keselarasan strategis yang paling utama, antara lain : business strategy, information technology strategy, organizational infrastructure and processes, dan information technology infrastructure and processes.

    Konsep dari model SAM berfokus pada strategic fit dan functional integration.
    1. Strategic fit
    Keterkaitan antara komponen eksternal dan internal. Pada internal perusahaan terdapat infrastruktur organisasi dan prosesnya. Pada eksternal perusahaan terdapat strategi bisnis yg didalamnya terdapat ruanglingkup bisnis, tata kelola bisnis, dan kemampuan tersendiri.
    2. functional integration
    Integrasi antara bisnis dan domain fungsional (teknologi informasi).

  43. Muhammad Ramzi says:

    Nama : Muhammad Ramzi
    Nim : 10.41010.0209
    Comment :

    J.C.Henderson dan N.Venkatraman berpendapat model bisnis yang disebut dengan Strategic Alignment Model yang bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi informasi ke dalam strategi bisnis, sehingga tujuan antara bisnis dengan TI bisa menjadi satu kesatuan dalam mencapai tujuan bisnis.

    Terdapat empat perspektif yang dikemukaan yaitu :

    1.Penerapan Strategi

    Sebuah strategi bisnis menjadi adalah berperan sebagai driver dalam melakukan perancangan organisasi dan perancangan infrastruktur teknologi informasi. Manajemen puncak seharusnya menggunakan formula strategi untuk mengolah pemikiran dan memilih strategi bisnis manakah yang harus digunakan. Kemudian Manajer IT mengimplementasikan dan menilai strategi tersebut dengan Strategi Implementasi yang dia miliki untuk mengetahui apakah sudah efektif dan efisien strategi bisnis yang dia pilih.

    2. Transformasi Teknologi

    Di prespektif kedua ini melibatkan penilaian pelaksanaan strategi bisnis yang telah tepat dipilih melalui strategi IT dan artikulasi yang diperlukan untuk infrastruktur dan proses implementasi strategi bisnisnya.

    3. Potensi Bersaing secara Kompetitif

    Teknologi informasi memiliki peran dalam mendukung merumuskan strategi. Teknologi digunakan untuk meningkatkan kualitas strategi bisnis. Didalam strategi bisnis ini ada 3 komponen yang mendukungnya yaitu :
    1).Technologi scope
    2).Systemic competencies
    3).IT Governance

    4.Tingkat Pelayanan

    Di prespektif keempat ini adalah bagaimana organisasi membangun sebuah pelayanan Sistem Informasi tingkat dunia. Di Perspektif ini membutuhkan pengetahuan tentang dimensi eksternal dari strategi IT dengan desain internal infrastruktur dan proses Sistem Informasi yang sesuai.

    Dengan demikian, diharapkan model strategi ini dapat membantu perusahaan untuk menyelaraskan teknologi informasi dengan proses bisnis, sehingga perusahaan dapat mencapai tujuan bisnisnya dengan mudah dan berjalan sesuai harapan.

  44. prabu prasetya meifa says:

    Nama : Prabu Prasetya Meifa
    NIM : 10.41010.0240
    Kelas : O1
    —————————————————————–
    Model Keselarasan Strategis (SAM) dari Henderson dan Venkatraman [1999] secara luas digunakan sebagai teori dasar Bisnis / IT Aligment. Pesan utama dari model ini adalah untuk menjadi perusahaan sukses, kita harus memastikan bahwa strategi TI sepenuhnya selaras dengan strategi bisnis.

    Model keselarasan yang diilustrasikan oleh Henderson and Venkatraman, 1999 terdiri dari
    4 kuadran, yaitu strategi bisnis, strategi IT, infrastruktur organisasi dan berbagai proses, dan infrastruktur TI dan berbagai proses. Strategi bisnis melibatkan semua kebijakan yang terkait dengan pemilihan posisi organisasi dalam konstelasi pasar dan mendefinisikan bagaimana organisasi menyadari keunggulan kompetitif yang dimilikinya.
    Strategi TI melibatkan semua kebijakan terkait TI yang mampu memposisikan organisasi di persaingan global. Infrastruktur
    organisasi dan berbagai proses merupakan kebijakan yang menentukan pengaturan internal organisasi dalam rangka
    melaksanakan strategi bisnis. Infrastruktur TI dan berbagai proses merupakan kebijakan yang menentukan bagaimana organisasi melakukan pengaturan TI atau bagaimana organisasi melakukan eksekusi terhadap strategi TI.

    Keselarasan Strategi TI – Bisnis
    Ada beberapa model keselarasan strategi TI dan Bisnis, salah satu diantaranya adalah SAM (Strategic Alignment Model). Model ini menggambarkan keselarasan yang dinamis antara strategi TI dengan strategi Bisnis, merupakan model yang terdiri atas empat kuadran. Setiap kuadran terdiri atas tiga komponen yang bila dianalisis bersama, dapat digunakan untuk menentukan defenisi operasional kuadran yang ditempatinya. Keempat kuadran tersebut adalah strategi bisnis, strategi TI, infrastruktur perusahaan dan berbagai proses, serta infrastruktur TI dan berbagai proses.
    1. Strategi Bisnis : melibatkan semua kebijakan yang terkait dengan pemilihan posisi perusahaan dalam konstelasi pasar, dan mendefenisikan bagaimana perusahaan menyadari keunggulan kompetitif yang dimilikinya.
    2. Strategi TI : melibatkan semua kebijakan terkait TI yang mampu memposisikan perusahaan di pasar global.
    3. Infrastruktur perusahaan dan berbagai proses : kebijakan yang menentukan pengaturan internal perusahaan dalam rangka melaksakan strategi bisnis.
    4. Infrastruktur TI dan berbagai proses : kebijakan yang menentukan bagaiamana perusahaan melakukan pengaturan terhadap TI, atau bagaimana organisasi melakukan eksekusi terhadap strategi TI.

    Dari gambar Henderson and Venkatraman, 1999 dapat diperoleh interelasi dalam SAM yang menggambarkan keterkaitan antar empat domain. Meskipun masing-masing domain memiliki sifat yang penting, namun domain-domain tersebut akan bermanfaat bila difungsikan secara bersamaan. Untuk tujuan tersebut, SAM menetapkan dua kaitan antar domain. Keterkaitan pertama tersusun secara vertikal yang disebut kesesuaian strategi dan berkonsentrasi pada perlunya pengambilan keputusan bisnis yang akan menentukan posisi perusahaan pada konstelasi pasar, lengkap dengan kebijakan tentang infrastruktur perusahaan dengan komponen-komponenya. Keterkaitan kedua tersusun secara horizontal yang disebut integrasi fungsional. Keterkaitan tersebut menerapkan prinsip yang sama dengan kesesuain strategi namun terhadap aspek fungsional dari domain bisnis maupun TI. Strategi TI harus berubah bila strategi bisnis mengalami perubahan, dan perubahan tersebut juga diikuti dengan penyesuaian yang dilakukan oleh infrastruktur dan proses, baik dari sisi bisnis maupun TI.

  45. Ariesta Fuji Nirmala says:

    NIM : 12.41010.0225
    NAMA : Ariesta Fuji Nirmala
    KELAS : O1

    Konsep Alignment/Integration merupakan penyelarasan antara sistem/teknologi informasi terhadap tujuan organisasi, tujuan ini diperlukan untuk model penyelarasan dalam hal memenuhi strategi, antara strategi bisnis dan strategi sistem/teknologi informasi dalam meningkatkan kinerja organisasi.

    Ketidakmampuan untuk menyadari nilai dari l/T investasi adalah, sebagian karena kurangnya keselarasan antara bisnis dan strategi I/T pada organisasi. Kami melihat strategi melibatkan formulasi (keputusan yang berkaitan dengan kompetitif, pilihan produk pasar) dan implementasi (pilihan yang berhubungan dengan struktur dan kemampuan perusahaan untuk melaksanakan pilihan produk pasar). Konsep keselarasan strategi didasarkan pada 2 asumsi yaitu
    1. Kinerja ekonomi secara langsung yang berkaitan dengan kemampuan manajemen untuk menciptakan strategis yang cocok antara posisi organisasi di arena pasar produk yang kompetitif dan desain struktur administratif yang tepat untuk mendukung pelaksanaannya
    2. Pilihan yang dibuat oleh satu perusahaan bisnis, atau perusahaan (jika fundamental strategis), dari waktu ke waktu akan membangkitkan tindakan imitatif, yang memerlukan tanggapan berikutnya. Dengan demikian, keselarasan strategis bukanlah suatu acara tetapi proses adaptasi terus menerus dan perubahan.

    Henderson dan Venkatraman mengusulkan empat perspektif strategic alignment terkait dengan pemanfaatan TI di sebuah organisasi :
    1) Strategy Execution
    strategi ini muncul ketika strategi bisnis berfungsi sebagai kekuatan pendorong. Top Manajemen harus memainkan peran merumuskan strategi untuk mengartikulasikan logika dan pilihan yang berkaitan dengan strategi bisnis, sedangkan peran manajer I/S bahwa seharusnya pelaksana strategi, orang yang desain efisien dan efektif dan mengimplementasikan infrastruktur I/S diperlukan dan proses yang mendukung strategi bisnis yang dipilih. Kriteria kinerja untuk menilai fungsi I/S dalam perspektif ini didasarkan pada parameter keuangan yang berpusat pada biaya.
    2) Technology Transformation
    Perspektif keselarasan ini melibatkan penilaian pelaksanaan strategi bisnis yang tepat dipilih melalui teknologi informasi strategi dan artikulasi yang diperlukan sistem informasi infrastruktur dan proses. Berbeda dengan logika eksekusi strategi, perspektif ini tidak dibatasi oleh desain organisasi saat ini, melainkan berusaha untuk mengidentifikasi saya terbaik / T kompetensi melalui posisi yang tepat dalam I / T pasar, serta mengidentifikasi internal yang sesuai l / S arsitektur.
    3) Competitive Potential
    Perspektif keselarasan yang berkaitan dengan eksploitasi I/T muncul kemampuan untuk mempengaruhi produk dan layanan baru (ruang lingkup bisnis), mempengaruhi atribut dari kunci strategi (kompetensi khas), dan mengembangkan baru bentuk hubungan (urusan pemerintahan).
    4) Service Level.
    perspektif keselarasan berfokus pada bagaimana membangun organisasi layanan I/S kelas dunia.
    Pespektif pertama dan kedua mengasumsikan strategi bisnis sebagai faktor pendorong, sedang pespektif ketiga dan keempat mengasumsikan strategi TI sebagai pendorong.

    Strategi teknologi informasi harus diartikulasikan ke dalam wilayah eksternal dan wilayah internal
    Tempat dimana perusahaan bersaing dan berkaitan dengan produk pasar dan ciri khas strategi yang khas membedakan perusahaan dari para pesaingnya, serta berbagai keputusan “membuat vs membeli”, termasuk kemitraan dan aliansi. Sebaliknya, domain internal berkaitan dengan pilihan logika struktur administrasi (organisasi fungsional atau divisi atau matriks) dan alasan spesifik untuk desain dan mendesain ulang proses bisnis kritis (pengiriman produk, pengembangan produk, layanan pelanggan, total kualitas), serta perolehan dan pengembangan keterampilan sumber daya manusia yang diperlukan untuk mencapai kompetensi yang dibutuhkan organisasi.
    Wilayah sistem informasi internal harus mengatasi setidaknya 3 komponen, yaitu :
    1. Sistem informasi arsitektur pilihan yang menentukan portofolio aplikasi, konfigurasi perangkat keras, perangkat lunak, dan komunikasi, dan arsitektur data yang secara kolektif mendefinisikan infrastruktur teknis. Hal ini sama dengan pilihan dalam wilayah strategi bisnis internal untuk mengartikulasikan struktur administrasi perusahaan yang berhubungan dengan peran, tanggung jawab, dan struktur otoritas.
    2. Sistem informasi memproses pilihan yang mendefinisikan proses kerja pusat operasi infrastruktur sistem informasi seperti pengembangan sistem, pemeliharaan, dan sistem monitoring dan kontrol. Hal ini sama dengan kebutuhan untuk merancang proses bisnis dan dukungan yang membentuk kemampuan perusahaan untuk menjalankan strategi bisnis.
    3. Sistem informasi keterampilan pilihan yang berkaitan dengan pelatihan pengembangan akuisisi, dan pengetahuan dan kemampuan individu yang diperlukan untuk secara efektif mengelola dan mengoperasikan infrastruktur sistem informasi dalam organisasi. Hal ini sama dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam wilayah bisnis untuk mengeksekusi strategi yang diberikan.

    Membedakan keselarasan strategis dari hubungan tradisional
    Konsep keselarasan strategis berbeda dari pandangan tradisional hubungan dalam empat cara penting yaitu sebagai berikut :
    1) Model Keselarasan Strategis dalam mengadakan beberapa hal untuk perubahan mendasar dalam fokus dari fungsi sistem informasi dari orientasi internal terhadap salah satu dari fit strategis dalam wilayah teknologi informasi, yakni pengakuan pasar I/T eksternal dalam hal lingkup teknologi, tingkat yang diinginkan kompetensi, dan lokus pemerintahan.
    2) Tujuan pengelolaan tradisional untuk fungsi I/S yang diarahkan untuk memastikan bahwa kegiatan I/S terkait dengan kebutuhan bisnis. Henderson dan Venkatraman berpendapat bahwa kesepakatan di masa depan adalah tantangan dengan pemilihan perspektif penyelarasan yang tepat (dari empat orang yang dominan diidentifikasi dalam makalah ini) yang paling sesuai dengan kondisi bisnis dan tujuan organisasi. Pendapat ini membutuhkan kepemimpinan bisnis untuk mempertimbangkan visi yang lebih luas tentang peran potensial dan ruang lingkup I / T dalam organisasi
    3) Model dan perspektif keselarasan alternatif menyoroti keragaman peran dilakukan oleh kedua saluran dan I/S eksekutif.

    Henderson dan Venkatraman menyimpulkan bahwa :
    “Keselarasan yang perspektif adalah yang terbaik?”. Keempat perspektif keselarasan dominan yang menggunakan dua strategi sebagai pengemudi, sama-sama berguna dan kuat dalam memikirkan peran I/T dalam transformasi organisasi. Potensi untuk dampak I/T sangat bervariasi dan kompleks yang pemimpin tertinggi dalam perusahaan harus pertimbangkan perspektif konseptual sebagai lensa alternatif dan bersiaplah untuk terus menerus melakukan adaptasi.

  46. Anugerah Syaifullah P says:

    nama : Anugerah Syaifullah P
    nim : 08410100404
    kelas : Q1

    Kesuksesan dalam mencapai tujuan bisnis merupakan hal yang penting bagi suatu perusahaan. Kesuksesan tersebut hanya akan diraih jikaperusahaan memiliki strategi bisnis yang baik dan didukung denganbantuan teknologi informasi (TI)
    J. C. Henderson dan N. Venkatraman mengembangkan starategi alignment, terdiri dari :
    1. Strategi Bisnis
    2. Strategi TI
    3. Infrastruktur TI
    4. Infrastruktur dan Proses Organisasi
    Menurut J. C. Henderson dan N. Venkatraman keselarasan strategis didasarkan pada dua blok bangunan: strategi fit dan integrasi fungsional. Perlunya setiap strategi untuk mengatasi kedua domain eksternal dan internal.
    1. Strategi fit :
    – Domain eksternal adalah arena bisnis dimana perusahaan bersaing dan bersangkutan dengan keputusan seperti penawaran produk pasar dan strategi yang membedakan perusahaan dengan pesaingnya.
    – Domain internal berkaitan dengan pilihan yang berkaitan dengan logika struktur administrasi dan alasan spesifik untuk desain dan mendesain ulang proses bisnis, serta akuisisi dan pengembangan keterampilan sumber daya manusia yang diperlukan untuk mencapai kompetensi yang dibutuhkan organisasi.
    2. Integrasi fungsional :
    Integrasi antara bisnis dan TI

    Ada 4 domain dalam perspektif alignment untuk mencapai model alignment IT bisnis, yaitu :
    1. Pelaksanaan Strategi
    Strategi bisnis yang digunakan untuk menentukan apakahn membangun atau mengembangkan desain infrastuktur TI yang sudah ada dalam perusahaan.
    2. Transformasi Teknologi
    Digunakan untuk penilaian dari pelaksanaan strategi bisnis serta sistem informasi yang tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
    3. Potensi Kompetitif
    Kemampuan teknologi informasi digunakan untuk mempengaruhi produk dan jasa baru, mempengaruhi strategi kompetensi, hubungang bisnis pemerintahan.
    4. Tingkat Layanan
    Focus kepada pembangunan layanan sistem informasi pada organisasi.

    Kesimpulan :
    Tidak ada perspektif yang menjadi pilihan khusus / terbaik dalam organisasi dikarenakan setiap perspektif memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda tergantung dari kebutuhan masing-masing organisasi.

  47. Nama : Septian Dwi Jaya
    NIM : 10.41010.0228
    Kelas : O1
    —————————————————————–
    Perubahan teknologi informasi membantu peran sistem yang masih lama atau tradisional untuk bisa berkembang kearah peranan strategis yang lebih baik. Perubahan ini tidak hanya mendukung pada elemen strategis bisnis saja melainkan juga pada bentuk baru dari untuk mencapai strategi bisnis yang lebih baik. Namun melihat hak tersebut muncul sebuah kekhawatiran yang menyatakan bahwa investasi dibidang TI adalah hal yang mahal daripada menerima nilai dan keuntungan yang didapat.
    Model bisnis Teknologi Informasi yang bisa menyelaraskan TI dengan proses bisnis adalah dengan menggunakan Strategic Alignment Model (SAM). Strategic Alignment Model merupakan suatu model atau framework yang memberikan kerangka implemntasi bisnis dan system teknologi informasi serta kaitannya dengan komponen infrastruktur, baik untuk bisnis maupun sistem teknologi informasinya. (Henderson dan Venkatraman, 1993).

    Strategic Alignment Model memiliki empat domain, yaitu :
    • Strategi bisnis
    • Strategi teknologi informasi
    • Infrastruktur dan proses organisasi
    • Infrastruktur teknologi informasi

    Strategic Alignment Model ini dapat digunakan untuk menilai berbagai pilihan strategi yang harus diambil organisasi sekaligus mengeksplorasi interrelasinya (Ward and Peppard, 2002). Kekuatan model ini ditunjukkan oleh dua karakteristik dasar dari manajemen strategi yaitu:
    1. Strategic Fit : integrasi antara komponen ekternal dan internal
    2. Functional Integration : integrasi antara bisnis dan TI

    Terciptanya keselarasan strategi yang baik melalui penerapan salah satu model keselarasan tersebut dapat meningkatkan peran IT dalam menciptakan peluang dan keunggulan kompetitif di Perusahaan (Organisasi).

    Sedangkan yang menjadi faktor internal pentingnya Informasi Teknologi dalam organisasi, ialah :
    1.Arsitektur pilihan menentukan portofolio aplikasi. Contoh : hardware, software, dll.
    2.Proses pilihan untuk penentuan pusat operasi pengembangan sistem. Contoh : maintenance, monitoring dan control.
    3.Keterampilan yang berkaitan. Contoh : pelatihan pengembangan.

    Dari uraian tersebut maka saya dapat menyimpulkan, bahwa dalam suatu organisasi harus dapat menentukan sebuah strategi dalam melakukan bisnis. Strategi yang telah ditentukan akan membutuhkan teknologi informasi sesuai dengan perkembangan zaman. Hal-hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar suatu organisasi atau perusahaan dapat bersaing dan mendapatkan keuntungan. Begitu juga dengan penerapan Teknologi Informasi dalam tata kelola sebuah organisasi dapat berjalan baik dengan sebuah strategi tertentu.

  48. Pande Gede Sukrawan says:

    nama : Pande Gede Sukrawan
    Nim : 10410100045
    Kls : Q1

    Di jurnal ini menjelaskan bahwa Henderson dan Venkatraman mengembangkan 4 model dasar pemilihan strategis untuk menyelaraskan teknologi informasi dengan tujuan bisnis.
    4 model itu antaralain :
    1.business strategy
    2.IT strategy
    3.organizational infrastructure and process
    4.IT/IS infrastructure and process
    Dibuatnya model bisnis ini bertujuan untuk menyediakan cara untuk menyelaraskan teknologi informasi dengan tujuan bisnis, sehinga antara tujuan bisnis dan informasi bisa mewujudkan nilai dari investasi IT.
    dari model tersebut digambarkan 2 kateristik yang mendasarinya yaitu :
    -strategic fit (keterkaitan antara komponen eksternal dan internal) , dan
    -functional integration (intergrasi antara bisnis dan domain fungtional).
    model ini juga memiliki 4 prefektif yaitu :
    1.Strategy Execution
    dimana strategi bisnis ini digunakan untuk menentukan desain organisasi dan desain infrastruktur IT.
    2.Technoloy transparmation alignment
    Dimulai dari strategi bisnis, tetapi fokus pada implementasi strategi IT yang tepat, kemudian pada infrastruktur dan proses. Strategi ini memfokuskan pada penerapan strategic agar hasil yang dicapai bisa maksimal
    3.Competitive potential alignment
    Paradigma ini memungkinkan adaptasi atau munculnya suatu strategi bisnis karena munculnya kapabilitas baru dari IT yang dapatmempengaruhi strategic alignment
    4.Service level prespektive
    Cara pandang ini lebih berpikir pada bagaimanacara membuat unit/organisasi IT yangmenyediakan layanan prima. Sehingga proses iniberjalan dengan baik pula sesuai dengankebutuhan dan jenis oraganisasi yang di bentuk

  49. Anggi Prasetyo says:

    NIM : 10410100038
    NAMA : Anggi Prasetyo
    KELAS : Q1
    ———————-
    Menurut pendapat saya keselarasan strategis adalah penyesuaian perencanaan antara strategi SI/TI dengan strategi bisnis sehingga dapat menjadi suatu kesatuan yang dapat mencapai tujuan organisasi . Untuk itu Henderson & Venkatraman mengembangkan sebuah model yang disebut Strategic Alignment Model (SAM) untuk menyelaraskan antar strategi ti dengan strategi bisnis.
    Ada 4 model SAM, diantaranya :
    1. Strategi bisnis
    2. Strategi TI
    3. Infrastruktur organisasi dan proses
    4. Infrastruktur TI dan proses
    Ada 2 karakteristik mendasar dari manajemen strategis :
    1. Strategi fit : keterkaitan antara komponen eksternal dan internal .
    2. Integrasi fungsional : Integrasi antara bisnis dan TI
    Ada 4 perspektif dari penyelarasan strategis :
    1. Pelaksanaan Strategi
    2. Transformasi Teknologi
    3. Potensi Kompetitif
    4. Tingkat Layanan
    Menurut penulis tidak ada perspektif yang terbaik, karena jika ada model universal yang superior untuk merumuskan dan melaksanakan strategi, maka tidak akan menjadi strategis lagi karena semua perusahaan akan mengadopsinya. setiap perspektif mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sehingga sebuah organisasi dapat menyesuaikan perspektif mana yang cocok untuk kebutuhan organisasinya.

  50. Ariesta Fuji Nirmala says:

    NIM : 12.41010.0225
    NAMA : Ariesta Fuji Nirmala
    KELAS : O1

    Konsep Alignment/Integration merupakan penyelarasan antara sistem/teknologi informasi terhadap tujuan organisasi, tujuan ini diperlukan untuk model penyelarasan dalam hal memenuhi strategi, antara strategi bisnis dan strategi sistem/teknologi informasi dalam meningkatkan kinerja organisasi.

    Henderson dan Venkatraman mengusulkan empat perspektif strategic alignment terkait dengan pemanfaatan TI di sebuah organisasi:
    1) Strategy Execution
    strategi ini muncul ketika strategi bisnis berfungsi sebagai kekuatan pendorong. Top Manajemen harus memainkan peran merumuskan strategi untuk mengartikulasikan logika dan pilihan yang berkaitan dengan strategi bisnis, sedangkan peran manajer I/S bahwa seharusnya pelaksana strategi, orang yang desain efisien dan efektif dan mengimplementasikan infrastruktur I/S diperlukan dan proses yang mendukung strategi bisnis yang dipilih. Kriteria kinerja untuk menilai fungsi I/S dalam perspektif ini didasarkan pada parameter keuangan yang berpusat pada biaya.
    2) Technology Transformation
    Perspektif keselarasan ini melibatkan penilaian pelaksanaan strategi bisnis yang tepat dipilih melalui teknologi informasi strategi dan artikulasi yang diperlukan sistem informasi infrastruktur dan proses. Berbeda dengan logika eksekusi strategi, perspektif ini tidak dibatasi oleh desain organisasi saat ini, melainkan berusaha untuk mengidentifikasi saya terbaik / T kompetensi melalui posisi yang tepat dalam I / T pasar, serta mengidentifikasi internal yang sesuai l / S arsitektur.
    3) Competitive Potential
    Perspektif keselarasan yang berkaitan dengan eksploitasi I/T muncul kemampuan untuk mempengaruhi produk dan layanan baru (ruang lingkup bisnis), mempengaruhi atribut dari kunci strategi (kompetensi khas), dan mengembangkan baru bentuk hubungan (urusan pemerintahan).
    4) Service Level.
    perspektif keselarasan berfokus pada bagaimana membangun organisasi layanan I/S kelas dunia.

    Pespektif pertama dan kedua mengasumsikan strategi bisnis sebagai faktor pendorong, sedang pespektif ketiga dan keempat mengasumsikan strategi TI sebagai pendorong.

  51. Nama : Whika Yudha Sasmita
    NIM : 10410100195
    Kelas: P1

    Ringkasan :
    Menurut saya strajik TI-Bisnis saat ini menjadi satu pusat perhatian tersendiri di dalam sebuah organisasi.Dengan strategi TI yang baik akan sangat membantu organisasi dalam mencapai tujuan organisasi.

    John C. Henderson and N. Venkatraman mengembangkan sebuah model business-TI strategic alignment [Henderson and Venkatraman, 1993].Model SAM yang dikembangkan oleh kedua tokoh tersebut merepresentasikan dinamika keselarasan antar konteks strategi bisnis dan strategi TI yang didasarkan pada integrasi susunan strategic dan fungsional.

    Konsep dari strategic alignment di dasarkan pada:

    1. strategic fit ==> menggambarkan bahwa strategi TI seharusnya dikomunikasikan secara jelas dalam domain
    eksternal dan domain internal. (Domain eksternal adalah lingkungan luar dari perusahaan yang dapat memebrikan pengambilan keputusan dan keputusan untuk membedakan diri dari pesaaing. Domain internal adalah lingkungan dalam perusahaan tersebut yang bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasi.)

    2. Functional integration==>merupakan integrasi antara bisnis dan Teknologi Informasi yang mendukung kegiatan bisnis tersebut. Dengan adanya TI yang bagus disertai Tata kelola yang baik akan memberikan dampak positif dalam bisnis yang berjalan di suatu perusahaan.

    Menurut Henderson dan Venkatraman (1993), tingkat kepentingan strategi bisnis dipengaruhi oleh kebijakan strategis perusahaan pada keputusan “make-or-buy”, yakni kemitraan dan aliansi. Kemitraan (partnership) diterjemahkan sebagai seberapa tinggi ketergantungan pengembangan bisnis perusahaan pada mitra strategisnya. Sementara aliansi dijabarkan menurut tingkat ketergantungan pengembangan bisnis perusahaan pada outsourcing.

    Henderson dan Venkatraman (1999) mengusulkan empat perspektif
    strategic alignment terkait dengan pemanfaatan sistem informasi di sebuah organisasi:
    (1) strategy execution;
    Strategi ini bersifat paling umum dan mendasar, dimana strategi bisnis ini menentukan desain dari organisasi dan desain infrastruktur yang ada dalam organisasi. Di mana manajemen puncak merupakan perumus strategi dan sekaligus pengambil keputusan Manajemen Is merupakan pelaksana strategi yang dibuat oleh manajemen puncak.

    (2) technology transformation;
    Dimuali dari strategi bisnis yang tepat serta berfokus pada pengimplementasian TI, infrastruktur yang sesuai, dan proses bisnis yang baik. Dengan adanya dukungan TI yang maksimal diharapkan setiap strategi bisnis yang ada mampu berjalan dengan baik dan memperoleh profit yang maksimal, serta dapat melayani konsumen dengan baik pula.

    (3) competitive potential;
    Dengan adanya kemampuan TI yang mumpuni mampu mempengaruhi produk dan jasa dalam lingkup bisnis,selalu mengembangkan inovasi produk baru agar dapat memikat konsumen. Dengan adalanya berbagai layanan, perusahaan dan konsumen dapat berinteraksi secara langsung dan dapat menangani komplain secara baik untuk mengembangkan prosuknya.

    (4) service level.
    Diharapkan organisasi IT dapat menyediakan layanan yang tangguh bagi siapa saja yang memebutuhkan informasi. sehingga proses bisnis yang ada pada perusahaan berjalan dengan baik sesuai dengan kebutuhan dan jenis organisasi yang dibentuk.

  52. Adhitya Wicaksana says:

    Nama:Adhitya wicaksana
    Nim: 11410100186

    Dari penjelasan jurnal, dikatakan bahwa ada 2 konsep dari strategic alignment, yaitu strategic fit dan functional integration

    Strategic fit sendiri adalah membahas tentang bagaimana sebaiknya seorang manager nenempatkan sebuah perusahaan dalam pasar dan bagaimana struktur sistem informasi seharusnya dikonfigurasi dan di manage , yang dibagi menjadi dua domain yaitu domain eksternal dan domain internal. Kedua domain ini harus selaras karena dapat memaksimalkan performa dari ekonomi perusahaan.

    functional integration adalah membahas tentang integrasi strategi I/T dan strategi bisnis.

    Strategic alignment model ini memiliki 4 perspektif, yaitu:

    *Strategy execution
    Pada strategi ini ada strategi penghitungan untuk menghubungkan antara logika dengan kaitan strategi bisnis, strategi implementator merupakan satu-satunya strategi dalam merancang dan mengimplementasikan kebutuhan dari infrastruktur sistem informasi dan proses nya yang mendukung pemilihan strategi bisnis.

    *Technology transformation
    Perubahan pada teknologi yang berdasar penilaian dari implementasi strategi bisnis yang akan dipilih melalui teknologi informasi yang tepat dan infrastruktur sistem informasi yang diperlukan proses.

    *Competitive potential
    potensi dari kompetisi yang terkait dengan eksploitasi dari munculnya kemampuan teknologi informasi untuk mempengaruhi produk baru dan jasa (lingkup bisnis), mempengaruhi atribut kunci dari strategi, dan mengembangkan bentuk-bentuk baru dari hubungannya.

    *Service level
    Perspektif yang berfokus pada bagaimana untuk membangun layanan sistem informasi organisasi yang berkelas dunia.

    Disini jelas bahwa inti maksud dari Henderson dan Venkatraman adalah bagaimana cara agar strategi TI dan strategi bisnis bisa sejalan dengan cara-cara yang telah di tuliskan pada jurnal untuk mendukung performa perusahaan.

  53. Nama : Doni Fitrah Ajieb
    NIM : 10410100125
    Kelas : O1
    —————————————————————
    Dalam makalah ini, masih ditemukan kelemahan dalam segi framework, namun The Strategic Alignment Model (SAM) milik Henderson and Venkatraman [1999] ini banyak digunakan sebagai dasar bisnis / teori-teori itu keselarasan. Pesan utama dari model ini, bersama banyak penelitian lain, adalah bahwa untuk menjadi perusahaan yang sukses, salah satu harus memastikan bahwa strategi TI sepenuhnya selaras dengan strategi bisnis.
    Konsep dari SAM didasarkan pada 2 komponen yaitu :
    -Strategic fit : integrasi antara komponen eksternal dan internal.
    – Functional integration : integrasi antara bisnis dan TI
    Strategic Alignment Model memiliki domain Eksternal dan internal yaitu :
    > Domain Eksternal terdiri dari :
    – Business Strategy
    – IT Strategy Domain
    > Domain Internal terdiri dari :
    – Business Infrastructure
    – IT Infrastructure Domains
    Henderson & Venkatraman membagi 4 model agar alignment tersebut dapat dicapai:
    1. Strategic execution alignment
    2. Technology transformation alignment
    3. Competitive potential alignment
    4. Service level alignment

  54. Akhmad Rizal says:

    nama : Akhmad Rizal
    Nim : 09.41010.0100

    ——————–

    Strategis penyelarasan

    Konsep keselarasan strategis didasarkan pada dua macam, strategi yang sesuai dan integrasi fungsional. Yang pertama mengakui perlunya setiap strategi untuk mengatasi kedua domain eksternal dan internal. Domain eksternal adalah arena bisnis di mana perusahaan bersaing dan berkaitan dengan keputusan seperti atribut strategi produk pasar fering dan khas yang membedakan perusahaan dari para pesaingnya, serta berbagai keputusan apakah perusahaan harus membut atau membeli, termasuk kemitraan dan aliansi. Sebaliknya, domain internal berkaitan dengan pilihan yang berkaitan dengan logika struktur administrasi (organisasi organisasi atau matriks fungsional atau divisi atau matriks) dan alasan spesifik untuk desain dan mendesain ulang proses bisnis kritis (pengiriman produk, pengembangan produk, layanan pelanggan, kualitas total), serta akuisisi dan pengembangan keterampilan sumber daya manusia yang diperlukan untuk mencapai kompetensi yang dibutuhkan organisasi.
    Dalam domain bisnis, kesesuaian antara posisi eksternal dan pengaturan internal telah menyatakan menjadi penting untuk memaksimalkan kinerja ekonomi. Kami mengadopsi logika ini untuk menyatakan bahwa kesesuaian antara posisi eksternal dan pengaturan internal adalah kesetaraan yang relevan dalam domain I / T. Lebih khusus, kami berpendapat bahwa I / T strategi harus diartikulasikan dalam hal domain eksternal – bagaimana perusahaan diposisikan dalam I / T-pasar dan internal domain-bagaimana I / s (sistem informasi) infrastruktur harus dikonfigurasi dan manajer. Namun, penelitian kami menunjukkan bahwa manajer lebih sering nyaman dengan kemampuan mereka untuk memahami pilihan posisi di pasar bisnis (di mana produk mereka dijual) dibandingkan dengan pemahaman mereka tentang bagaimana secara strategis memposisikan dalam I / T pasar (di mana mereka memperoleh kritis teknologi fungsi yang mendukung dan membentuk strategi bisnis mereka). Hal ini sebagian disebabkan oleh kenyataan bahwa strategi-sebagai-konsep manajemen secara historis telah diterapkan pada pasar output lebih bahwa pasar input dan I / S strategi sering dipandang sebagai fungsional, respon internal terhadap strategi bisnis.
    Jadi, posisi organisasi dalam I / T pasar melibatkan tiga set pilihan:

    1. Information technology -orang teknologi informasi tertentu (misalnya, pencitraan elektronik, jaringan lokal dan luas, sistem pakar, dan robotika) yang mendukung inisiatif strategi bisnis saat ini atau bisa membentuk inisiatif strategi bisnis baru bagi perusahaan. Ini sejalan dengan ruang lingkup bisnis, yang berkaitan dengan pilihan yang berkaitan dengan produk-pasar penawaran di pasar output.

    2. scope Systemic competencies – atribut I / T strategi (misalnya, keandalan sistem, pengontrolan biaya, interkoneksi, fleksibilitas) yang bisa memberikan kontribusi positif bagi penciptaan strategi bisnis baru atau dukungan yang lebih baik dari strategi bisnis yang ada. Ini analog dengan konsep kompetensi bisnis yang khas, yang berhubungan dengan atribut-atribut strategi (harga, kualitas, nilai tambah layanan, saluran distribusi superior) yang berkontribusi terhadap keuntungan khusus untuk sebuah perusahaan atas pesaingnya,

    3. I/T governance – pada pemilihan dan penggunaan mekanisme (misalnya, usaha patungan dengan vendor, aliansi strategis, penelitian bersama dan pengembangan untuk baru I / T kemampuan) untuk memperoleh yang dibutuhkan I / T kompetensi. Ini sejalan dengan tata kelola bisnis, yang melibatkan make-versus-beli pilihan dalam strategi bisnis. Pilihan tersebut mencakup hubungan kompleks antar perusahaan seperti aliansi strategis, joint venture, pertukaran pemasaran, dan lisensi teknologi.
    Dalam Sejalan dengan itu, domain I / S internal harus mengatasi setidaknya tiga komponen, yaitu:

    1. arsitektur I / S – pilihan yang menentukan portofolio aplikasi, konfigurasi perangkat keras, perangkat lunak, dan komunikasi, dan arsitektur data yang secara kolektif mendefinisikan infrastruktur teknis. Hal ini sejalan dengan pilihan dalam arena strategi bisnis internal untuk mengartikulasikan struktur administrasi perusahaan yang berhubungan dengan peran, tanggung jawab, dan struktur otoritas.

    2. proses I / S – pilihan yang mendefinisikan proses kerja pusat operasi infrastruktur I / S seperti pengembangan sistem, pemeliharaan, dan sistem monitoring dan kontrol. Ini sejalan dengan kebutuhan untuk merancang proses bisnis dan dukungan yang membentuk kemampuan perusahaan untuk menjalankan strategi bisnis.

    3. keterampilan I / S – pilihan yang berkaitan dengan, pelatihan pengembangan akuisisi, dan individu-individu yang diperlukan untuk secara efektif mengelola dan mengoperasikan infrastruktur I / S dalam organisasi. Hal ini sejalan dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam domain bisnis untuk mengeksekusi strategi yang diberikan.
    Perlu untuk mengintegrasikan bisnis dan I / T domain. Dimensi kedua dari model keselarasan strategis adalah fungsi integrasi. Kebutuhan untuk mengintegrasikan strategi I / T dan strategi bisnis telah lama dianjurkan oleh kedua peneliti dan praktisi. Dimensi ini secara khusus mempertimbangkan bagaimana pilihan yang dibuat di 9enhance dampak I / T domain atau mengancam) yang dibuat dalam domain bisnis dan sebaliknya. Namun, banyak penelitian saat ini hanya pada isu-isu mengintegrasikan I / S strategi internal (i / S infrastruktur dan proses) sedikit pun persyaratan internal organisasi sebagai respon terhadap strategi bisnis.
    Pendekatan paling sederhana panggilan untuk mempertimbangkan semua kombinasi dari dua domain, yang bivariat – perspektif fit. Jika, misalnya, strategi organisasi dan IT, bisa cukup. Artinya, jika perusahaan bisa dengan mudah beradaptasi dengan proses internal mereka sendiri (baik bisnis dan TI) untuk mendukung setiap strategi posisi pasar yang memungkinkan, para eksekutif bisa mendelegasikan masalah ini dan menghabiskan waktu mereka untuk hanya memahami dinamika pasar. Sayangnya, terdapat kemungkinan signifikan bahwa inkonsistensi internal (arah saling bertentangan) akan terjadi. Misalnya, perspektif bivariat yang dianggap hanya masalah eksternal (bisnis dan I / t strategi tanpa mempedulikan, domain internal organisasi) serius bisa meremehkan kesulitan (risiko) mendesain ulang proses bisnis utama. Atau, cocok bivariat bahwa isu-isu yang dianggap usaha dan I / T strategis cocok secara terpisah telah menyatakan bertanggung disfungsional.Sebaliknya, model keselarasan strategis panggilan untuk pengakuan hubungan multivarian, atau lebih tepatnya, lintas – hubungan domain. Empat jenis cross-domain hubungan dibahas pada bagian berikutnya

  55. Pidesia Agung C says:

    Pidesia Agung C
    10.41010.0076
    Q1

    pada dasarnya yang terdapat dalam penjelasan artikel tersebut yaitu penjelasan yang berdasarkan para pengembang model keselarasan yang strategis menjelasakan bahwa sangat banyak strategi yang dapat di pilih manajer tersebut dengan cara mengeksplorasi yang di dapat dari masalah. model yang di definisikan yaitu:
    1. bussines strategi
    2. information technology strategi
    3. organisational infrastruktur and process
    4. information technology infrastruktur and process

    ada dua dimensi di antara domain yaitu integrasi fungsional dan fit strategis. model ini bertujuan untuk menyediakan cara menyelaraskan teknologi infprmasi dalam bisnis.terdapat 4 buah persektif yaitu:
    1. strategi execution
    di dalam strategi execution ini terdapat sebuah strategi simulator yang bertujuan untuk menghubungkan antara pemikiran logika dan pilihan dalam strategi bisnis, dalam merancang dan mengimplementasikan kebutuhan dan infrastruktur, strategi implementator merupakan satu satunya strategiyang di gunakan danprosesnya yang mendukung untuk melakukan pemilihan stategi bisnis.
    2. Technology Transformation.
    Adanya transformasi teknologi yang melibatkan penilaian dari implementasi strategi bisnis yang akan terpilih melalui teknologi informasi yang tepat dan artikulasi infrastruktur sistem informasi yang diperlukan proses.
    3. Competitive Potential.
    Terkait dengan eksploitasi dari munculnya kemampuan teknologi informasi untuk mempengaruhi produk baru dan jasa (lingkup bisnis), mempengaruhi atribut kunci dari strategi (distinctive competencies), dan mengembangkan bentuk-bentuk baru dari hubungannya (business governance).
    4. Service Level.
    Perspektif yang berfokus pada bagaimana untuk membangun layanan sistem informasi organisasi kelas dunia.

    dengan cara yang biasa, seorang memikirkan TI dalam 3 hal komponen yang terakhir dengan mencerminkan orientasi internal.di dalam perasaan yang tersebar bahawa ia memiliki sedikit hubungan dengan strategi bisnis, akan tetapi ia tadak lebih jauh dari kebenaran.

  56. Pidesia Agung C (10.41010.0076) Q1 says:

    pada dasarnya yang terdapat dalam penjelasan artikel tersebut yaitu penjelasan yang berdasarkan para pengembang model keselarasan yang strategis menjelasakan bahwa sangat banyak strategi yang dapat di pilih manajer tersebut dengan cara mengeksplorasi yang di dapat dari masalah. model yang di definisikan yaitu:
    1. bussines strategi
    2. information technology strategi
    3. organisational infrastruktur and process
    4. information technology infrastruktur and process

    ada dua dimensi di antara domain yaitu integrasi fungsional dan fit strategis. model ini bertujuan untuk menyediakan cara menyelaraskan teknologi infprmasi dalam bisnis.terdapat 4 buah persektif yaitu:
    1. strategi execution
    di dalam strategi execution ini terdapat sebuah strategi simulator yang bertujuan untuk menghubungkan antara pemikiran logika dan pilihan dalam strategi bisnis, dalam merancang dan mengimplementasikan kebutuhan dan infrastruktur, strategi implementator merupakan satu satunya strategiyang di gunakan danprosesnya yang mendukung untuk melakukan pemilihan stategi bisnis.
    2. Technology Transformation.
    Adanya transformasi teknologi yang melibatkan penilaian dari implementasi strategi bisnis yang akan terpilih melalui teknologi informasi yang tepat dan artikulasi infrastruktur sistem informasi yang diperlukan proses.
    3. Competitive Potential.
    Terkait dengan eksploitasi dari munculnya kemampuan teknologi informasi untuk mempengaruhi produk baru dan jasa (lingkup bisnis), mempengaruhi atribut kunci dari strategi (distinctive competencies), dan mengembangkan bentuk-bentuk baru dari hubungannya (business governance).
    4. Service Level.
    Perspektif yang berfokus pada bagaimana untuk membangun layanan sistem informasi organisasi kelas dunia.

    dengan cara yang biasa, seorang memikirkan TI dalam 3 hal komponen yang terakhir dengan mencerminkan orientasi internal.di dalam perasaan yang tersebar bahawa ia memiliki sedikit hubungan dengan strategi bisnis, akan tetapi ia tadak lebih jauh dari kebenaran.

  57. M Hary Prianthoko says:

    NIM : 10410100031
    NAMA : M. Hary Prianthoko
    KELAS : O1

    Menurut saya untuk mengetahui manfaat teknologi informasi yang diterapkan pada suatu perusahaan yang ada sekarang ini maka perlu adanya pengukuran manfaat teknologi informasi yang menekankan pada harmonisasi tujuan dan rencana implementasi teknologi informasi. Keselarasan strategis secara khusus menunjuk pada koordinasi bisnis ekternal sebuah organisasi dan tujuan-tujuan teknologi informasi dan bisnis intenal organisasi tersebut dan infrastruktur organisasional teknologi informasinya. Keselarasan strategi secara khusus menjelaskan proses kordinasi diantara domain-domain ekternal dan internal dari bisnis dan teknologi informasi, dari gambar yang ada menekanan pentingnya model keselarasan strategis Henderson Venkatraman, sebagai sebuah arsitektur untuk formulasi strategi informasi.
    Model ini menggambarkan keselarasan yang dinamis antara strategi TI dengan strategi Bisnis, merupakan model yang terdiri atas empat kuadran. Setiap kuadran terdiri atas tiga komponen yang bila dianalisis bersama, dapat digunakan untuk menentukan defenisi operasional kuadran yang ditempatinya. Keempat kuadran tersebut adalah strategi bisnis, strategi TI, infrastruktur perusahaan dan berbagai proses, serta infrastruktur TI dan berbagai proses.
    1. Strategi Bisnis : melibatkan semua kebijakan yang terkait dengan pemilihan posisi perusahaan dalam konstelasi pasar, dan mendefenisikan bagaimana perusahaan menyadari keunggulan kompetitif yang dimilikinya.
    2. Strategi TI : melibatkan semua kebijakan terkait TI yang mampu memposisikan perusahaan di pasar global.
    3. Infrastruktur perusahaan dan berbagai proses : kebijakan yang menentukan pengaturan internal perusahaan dalam rangka melaksakan strategi bisnis.
    4. Infrastruktur TI dan berbagai proses : kebijakan yang menentukan bagaiamana perusahaan melakukan pengaturan terhadap TI, atau bagaimana organisasi melakukan eksekusi terhadap strategi TI.

    interelasi dalam SAM yang menggambarkan keterkaitan antar empat domain. Meskipun masing-masing domain memiliki sifat yang penting, namun domain-domain tersebut akan bermanfaat bila difungsikan secara bersamaan. Untuk tujuan tersebut, SAM menetapkan dua kaitan antar domain. Keterkaitan pertama tersusun secara vertikal yang disebut kesesuaian strategi dan berkonsentrasi pada perlunya pengambilan keputusan bisnis yang akan menentukan posisi perusahaan pada konstelasi pasar, lengkap dengan kebijakan tentang infrastruktur perusahaan dengan komponen-komponenya. Keterkaitan kedua tersusun secara horizontal yang disebut integrasi fungsional. Keterkaitan tersebut menerapkan prinsip yang sama dengan kesesuain strategi namun terhadap aspek fungsional dari domain bisnis maupun TI. Strategi TI harus berubah bila strategi bisnis mengalami perubahan, dan perubahan tersebut juga diikuti dengan penyesuaian yang dilakukan oleh infrastruktur dan proses, baik dari sisi bisnis maupun TI.
    jadi dengan adanya model SAM ini dapat menggambarkan dan mempersiapkan suatu rancangan yang meningkatkan kemampuan TI untuk dapat memperbaiki bahkan mengubah suatu organisasi.

  58. NIM : 10.41010.0139
    Nama : Muhammad Miftahol Hadi

    Ringkasan :

    menurut pemahaman saya setelah membaca “keselarasan strategis : memanfaatkan teknologi informasi untuk mengubah organisasi”, sebagai berikut :

    J.C. Handerson dan N. Venkatraman mengungkapkan bahwa teknologi informasi telah berevolusi dari orientasi tradisional dukungan administratif menuju peran yang lebih strategis dalam sebuah organisasi. Didalamnya masih ada kekurangan yang sangat mencolok pada kerangka dasar. Dalam bacaan ini, J.C. Handerson dan N. Venkatraman mengembangkan sebuah model yang disebut dengan model keselarasan strategis. Model keselaran strategis didefinisikan dalam empat domain dasar pilihan strategis :
    1. strategi bisnis
    2. strategi teknologi informasi
    3. infrastruktur dan proses organisasi
    4. infrastruktur teknologi informasi
    Mereka juga menggambarkan kekuatan model keselarasan strategis dalam hal dua karakteristik mendasar dari manajemen strategis :
    1. strategis cocok (keterkaitan antara komponen eksternal dan internal)
    2. integrasi fungsional (integrasi antara bisnis dan domain fungsional)
    Mereka juga berpendapat bahwa ketidakmampuan untuk menyadari nilai dari investasi teknologi informasi adalah, sebagian, karena kurangnya keselarasan antara bisnis dan teknologi informasi strategi organisasi. Kami melihat strategi sebagai melibatkan formulasi (keputusan yang berkaitan dengan kompetitif, produk-pasar pilihan) dan penerapannya (pilihan yang berhubungan dengan struktur dan kemampuan perusahaan untuk melaksanakan produk-pasar pilihannya).

  59. Afifuddin Muhajir says:

    Nama : Afifuddin Muhajir
    NIM : 10410100135
    MK : TKTI

    Pada dasarnya logika keselarasan strategik dalam SAM adalah manajemen TI yang efektif mensyaratkan keseimbangan antara empat domain.
    Keselarasan strategik yakni
    1.kinerja ekonomis merupakan hasil langsung dari kemampuan manajemen dalam menciptakan kecocokan strategik (strategic fit) antara posisi organisasi diarena pasar produk kompetitifdan desain struktur administratif yang sesuai dalam mendukung eksekusistrategi, dan
    2.kococokan strategik adalah proses dinamik atau keselarasan strategik bukan peristiwa tunggal (an event) tapi merupakan proses adaptasi dan perubahan yang terus berlangsung. Dalam model keselarasan strategi initerdapat dua domain, yakni domain internal (infrastruktur administratif, proses,dan ketrampilan) dan domain eksternal (lingkungan bisnis, kompetensi dantatakelola bisnis).

    Henderson dan Venkatraman (1999) mengusulkan empat perspektif dalam mencapai keselarasan yang meliputi :
    1.Pertama adalah eksekusi strategi, pandanganini menjangkar pada pernyataan bahwa strategi bisnis yang telahdiartikulasikan dan merupakan faktor penyebab yang harus dipertimbangkanuntuk memilih dan medesain infrastruktur TI.
    2.Perspektif kedua, transformasiteknologi, pandangan keselarasan ini menekankan pada penilaian implementasistrategi bisnis melalui strategi TI yang sesuai dan artikulasi infrastruktur danproses yang disyaratkan. Pada perspektif ini desain organisasi menjadi fleksibeldan tidak menjadi kendala, artinya desain organisasi dapat disesuaikan untuksuksesnya pelaksanaan strategi.
    3.Perspektif ketiga, potensial kompetitif,pandangan yang didasarkan pada strategi TI sebagai pemampu, menekankanpada eksploitasi kemampuan TI yang ada dalam organisasi agar berdampakpada munculnya produk dan servis baru (business scope), mempengaruhi atributstrategi (distinctive competence), dan mengembangkan bentuk bentuk relasi baru(business governance). Perspektif ini memberi kemungkinan untuk terjadiadaptasi pada strategi bisnis dengan memamfaatkan kemampuan TI.
    4.Perspektif keempat, tingkatan pelayanan (service level), pandangan yang didasarkan padastrategi TI sebagai pemampu, menfokuskan diri pada upaya menciptakanorganisasi pelayanan kelas dunia. TI dipahami akan menciptakan kemampuanuntuk memenuhi kebutuhan sistem informasi pelanggan

  60. Nanang Sugiono says:

    NAMA : Nanang Sugiono
    NIM : 10410100235
    KELAS : O1

    Strategi Alignment :

    Memanfaatkan Teknologi Informasi Untuk Merubah Organisasi
    Berdasarkan J. C. Henderson dan N. Venkatraman (1999)

    Menurut saya, Model Keselarasan Strategis (SAM) dari Henderson dan Venkatraman [1999] secara luas digunakan sebagai dasar Bisnis / IT Aligment teori. Pesan utama dari model ini adalah bahwa untuk menjadi perusahaan sukses, kita harus memastikan bahwa strategi TI sepenuhnya selaras dengan strategi bisnis. Model Keselarasan Strategis terdiri dari empat perspektif yang terdiri dari tiga komponen masing-masing. Semua komponen bekerja sama menentukan tingkat keselarasan.
    strategic alignment model menurut Henderson dan Venkatraman [1999] menggambarkan empat perspektif penyelaras dominan antara lain sebagai berikut :

    1.Strategy Execution.
    ini berlabuh pada gagasan bahwa strategi bisnis telah diartikulasikan dan dikendalikan dari desain organisasi dan desain i/s infrastruktur

    2.Technology Transformation.
    Melibatkan penilaian dari implementasi strategi bisnis yang terpilih melalui teknologi informasi yang tepat dan artikulasi infrastruktur sistem informasi yang diperlukan. perspektif ini tidak dibatasi oleh desain organisasi, tetapi berusaha untuk mengidentifikasi TI kopetensi terbaik dan sesuai struktur I/S

    3.Competitive Potential.
    Merupakan Perspektif yang berfokus pada bagaimana untuk membangun layanan sistem informasi organisasi kelas dunia. Menerapkan strategi TI baru untuk mempengaruhi produk baru dan jasa.berbeda dengan perspektif sebelumnya, perspektif ini memungkinkan adaptasi strategi bisnis melalui bisnis TI.

    4.Service Level.
    Perspektif yang berfokus pada bagaimana untuk membangun layanan sistem informasi organisasi kelas dunia.

    Tiga komponen dalam Sistem Informasi yaitu:

    1. Informations System architecture
    2. Informations System processes
    3. Informations System skills

  61. Nama : Agus Wijanarko Halim
    NIM : 10.41010.0009
    Kelas : Q1

    Judul : Strategic Alignment: Leveraging information technology for transforming organizations

    Rangkuman Penjelasan :

    Dari penjelasan abstract yang saya baca, mengatakan bahwa masih ada kelemahan atau kekurangan dari penggunaan IT yang awalnya masih digunakan untuk kegiatan administrasi berubah menjadi suatu strategi yang digunakan oleh perusahaan untuk mengembangkan organisasinya. Kelemahan tersebut dikarenakan tidak adanya penyelarasan antara IT yang digunakan dengan tujuan bisnis yang ada sehingga menyebabkan suatu organisasi tidak dapat maju. Di dalam jurnal ini dijelaskan bahwa ada cara yang dilakukan untuk dapat menyelaraskan antara IT yang digunakan dengan tujuan bisnis yang ada. Cara tersebut dinamakan dengan Strategic Alignment Model (SAM) yang terdiri dari 4 model, yaitu :
    1. Business strategy
    2. Information technology strategy
    3. organizational infrastructure and processes
    4. information technology infrastructure and processes.
    Strategic Alignment Model (SAM) itu sendiri dalam penggunaannya juga berfokus pada 2 konsep dasar dari strategic management, yaitu :
    1. Strategic fit (the interrelationships between external and internal components)
    2. Functional integration (integration between business and functional domains)
    Untuk lebih spesifik, terdapat 4 perspektif dari penyelarasan strategis untuk membimbing dalam pelatihan menajement di mana 4 perspektif tersebut adalah :
    1. Strategy execution
    Dalam perspektif ini, salah satu model dari SAM yaitu business strategy berperan sebagai driver atau pendorong utama dan performance criteria yang ingin dicapai adalah cost/service center.
    2. Technology transformation
    Dalam perspektif ini, salah satu model dari SAM, yaitu business trategy berperan sebagai driver atau pendorong utama dan performance criteria yang ingin dicapai adalah technology leadership/kepemimpinan teknologi.
    3. Competitive potential
    Dalam perspektif ini, salah satu model dari SAM yaitu IT strategy berperan sebagai driver atau pendorong utama dan performance criteria yang ingin dicapai adalah business leadership/kepemimpinan dalam bisnis.
    4. Service level
    Dalam perspektif ini, salah satu model dari SAM yaitu IT strategy berperan sebagai driver atau pendorong utama dan performance criteria yang ingin dicapai adalah customer satisfication/kepuasan pelanggan.

  62. Ardityo Hari P says:

    Nama : Ardityo Hari P
    NIM : 10.41010.0026
    Kelas : Q1
    ————————————————————————-
    Strategic alignment memiliki fokus dalam memastikan hubungan antara bisnis dan rencana TI, menentukan, merawat dan memastikan IT value proposition; dan pada aligning IT operation. Pendapat tentang strategic alignment ini diperkenalkan oleh Henderson dan Venkatraman yang dijadikan landasan filosofi berfikir. Henderson dan Venkatraman mengembangkan strategic alignment menjadi empat elemen:
    a) business strategy,
    b) IT strategy,
    c) organizational infrastructure and process,
    d) IT/IS infrastructure and process.
    Elemen tersebut terdiri dari dua bagian, yaitu:
    1) Bagian eksternal (business strategy dan IT strategy), dan
    2) Bagian internal (organizational infrastructure and process, dan IS infrastructure and process).
    Keduanya harus diselaraskan dengan menggunakan:
    a) strategic fit: bagaimana strategi IT harus dibahasakan dalam domain external dan domain internal, dan
    b) functional integration: bagaimana arah TI akan mempengaruhi arah bisnis (business domain).
    Berdasarkan pendapat dari Henderson dan Venkatraman , dapat disimpulkan bahwa strategic alignment yang tepat, kredibilitas dan relevan dibangun dengan memperhatikan prioritas IT, anggaran, isu-isu bisnis yang paling hangat dan menjadi perhatian organisasi dan pelanggan. Hal ini dapat diperoleh melalui diskusi dengan dengan stakeholder dan pelanggan bisnis untuk memahami apa yang penting. Kebutuhan stakeholder tersebut selanjutnya diterjemahkan kedalam strategic alignment yang mudah dipahami oleh para CEO dan pelanggan untuk memastikan bahwa IT dapat memberikan perannya secara optimal untuk memenuhi dan menjawab kebutuhan tersebut.

  63. I Gusti Ngurah Gandhi P says:

    NIM : 10410100014
    NAMA : I Gusti Ngurah Gandhi P
    KELAS : Q1

    Menurut yang saya pahami dari isi jurnal ini, adalah bahwa Strategic Alignment Model merupakan sebagai framework yang berisi kerangka untuk menyelaraskan IT dengan Strategi bisnis. Kerangka ini digunakan untuk mengkonsep dan mengarahkan peran strategis/manajemen TI selain itu TI dapat di manfaatkan terus menerus untuk mencapai kenunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
    Disini dijelaskan bahwa kerangka tersebut ada empat domain, dan itu pun dibagi menjadi dua yaitu, dua domain internal dan dua domain eksternal. Domain external dapat disebut juga sebagai Domain Strategi dan domain Internal dapat disebut sebagai Domain InfraStruktur.
    Domain Strategi (internal) terdiri dari:
    • Strategi bisnis
    1. Scope meliputi lingkup bisnis yang seperti apa.
    2. Distinctive Competencies meliputi membedakan diri dari pesaing.
    3. Governance meliputi hubungan bisnis yang bergantung pada apa.
    • Strategi IT
    1. Scope meliputi teknologi seperti apa yang mendukung lingkup tersebut.
    2. IT Competencies meliputi karakteristik TI.
    3. It Governance meliputi hubungan eksternal yang tergantung pada IT.
    Domain Infrastruktur (eksternal) terdiri dari:
    • Infrastuktur Bisnis
    1. Structure meliputi sturktur organisasi.
    2. Processes meliputi proses bisnis utama.
    3. Skills meliputi kompetensi HR yang diperlukan.
    • Infrastruktur IT
    1. Infrastructure meliputi: Hardware, Software, Database, Networks.
    2. Processes meliputi: Development, Maintenance, Operations.
    3. Skills meliputi kemampuan untuk mampertahankan arsitektur dan meng eksekusi proses.

  64. M. Haris Ginanjar says:

    Nama:M. Haris Ginanjar
    Nim:10410100086
    Kelas Q1

    Menurut saya pandangan dari henderson dan vertakram adalah Penyelarasan (alignment) merupakan usaha untuk menyesuaikan perencanaan strategi SI/TI dengan strategi bisnis agar investasi teknologi yang dilakukan dapat menciptakan keunggulan kompetitif oraganisasi tersebut. Strategic alignment berarti kesesuaian antara prioritas dan aktivitas fungsi SI dan unit bisnis.

    Pemimpin memegang peranan penting dalam mewujudkan keselarasan strategi bisnis dan strategi SI/TI dalam suatu organisasi.Jadi:
    • Seorang pemimpin harus mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi lingkungan dalam mewujudkan perubahan budaya kerja organisasi dalam memanfaatkan teknologi informasi.
    • Seorang pemimpin harus mampu mengarahkan dan menuntun bawahan untuk bersama-sama menuju perubahan.
    • Seorang pemimpin harus mampu mengontrol, mengendalikan dan mengawasi pemanfaatan teknologi informasi dalam mencapai keunggulan kompetitif organisasi serta mendukung strategi bisnis organisasi.

    Faktor-faktor yang mempengaruhi keselarasan antara lain struktur organisasi, alokasi sumber daya, teknologi, perencanaan, budaya dan komunikasi. Kondisi ekternal sosio-ekonomi dan teknologi juga mempengaruhi penyelarasan. Dan juga penempatan posisi TI yang tepat dalam struktur organisasi sangat penting untuk keberhasilan penyelarasan.

  65. Ikmal fahmi says:

    Nama: Ikmal fahmi
    Nim: 10410100194
    Kelas: P1
    ————————————
    Empat perspektif keselarasan I/T yang dominan.
    Dalam penyelarasan I/T dengan strategi bisnis perusahaan terdapat 4 perspektif yang dibagi kedalam dua cross-domain relationship (2 hubungan antar domain yang saling berkaitan) yaitu:

    •Strategi bisnis sebagai driver.
    Salah satu dari 2 cross-domain relationship ini akan muncul ketika strategi bisnis berperan sebagai suatu kekuatan yang mendorong (driver).
    1. Perspektif pertama: strategy execution (pelaksanaan strategi).
    Perspektif ini berfokus pada gagasan bahwa strategi bisnis telah diartikulasikan dan merupakan pendorong dalam pemilihan desain organisasi dan desain infrastruktur i/s.
    2. Perspektif kedua: technology transformation ( transformasi teknologi ).
    Perspektif keselarasan ini melibatkan penilaian pelaksanaan strategi bisnis yang tepat dipilih melalui strategi I/T dan artikulasi yang diperlukan untuk infrastruktur dan proses I/S.

    •Strategi I/T sebagai enabler.
    Cross-domain relationship berikutnya muncul ketika manajemen melakukan eksplorasi tentang bagaimana TI dapat memungkinkan bisnis baru atau ditingkatkan dengan implikasi organisasi yang sesuai.
    3. Perspektif ketiga: competitice potential (potensi yang kompetitif).
    Perspektif ini berkaitan dengan eksploitasi kemampuan I/T untuk mempengaruhi produk dan layanan baru (ruang lingkup bisnis), mempengaruhi atribut kunci dari strategi (keunikan kompetensi), dan mengembangkan bentuk-bentuk baru dari relasi I/T dengan bisnis (tata kelola).
    4. Perspektif ke-empat: service level (tingkat pelayanan).
    Perspektif ini berkaitan dengan bagaimana organisasi membangun sebuah pelayanan I/S tingkat dunia. Perspektif ini membutuhkan pengetahuan tentang dimensi eksternal dari strategi I/T dengan desain internal infrastruktur dan proses I/S yang sesuai.

  66. Tiara Indah Kusumawati says:

    NIM : 12.41010.0216
    Nama : Tiara Indah Kusumawati
    Kelas : O1

    J. C. Henderson dan N. Venkatraman mengembangkan starategi alignment, terdiri dari :
    1. Strategi Bisnis
    2. Strategi TI
    3. Infrastruktur TI
    4. Infrastruktur dan Proses Organisasi
    Menurut J. C. Henderson dan N. Venkatraman keselarasan strategis didasarkan pada dua blok bangunan: strategi fit dan integrasi fungsional. Perlunya setiap strategi untuk mengatasi kedua domain eksternal dan internal.
    1. Strategi fit :
    – Domain eksternal adalah arena bisnis dimana perusahaan bersaing dan bersangkutan dengan keputusan seperti penawaran produk pasar dan strategi yang membedakan perusahaan dengan pesaingnya.
    – Domain internal berkaitan dengan pilihan yang berkaitan dengan logika struktur administrasi dan alasan spesifik untuk desain dan mendesain ulang proses bisnis, serta akuisisi dan pengembangan keterampilan sumber daya manusia yang diperlukan untuk mencapai kompetensi yang dibutuhkan organisasi.
    2. Integrasi fungsional :
    Integrasi antara bisnis dan TI
    J. C. Henderson dan N. Venkatraman mengusulkan bahwa posisi organisasi di pasar TI melibatkan tiga set pilihan, yaitu :
    1. Lingkup Informasi Teknologi
    Digunakan untuk mendukung strategi bisnis yang sudah ada atau strategi bisnis baru bagi perusahaan. Ex : elektronik pencitraan, sistem pakar, robotika.
    2. Kompetensi sistemik
    Memberikan kontribusi positif bagi penciptaan strategi bisnis baru atau mendukung strtegi bisnis yg sudah ada. Ex : keandalan sistem, biaya tingkat kerja, interkoneksi, fleksibilitas.

    3. IT pemerintahan
    Pemilihan dan penggunaan mekanisme, sejalan dengan tata kelola bisnis, yang melibatkan membuat disbanding dengan membeli pilihan dalam strategi bisnis. Ex : usaha patungan dengan vendor, aliansi strategis, penelitian bersama dan pengembangan kemampuan untuk TI baru.
    Ada 4 domain dalam perspektif alignment untuk mencapai model alignment IT bisnis, yaitu :
    1. Pelaksanaan Strategi
    Strategi bisnis yang digunakan untuk menentukan apakahn membangun atau mengembangkan desain infrastuktur TI yang sudah ada dalam perusahaan.

    2. Transformasi Teknologi
    Digunakan untuk penilaian dari pelaksanaan strategi bisnis serta sistem informasi yang tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

    3. Potensi Kompetitif
    Kemampuan teknologi informasi digunakan untuk mempengaruhi produk dan jasa baru, mempengaruhi strategi kompetensi, hubungang bisnis pemerintahan.

    4. Tingkat Layanan
    Focus kepada pembangunan layanan sistem informasi pada organisasi.
    Kesimpulan :
    Tidak ada perspektif yang terbaik dalam organisasi dikarenakan setiap perspektif memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda tergantung dari kebutuhan masing-masing organisasi, penerapan TI dapat memberikan solusi yang tepat jika digunkan dengan tepat dan tidak semua organisasi membutuhkan TI.

  67. Arief Setiawan says:

    Nama : Arief Setiawan
    Nim : 12.41010.0228
    Kelas : O1

    keselarasan strategis :Memanfaatkan Teknologi Informasi Untuk Mengubah Organisasi
    Keselarasan antara bisnis dan IT merupakan sebuah proses dimana bertujuan untuk mencapai keunggulan kompetitif melalui pengembangan dan mempertahankan hubungan timbal balik antara bisnis dan IT dengan menggunakan model (Henderson dan Venkatraman, 1993). Dimana model tersebut memiliki 4 (empat) domain strategis menurut Luftman (2000) diantara nya yaitu :
    1. Strategi Bisnis
    Didalam strategi bisnis ini ada 3 komponen yang mendukungnya yaitu Business scope(dalam Pelayanan bisnis dan Produknya), Distinctive competencies(Pengembangan Produk sampai ke biaya produkna), Business Governance (mengelolah hubungan dengan mitra strategi).
    2. Infrastruktur dan Proses Organisasi
    Didalam strategi bisnis ini ada 3 komponen yang mendukungnya yaitu Administrative Structure(Struktur Organisasi sampai Cara Menjalankannya),Proceses (Aliran kerja organisai), Skill (Pengelolahan SDM)
    3. Strategi IT
    Didalam strategi bisnis ini ada 3 komponen yang mendukungnya yaitu Technologi scope (Lingkup strategi aplikasi sampai ke teknologi informasinya), Systemic competencies (Akses informasi dan pencapaian strategi), IT Governance (Tanggung jawab pengelola sumber teknologi dan penyedia layanannya)
    4. Infrastruktur dan Proses IT/IS
    Didalam strategi bisnis ini ada 3 komponen yang mendukungnya yaitu Architecture (Prioritas perangkat keras dan data platform yang dapat menunjang penyediaan informasi bagi organisasi), Process (Pengembangan& Perawatan), Skill (Pertimbangan SDM).
    Selain itu ada 2 elemen yang disebutkan bahwa IT harus di artikulasikan dengan External Domain dan Internal Domain.
    1. Didalam external domain dibagi menjadi 2 artikulasi yaitu :
    • Business Strategy dan IT strategi
    2. Didalam Internal Domain dibagi menjadi 2 artikulasi yaitu :
    • Infrastruktur Administrasi dan Infrastruktur IS dan Proses
    Banyak teknik perencanaan yang dapat kami simpulkan dari artikel tersebut, salah satunya perencanan strategis yang dipopulerkan pada tahun 1970-an dan 1980-an. tetapi perencanaan strategis tersebut telah keluar dari jalurnya atau gagal dikarenakan kesulitan didalam mengenali sifat dinamis dari strategi nya.

  68. Angga Wpy says:

    Nim : 10410100015
    Nama : Angga wahyu prima yogi
    kelas : Q1

    Ringkasan :

    Model keselarasan strategis memiliki empat domain, yaitu :
    •strategi bisnis
    •strategi teknologi informasi
    •infrastruktur dan proses organisasi,
    •infrastruktur teknologi informasi dan masing-masing proses yang mendasari dimensi

    Disini dijelaskan kekuatan model tersebut dalam hal dua karakteristik mendasar dari manajemen strategis, yaitu :
    1.fit strategis
    keterkaitan antara komponen eksternal dan internal
    2.dan integrasi fungsional
    integrasi antara bisnis dan domain fungsional

    Dari empat perspektif keselarasan dominan yang menggunakan dua strategi sebagai Driver yang berguna dan kuat dalam berpikir tentang peran TI dalam transformasi organisasi. Disini diharapkan agar manajer tidak mempertimbangkan TI sebagai pemecahan masalah dan akibatnya fokus hanya pada dua perspektif dengan strategi TI sebagai titik awal, yaitu potensi kompetitif dan service level. potensi dampak TI sangat bervariasi dan kompleks bahwa lensa konseptual eksekutif dan bersiaplah untuk terus menerus melakukan adaptasi. Dan manfaatkan dengan positive

  69. Tiara Indraswar (12.41010.0221) says:

    NIM : 12.41010.0221
    Nama : Tiara Indraswari
    Kelas : O1

    #KONSEP KESELARASAN#
    Literatur mengindikasikan adanya sejumlah konsep keselarasan menurut Knoll dan Jarvenpaa (1995) dapat dikategorikan sebagai memiliki seleksi alami, interaksi, atau pendekatan multivariate. Dari tiga kategori tersebut, Knoll dan Jarvepaa (1995) menyatakan bahwa pendekatan multivariat merupakan konsep yang paling lengkap. Konsep tersebut mengadopsi prinsip ekuifanilitas yang berarti bahwa ada beberapa kombinasi variable organisasional yang berbeda yang mampu membawa perusahaan pada kondisi selaras dengan efektivitas yang sama. Beberapa hasil kerja yang paling komprehensif yang mengadopsi konsep multivariat adalah Faktor Sukses Kritis (Rockart, 1979), Analisis Rantai Nilai (Porter, 1985), dan Model Keselarasan Strategi (Henderson dan Venkatraman, 1992). Model Keselarasan Strategi, (atau SAM) dari Henderson dan Venkatraman, (1992) dipandang sebagai yang paling diterima secara luas, paling banyak diterapkan dalam praktek, dan paling banyak dirujuk dalam penelitian (antara lain Pant dan Hsu, 1999, Tallor, et al, 2000)

    #MODEL KESELARASAN#
    SAM (diilustrasikan pada Figure 1), mencerminkan keselarasan yang dinamis antara strategi Bisnis. Dan merupakan model yang terdiri atas empat kuadran. Setiap kuadran terdiri atas tiga komponen yang bila dianalisi bersama, dapat digunakan untuk menentukan definisi operasional kuadran yang ditempatinya. Ke empat kuadran tersebut adalah strategi bisnis, strategi TI, infrastruktur perusahaan dan berbagai proses. Deskripsi untuk masing-masing kuadran adalah sebagai berikut:
    1.Strategi bisnis: Melibatkan semua kebijakan yang terkait dengan pemilihan posisi perusahaan dalam konstelasi pasar, dan mendefinisikan bagaimana perusahaan menyadari keunggulan kompetitif yang dimilikinya.
    2.Strategi TI: Melibatkan semua kebijakan terkait TI yang mampu memposisikan perusahaan di pasar (global).
    3.Infrastruktur perusahaan dan berbagai proses: Kebijakan yang mampu menentukan pengaturan internal perusahaan dalam rangka melaksanakan strategi bisnis, dan bagaimana perusahaan melakukan pengaturan terhadap TI, atau bagaimana organisasi melakukan eksekusi terhadap strategi TI.

    #SIMPULAN#
    Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik fleksibilitas infrastruktur TI yang diandalkan mampu mendorong perusahaan dalam mewujudkan dan mempertahankan keselarasan yang memiliki deskripsi sebagai berikut:
    1.Konektivitas. Konektivitas infrastruktur TI adalah kemampuan infrastruktur tersebut untuk setiap saat memnuhi permintaan koneksi antar staf, area fungsional, atau aplikasi yang berada baik di dalam maupun di luar perusahaan sehingga masing-masing entitas tersebut dapat saling berinteraksi satu dengan yang lainnya.
    2.Kompatibilitas. Kompatibilitas infrastruktur TI adalah kemampuan infrastruktur untuk memanfaatkan secara bersama-bersama semua komponen infrastruktur TI oleh semua yang berkepentingan dengan perusahaan tanpa harus memiliki atau menggunakan teknologi.
    3.Modularitas. Modularitas unfrastruktur TI adalah kemampuan infrastruktur TI yang dikembangkan atau dimodifikasi komponen-komponennya sehingga membentuk konfigurasi baru dalam rangka memenuhi rekruitmen dari pihak bisnis.
    4.Pengetahuan dan keterampialn staf TI. Pengetahuan dan keterampillan yang dapat memberikan andil sehingga infrastruktur TI bersifat fleksibel.
    5.Integrasi. Infrastruktur TI yang fleksibel mampu mengitegrasikan data dan berbagai proses penting dalam menunjang ketersediaan informasiyang siap untuk dimanfaatkan dalam rangka pengambilan keputusan serta mempercepat perpindahan informasi dari satu lokasi ke lokasi lain.

  70. Fifi Faristia says:

    NIM : 10410100206
    NAMA : FITRIANA FARISTIA
    KELAS : O1

    Keselarasan Strategis : Memanfaatkan teknologi informasi untuk mengubah organisasi

    Dalam jurnal ini, Henderson dan Venkatraman menilai saat ini masih ada kekurangan dari kerangka dasar (Framework) untuk suatu organisasi walaupun teknologi informasi telah berevolusi dari yang awalnya hanya berorientasi tradisional sekarang menjadi peran penting bagi kesuksesan suatu organisasi. Maka dari itu diusulkanlah sebuah model baru yaitu “Keselarasan strategis teknologi informasi” yang berasal dari manajemen strategis TI.
    Tujuan dari Keselarasan strategis TI yaitu untuk menyelaraskan teknologi informasi dengan tujuan bisnis dalam rangka mewujudkan nilai dari investasi TI. Cara yang dilakukan adalah dengan mendukung keselarasan antara empat perspektif keselarasan Strategis yang paling utama, yaitu :
    1) Strategi bisnis
    2) Strategi TI
    3) Infrastructur organisasi dan proses
    4) Infrastructur TI/SI dan proses
    Sedangkan dua karakteristik dasar dari manajemen strategi yaitu:
    a) Strategic Fit : integrasi antara komponen ekternal dan internal
    b) Functional Integration : integrasi antara bisnis dan Komponen TI
    Strategi penyelarasan bisnis IT dapat dicapai dengan cara-cara sebagai berikut:
    1. Strategi eksekusi

    Strategi ini mengasumsikan bahwa strategi bisnis yang diartikulasikan adalah pengemudi dari kedua pilihan desain organisasi dan desain infrastruktur TI. Keselarasan dikatakan sebagai perspektif yang paling umum dan banyak dipahami karena tampilan manajemen strategis yang hirarkis.
    Driver: Strategi Bisnis
    Peran Top Management: Strategi perumus
    Peran Manajemen TI : Pelaksana Strategi
    Kinerja Kriteria: Biaya / Pusat Layanan

    2. Teknologi transformasi

    Keselarasan ini melibatkan penilaian pelaksanaan strategi bisnis yang dipilih melalui strategi TI yang sesuai dan artikulasi infrastruktur TI yang diperlukan dan proses. Strategi ini tidak dibatasi oleh desain organisasi saat ini, melainkan berusaha untuk mengidentifikasi kemungkinan kompetensi TI mana yang terbaik melalui posisi yang tepat di pasar TI.
    Driver: Strategi Bisnis
    Peran Manajemen Puncak: Visionary Teknologi
    Peran Manajemen TI : Arsitek Teknologi
    Kinerja Kriteria: Kepemimpinan Teknologi

    3. Potensi kompetitif

    Perspektif ini berkaitan dengan eksploitasi timbulnya kemampuan TI untuk mempengaruhi produk dan layanan baru (ruang lingkup bisnis), mempengaruhi atribut kunci dari strategi (kompetensi khas) dan mengembangkan bentuk-bentuk baru dari hubungan (urusan pemerintahan).
    Driver: IT Strategi
    Peran Manajemen Puncak: Visionary Bisnis
    Peran Manajemen TI : Catalyst
    Kinerja Kriteria: Kepemimpinan Bisnis

    4. Service Level

    Tingkat layanan perspektif keselarasan berfokus tentang bagaimana membangun layanan organisasi TI kelas dunia. Dalam perspektif ini peran strategi bisnis adalah tidak langsung dan dipandang perlu untuk memastikan efektifitas penggunaan TI.
    Driver: IT Strategi
    Peran Manajemen Puncak: Prioritizer
    Peran Manajemen TI : Kepemimpinan Eksekutif
    Kinerja Kriteria: Kepuasan Pelanggan

    Menurut penulis tidak ada satu modus universal yang paling unggul untuk merumuskan dan menerapkan strategi. jika ada pasti tidak akan strategis karena semua perusahaan akan mengadopsi strategi tersebut.
    Diharapkan model ini dapat menyediakan seperangkat ide, alat dan ilustrasi untuk meningkatkan kemampuan TI yang muncul untuk perubahan organisasi dan pasar.  

  71. Aryadi Kusuma says:

    NIM : 10410100158
    Nama : Aryadi Kusuma
    Kelas : O1

    Strategic alignment memiliki fokus dalam memastikan hubungan antara bisnis dan rencana TI, menentukan, merawat dan memastikan IT value proposition dan pada aligning IT operation . Pendapat tentang strategic alignment ini diperkenalkan oleh Henderson dan Venkatraman yang dijadikan landasan filosofi berfikir.
    strategic alignment dibagi menjadi 4 elemen:
    1.Business strategy
    2.IT strategy
    3.Organizational infrastructure and process
    4.IT/IS infrastructure and process

    Elemen tersebut terdiri dari dua bagian yaitu:
    -bagian eksternal ( business strategy dan IT strategy )
    -bagian internal (organizational infrastructure and process, dan IS infrastructure and process).

    Keduanya harus diselaraskan dengan menggunakan:
    -Strategic fit
    bagaimana strategi IT harus dibahasakan dalam domain external dan domain internal
    -Functional integration
    bagaimana arah TI akan mempengaruhi arah bisnis ( business domain ).

    Henderson & Venkatraman mengatakan ada 4 model bagaimana alignment tersebut dapat dicapai:
    1. Strategic execution alignment
    2. Technology transformation alignment
    3. Competitive potential alignment
    4. Service level alignment

    Pespektif pertama dan kedua mengasumsikan strategi bisnis sebagai faktor pendorong, sedang pespektif ketiga dan keempat mengasumsikan strategi TI sebagai pendorong.

  72. Ika Sustianing Ifani says:

    ==>> Peran dan dampak teknologi informasi pada suatu organisasi secara signifikan telah mengalami perubahan selama beberapa dekada belakangan. Perubahan teknologi informasi (TI) ini membantu peran system yang masih lama atau tradisional untuk bisa berkembang kearah peranan strategis yang lebih baik. Perubahan ini tidak hanya mendukung pada elemen strategis bisnis saja melainkan juga pada bentuk baru dari untuk mencapai strategi bisnis yang lebih baik. Namun melihat hak tersebut muncul sebuah kekhawatiran yang menyatakan bahwa investasi dibidang TI adalah hal yang mahal daripada menerima nilai dan keuntungan yang didapat.

    ==>> Untuk itu Henderson dan Venkatraman (1993) menyatakan bahwa model bisnis TI yang bisa menyelaraskan TI dengan proses bisnis adalah dengan menggunakan strategic alignment model (SAM). SAM adalah suatu model atau framework yang memberikan kerangka implemntasi bisnis dan system teknologi informasi serta kaitannya dengan komponen infrastruktur, baik untuk bisnis maupun system teknologi informasinya.

    ==>> Konsep keselarasan strategi ini didasarkan pada 2 karakteristik dasar dari manajemen strategis, yaitu:
    a.Strategic fit = integrasi antara komponen eksternal maupun internal.
    •Pada bagian eksternal, perusahaan mempunyai strategi bisnis didalamnya seperti ruang lingkup bisnis, tata kelola bisnis dan kemampuan tersendiri.
    •Pada bagian internalnya berkaitan dengan logika dan struktur administrative (fungsional atau divisi atau matriks organisasi) dan alasan khusus untuk bisa mendesain ulang dari proses bisnis (produk, pengiriman, pengembangan produk, pelanggan, kualitas layanan yang total) serta akuisisi dan pengembangan ketrampilan sumber daya manusia yang diperlukan untuk mencapai kompetensi organisasi.
    b.Functional integration = integrasi antara bisnis dan TI

    ==>> Untuk menyelaraskan posisi organisasi di pasar IT terdapat 3 pilihan, yaitu:
    a.Lingkungan teknologi informasi
    Dalam pilihan ini spesifik teknologi informasi (contoh: pencitraan elektronik, jaringan area local, expert system dan robotika) dapat mendukung inisiatif strategi bisnis saat ini atau strategi bisnis yang baru dan dapat menginisiatif bagi perusahaan.
    b.Kompetensi sistemik
    Dalam pilihan ini kontribusi positif yang diperoleh dapat untuk suatu strategi bisnis yang baru maupun dapat mendukung yang telah ada untuk dapat menjadikan strategi bisnis itu bisa lebih baik lagi.
    c.I/T pemerintahan
    Dalam pilihan ini seleksi dan penggunaan mekanisme ini untuk bisa mendapatkan kompetensi TI yang diperlukan.

    ==>> Terdapat 4 domain dalam perspektif alignment dalam mencapai model alignment IT bisnis, yaitu:
    a.Strategi pelaksanaan
    Perspektif ini menjelaskan gagasan dalam melakukan strategi bisnis baik dalam hal menentukan pilihan desain organisasinya maupun desain system informasinya.
    b.Transformasi teknologi
    Perspektif ini menjelaskan mengenai penilaian terhadap pelaksanaan strategi bisnis dan system informasi yang dibutuhkan untuk menunjang prosesnya.
    c.Potensi unggulan
    Perspektif ini berkaitan dengan cara mengeksploitasi teknologi informasi dengan cara menggunakan produk dan layanan sebagai factor yang dapat mempengaruhi strategi bisnis.
    d.Tingkat layanan
    Perspektif ini menjelaskan bagaiman cara membangun dunia dengan menggunakan system informasi layanan terhadap organisasi.

  73. Nim: 12.41010.0222
    Nama: Ika Sustianing Ifani
    Kelas:O1

    ==>> Peran dan dampak teknologi informasi pada suatu organisasi secara signifikan telah mengalami perubahan selama beberapa dekada belakangan. Perubahan teknologi informasi (TI) ini membantu peran system yang masih lama atau tradisional untuk bisa berkembang kearah peranan strategis yang lebih baik. Perubahan ini tidak hanya mendukung pada elemen strategis bisnis saja melainkan juga pada bentuk baru dari untuk mencapai strategi bisnis yang lebih baik. Namun melihat hak tersebut muncul sebuah kekhawatiran yang menyatakan bahwa investasi dibidang TI adalah hal yang mahal daripada menerima nilai dan keuntungan yang didapat.

    ==>> Untuk itu Henderson dan Venkatraman (1993) menyatakan bahwa model bisnis TI yang bisa menyelaraskan TI dengan proses bisnis adalah dengan menggunakan strategic alignment model (SAM). SAM adalah suatu model atau framework yang memberikan kerangka implemntasi bisnis dan system teknologi informasi serta kaitannya dengan komponen infrastruktur, baik untuk bisnis maupun system teknologi informasinya.

    ==>> Konsep keselarasan strategi ini didasarkan pada 2 karakteristik dasar dari manajemen strategis, yaitu:
    a.Strategic fit = integrasi antara komponen eksternal maupun internal.
    •Pada bagian eksternal, perusahaan mempunyai strategi bisnis didalamnya seperti ruang lingkup bisnis, tata kelola bisnis dan kemampuan tersendiri.
    •Pada bagian internalnya berkaitan dengan logika dan struktur administrative (fungsional atau divisi atau matriks organisasi) dan alasan khusus untuk bisa mendesain ulang dari proses bisnis (produk, pengiriman, pengembangan produk, pelanggan, kualitas layanan yang total) serta akuisisi dan pengembangan ketrampilan sumber daya manusia yang diperlukan untuk mencapai kompetensi organisasi.
    b.Functional integration = integrasi antara bisnis dan TI

    ==>> Untuk menyelaraskan posisi organisasi di pasar IT terdapat 3 pilihan, yaitu:
    a.Lingkungan teknologi informasi
    Dalam pilihan ini spesifik teknologi informasi (contoh: pencitraan elektronik, jaringan area local, expert system dan robotika) dapat mendukung inisiatif strategi bisnis saat ini atau strategi bisnis yang baru dan dapat menginisiatif bagi perusahaan.
    b.Kompetensi sistemik
    Dalam pilihan ini kontribusi positif yang diperoleh dapat untuk suatu strategi bisnis yang baru maupun dapat mendukung yang telah ada untuk dapat menjadikan strategi bisnis itu bisa lebih baik lagi.
    c.I/T pemerintahan
    Dalam pilihan ini seleksi dan penggunaan mekanisme ini untuk bisa mendapatkan kompetensi TI yang diperlukan.

    ==>> Terdapat 4 domain dalam perspektif alignment dalam mencapai model alignment IT bisnis, yaitu:
    a.Strategi pelaksanaan
    Perspektif ini menjelaskan gagasan dalam melakukan strategi bisnis baik dalam hal menentukan pilihan desain organisasinya maupun desain system informasinya.
    b.Transformasi teknologi
    Perspektif ini menjelaskan mengenai penilaian terhadap pelaksanaan strategi bisnis dan system informasi yang dibutuhkan untuk menunjang prosesnya.
    c.Potensi unggulan
    Perspektif ini berkaitan dengan cara mengeksploitasi teknologi informasi dengan cara menggunakan produk dan layanan sebagai factor yang dapat mempengaruhi strategi bisnis.
    d.Tingkat layanan
    Perspektif ini menjelaskan bagaiman cara membangun dunia dengan menggunakan system informasi layanan terhadap organisasi.

  74. Tegar Muharyana Putra says:

    NIM : 12.41010.0223
    Nama : Tegar Muharyana Putra
    Kelas: O1

    Dari besarnya keragaman dari pasar dan negara, IT adalah lebih dari sekedar anggapan lama yang hanya sebagai “back office” peran dan penyusunan kedepan, peranan stratejik IT berpotensi tidak hanya sebagai pendukung dalam pemilihan strategi bisnis, tetapi juga dapat digunakan untuk membentuk strategi bisnis baru. Saya berpendapat bahwa ketidakmampuan dalam merealisasi nilai investasi IT adalah bagian dari ketidak selarasan antara bisnis yang menjadi sasaran dengan IT yang ada.

    Dasar dari strategi penyelarasan adalah 2 hal, yaitu:
    1. Performa ekonomi yang secara langsung berhubungan dengan kemampuan manajemen untuk membuat strategi yang tepat antara posisi dari organisasi dalam arena persaingan produk dipasaran dan desain dari struktur administrasi yang tepat untuk mendukung eksekusi penyelarasan strategi.

    2. Strategi yang tepat ini diturunkan secara dinamis. Pilihan dibuat dari satu perusahaan bisnis, atau dari sebuah ketegasan (bukan dasar utama strategi).

    Denga demikian, penyelarsan strategi bukan merupakan sebuah aktivitas, namun sebuah proses yang secara terus menerus beradaptasi dan terus berganti.

  75. Irfan Zuhdi says:

    Nama : Irfan Zuhdi Muhammad
    NIM : 11410100182
    Kelas: P1

    Inti yang dapat saya ambil dalam jurnal pada halaman 474-475 adalah tentang keselarasan strategis.
    memang diperlukan strategi-strategi apapun itu untuk mengatasi domain eksternal dan internal.
    domain eksternal yaitu wadah bisnis di mana perusahaan bersaing dan berkaitan dengan keputusan seperti contohnya pasar produk dan atribut strategi khas yang membedakan perusahaan dari para pesaingnya.
    domain internal yaitu hal yang berkaitan dengan logika struktur administrasi dan usulan spesifik untuk desain dan mendesain ulang suatu proses bisnis serta mengakuisisi dan mengembangkan keterampilan sumber daya manusia yang diperlukan untuk mencapai kompetensi yang dibutuhkan dalam suatu organisasi.

    dengan demikian, J.C. Henderson dan N. Venktraman mengatakan tentang posisi organisasi (eksternal) dalam pasar melibatkan 3 komponen dan harus diatasi, yaitu :
    1. Cakupan Teknologi Informasi
    2. Kompetensi Sistemik
    3. Teknologi Informasi Pemerintahan

    dan dalam hal yang sama pula J.C. Henderson dan N. Venktraman mengatakan domain internal harus dapat mengatasi setidaknya 3 komponen, yaitu :
    1. Arsitektur Sistem Informasi
    2. Proses Sistem Informasi
    3. Keahlian Sistem Informasi

  76. Nim: 12.41010.0222
    Nama: Ika Sustianing Ifani
    Kelas O1

    ==>> Peran dan dampak teknologi informasi pada suatu organisasi secara signifikan telah mengalami perubahan selama beberapa dekada belakangan. Perubahan teknologi informasi (TI) ini membantu peran system yang masih lama atau tradisional untuk bisa berkembang kearah peranan strategis yang lebih baik. Perubahan ini tidak hanya mendukung pada elemen strategis bisnis saja melainkan juga pada bentuk baru dari untuk mencapai strategi bisnis yang lebih baik. Namun melihat hak tersebut muncul sebuah kekhawatiran yang menyatakan bahwa investasi dibidang TI adalah hal yang mahal daripada menerima nilai dan keuntungan yang didapat.

    ==>> Untuk itu Henderson dan Venkatraman (1993) menyatakan bahwa model bisnis TI yang bisa menyelaraskan TI dengan proses bisnis adalah dengan menggunakan strategic alignment model (SAM). SAM adalah suatu model atau framework yang memberikan kerangka implemntasi bisnis dan system teknologi informasi serta kaitannya dengan komponen infrastruktur, baik untuk bisnis maupun system teknologi informasinya.

    ==>> Konsep keselarasan strategi ini didasarkan pada 2 karakteristik dasar dari manajemen strategis, yaitu:
    a.Strategic fit = integrasi antara komponen eksternal maupun internal.
    •Pada bagian eksternal, perusahaan mempunyai strategi bisnis didalamnya seperti ruang lingkup bisnis, tata kelola bisnis dan kemampuan tersendiri.
    •Pada bagian internalnya berkaitan dengan logika dan struktur administrative (fungsional atau divisi atau matriks organisasi) dan alasan khusus untuk bisa mendesain ulang dari proses bisnis (produk, pengiriman, pengembangan produk, pelanggan, kualitas layanan yang total) serta akuisisi dan pengembangan ketrampilan sumber daya manusia yang diperlukan untuk mencapai kompetensi organisasi.
    b.Functional integration = integrasi antara bisnis dan TI

    ==>> Untuk menyelaraskan posisi organisasi di pasar IT terdapat 3 pilihan, yaitu:
    a.Lingkungan teknologi informasi
    Dalam pilihan ini spesifik teknologi informasi (contoh: pencitraan elektronik, jaringan area local, expert system dan robotika) dapat mendukung inisiatif strategi bisnis saat ini atau strategi bisnis yang baru dan dapat menginisiatif bagi perusahaan.
    b.Kompetensi sistemik
    Dalam pilihan ini kontribusi positif yang diperoleh dapat untuk suatu strategi bisnis yang baru maupun dapat mendukung yang telah ada untuk dapat menjadikan strategi bisnis itu bisa lebih baik lagi.
    c.I/T pemerintahan
    Dalam pilihan ini seleksi dan penggunaan mekanisme ini untuk bisa mendapatkan kompetensi TI yang diperlukan.

    ==>> Terdapat 4 domain dalam perspektif alignment dalam mencapai model alignment IT bisnis, yaitu:
    a.Strategi pelaksanaan
    Perspektif ini menjelaskan gagasan dalam melakukan strategi bisnis baik dalam hal menentukan pilihan desain organisasinya maupun desain system informasinya.
    b.Transformasi teknologi
    Perspektif ini menjelaskan mengenai penilaian terhadap pelaksanaan strategi bisnis dan system informasi yang dibutuhkan untuk menunjang prosesnya.
    c.Potensi unggulan
    Perspektif ini berkaitan dengan cara mengeksploitasi teknologi informasi dengan cara menggunakan produk dan layanan sebagai factor yang dapat mempengaruhi strategi bisnis.
    d.Tingkat layanan
    Perspektif ini menjelaskan bagaiman cara membangun dunia dengan menggunakan system informasi layanan terhadap organisasi.

  77. Rosik F. Aldian says:

    Nama : Rosik F. Aldian
    NIM : 10410100133
    Kelas :O1

    =====================================================================

    Pemahaman saya dari jurnal “Strategic Aligment : Leveraging Information Technology For Transforming Organizations” adalah :
    Penyelarasan merupakan usaha untuk menyesuaikan perencanaan strategi SI/TI dengan strategi bisnis agar investasi teknologi yang dilakukan dapat menciptakan keunggulan kompetitif oraganisasi tersebut. Strategic alignment berarti kesesuaian antara prioritas dan aktivitas fungsi SI dan unit bisnis. Penyelarasan rencana SI/TI dengan rencana bisnis bukanlah tugas yang mudah dan informasi mengenai bagian-bagian vital yang harus diselaraskan tentu akan meningkatkan keberhasilan dalam upaya penyelarasan tersebut serta memastikan bahwa penerapan SI/TI sesuai dengan kebutuhan strategis dari bisnis. Pemimpin organisasi memiliki peran penting dalam menentukan strategi SI/TI serta menentukan bagaimana melaksanakan penyelarasan strategi, sehingga strategi SI/TI dirancang untuk mendukung pelaksanaan strategi bisnis organisasi. Model keselarasan yang diilustrasikan dalam gambar oleh C.J.Henderson dan N. Venkatraman terdiri dari 4 kuadran, yaitu strategi bisnis, strategi IT, infrastruktur organisasi dan berbagai proses, dan infrastruktur TI dan berbagai proses. Strategi SI/TI melibatkan semua kebijakan terkait TI yang mampu memposisikan organisasi di persaingan global. Infrastruktur organisasi dan berbagai proses merupakan kebijakan yang menentukan pengaturan internal organisasi dalam rangka melaksanakan strategi bisnis. Infrastruktur TI dan berbagai proses merupakan kebijakan yang menentukan bagaimana organisasi melakukan pengaturan TI atau bagaimana organisasi melakukan eksekusi terhadap strategi TI.

  78. annisa r.b.n says:

    Annisa RBN/11410100279 kelas P1

    SAM dari Henderson dan Venkatraman yang terdiri dari 4 quadran banyak dijadikan review dari keselarasan perspektif. bahwa tingkat kepentingan strategi bisnis dipengaruhi oleh kebijakan strategis perusahaan pada keputusan“make-or-buy”, yakni kemitraan dan aliansi. lebih dari pada itu bagaimana metode penyelarasan strategi bisnis yang tepat(koheren&kompeherensif) dengan adanya issue, TVO dan scorecard?

  79. NAMA : Dwi Retno Wulandari
    NIM : 10.41010.0050
    Kelas : O1

    Strategic alignment menurut pemahaman saya adalah tentang penyelarasan antara sistem/teknologi informasi terhadap tujuan organisasi, tujuan ini diperlukan untuk model penyelarasan dalam hal memenuhi strategi, antara strategi bisnis dan strategi sistem/teknologi informasi dalam meningkatkan kinerja organisasi.

    Konsep dari model SAM(Strategic Alignment Model berfokus pada strategic fit dan functional integration.Strategic fit (keterkaitan antara komponen eksternal dan internal)sedangkan functional integration(integrasi antara bisnis dan domain fungsional ).

    Terdapat empat keselarasan perspektif dalam jurnal tersebut yaitu : (1) strategy execution; (2) technology transformation; (3) competitive potential; dan (4) service level. Pespektif pertama dan kedua mengasumsikan strategi bisnis sebagai faktor pendorong, sedang pespektif ketiga dan keempat mengasumsikan strategi TI sebagai pendorong.

    Meskipun begitu dalam jurnal tersebut tidak disebutkan bahwa ada keselarasan perspektif yang dianggap paling baik karena setiap organisasi mempunyai perspektif masing-masing untuk meningkatkan kinerja organisasi.

  80. budiyanto prasetyo says:

    Nama:Budiyanto PRasetyo
    NIM: 10.41010.0255
    kelas: P1

    Handerson mengusulkan integrasi teknologi dengan bisnis sebab TI berpotensi sebagai pembantu dalam sebuah strategi bisnis, tetapi TI bisa membentuk strategi bisnis baru. Namun ada kalanya investasi TI tidak mencapai tujuan, kurang sadarnya nilai dan insvestasi TI merupakan kurangnya keselarasan antara strategi bisnis dan pengolahan TI.
    Tingkatan kritis dalam mencapai kemampuan yang lebih dinamis tidak bersinergi dengan baik, sebab dengan teknologi yang canggih tetapi tidak bias memanfaatkan teknologi yang berbeda dari pesaing.
    Keselarasan strategi dapat digunakan untuk menilai berbagai pilihan strategi yang harus diambil organisasi sekaligus mengeksplorasi interelasi-nya (Ward and Peppard, 2002).
    Ada dua karakteristik dasar dari manajemen strategi yaitu
    1. strategic fit : integrasi antara komponen ekternal dan internal
    2. functional integration : integrasi antara domain bisnis dan TI
    Ada 4 landasan teori berpikir dari strategic aligment milik Henderson dan Venkatraman:
    1. business strategy
    2. IT strategy
    3. organizational infrastructure and process
    4. IT/IS infrastructure and process
    empat perspektif dominan keselarasan
    1.strategi bisnis sebagai pengendali
    2.strategi TI sebagai enabler
    3. isu kunci dan tantangan manajemen
    4.menyimpulkan komentar

  81. abdurrab says:

    Nim : 09410100185
    Nama : Abdul Rrab
    Kelas : Q1

    Dari model business – penyelarasan strategis IT yang perkenalkan oleh John C. Henderson and N. Venkatraman [Henderson and Venkatraman, 1993], bahwa Strategic Alignment Model (SAM) atau model keselarasan strategi didefinisikan sebagai framework yang memberikan kerangka implementasi bisnis dan sistem informasi/teknologi informasi (SI/TI) serta kaitannya dengan komponen infrastruktur baik untuk bisnis maupun SI/TI (Henderson and Venkatraman, 1993; Luftman et al. 1993). Dari Model SAM dijelaskan dinamika keselarasan antar konteks strategi bisnis dan strategi TI yang didasarkan pada integrasi susunan strategic dan fungsional.
    SAM memiliki 4 dasar dari pilihan strategi :
    – Strategi bisnis
    – Strategi teknologi informasi
    – Infrastruktur dengan proses organisasi
    – Infrastruktur dengan proses teknologi informasi.
    dan terdapat 12 komponen yang terbagi dalam 4 kategori yang menggambarkan keselarasan bisnis-TI (Luftman et al. 2000) yaitu :
    1. Strategi Bisnis
    a. Business scope: termasuk berbagai macam pasar, produk, layanan, konsumen dan lokasi organisasi berada dan bersaing, serta pesaing yang berpotensi untuk mempengaruhi lingkungan bisnis.
    b. Distinctive competencies : merupakan Critical Success Faktor (CSF) dan kompetensi inti yang yang dimiliki organisasi. Termasuk reputasi, penelitian, manufaktur, pengembangan produk, biaya, dan jalur dari distribusi.
    c Business Governance : bagaimana mengelola sebuah organisasi untuk membangun relasi antara manajemen yang ada dalam organisasi (perusahaan) dengan stakeholder, termasuk bagaimana organisasi dipengaruhi oleh peraturan pemerintah serta cara organisasi mengelola hubungan tersebut dan aliansi dengan mitra strategis.
    2. Infrastruktur dan Proses Organisasi
    a. Administrative structure : cara dan struktur organisasi dalam menjalankannya.
    b. Processes: bagaimana aktivitas, operasi yang dilakukan, dan proses kinerja dalam organisasi.
    c. Skills : manajemen dan pengelolaan sumber daya manusia seperti motivasi, pengembangan, dan perekrutan / pemberhentian pekerja.
    3. Strategi TI
    a. Technology scope: lingkup strategi aplikasi dan teknologi informasi penting.
    b. Systemic competencies: kapabilitas teknologi informasi seperti akses informasi penting untuk pembentukan dan pencapaian strategi.
    c. IT governance : bagaimana kewenangan dan tanggung jawab pengelolaan sumber teknologi informasi antara mitra bisnis, manajemen TI, dan penyedia layanan.
    4. Infrastruktur dan proses SI/TI
    a. Architecture : prioritas, kebijakan, dan pilihan teknologi yang memungkinkan untuk manajemen aplikasi, perangkat lunak, jaringan, perangkat keras, serta data dalam platform yang menunjang penyediaan informasi bagi organisasi.
    b. Processes : Aktivitas pengembangan dan perawatan aplikasi.
    c. Skills : Pertimbangan sumberdaya manusia TI seperti pengembangan, karir, dan pengadaan / pemberhentian SDM TI.

  82. Aziz Hadi says:

    Nama : Aziz Nur Kartika Hadi
    NIM : 11.41010.0265
    Kelas: O1

    Henderson dan Venkatraman mengusulkan sebuah model untuk bisnis yang diselaraskan dengan Teknologi Informasi yang dimaksudkan untuk mendukung integrasi Teknologi Informasi ke dalam strategi bisnis, mereka menyebutnya dengan Strategic Alignment Model (SAM).

    SAM memiliki 4 dasar model strategi yang saling terkoneksi:
    1. Strategi Bisnis (Eksternal)
    2. Strategi TI (Eksternal)
    3. Infrastruktur dan Proses Organisasi (Internal)
    4. Infrastruktur dan Proses TI (Internal)

    Berikut penjelasan yang menggambarkan keselarasan anatara Bisnis dan TI
    1. Strategi Bisnis : Fokus pada pengelolaan organisasi dalam menjalin relasi internal dan eksternal serta pengembangan produk dan biaya dan layanan terhadap konsumen.
    2. Infrastruktur dan Proses Organisasi : Fokus pada pengelolaan Sumber Daya Manusia, Proses Kinerja, dan Struktur Organisasi.
    3. Strategi TI : Fokus pada pengelolaan Teknologi Informasi untuk pembentukan dan pencapaian strategi bisnis yang telah dibuat.
    4. Infrastruktur dan Proses TI : Fokus pada pengelolaan yang lebih teknis, seperti perangkat lunak dan keras, jaringan, manajemen aplikasi, perawatan dan pengembangan aplikasi dan yang terakhir adalah memberikan hak akses dan pengentahuan kepada sumber daya manusia tentang TI.

    Model keselarasan strategi ini dapat digunakan untuk menilai berbagai pilihan strategi yang harus diambil organisasi sekaligus mengeksplorasi interrelasi-nya (Ward and Peppard, 2002). Kekuatan model ini ditunjukkan oleh dua karakteristik dasar dari manajemen strategi yaitu:

    1. Fit Strategi : Integrasi komponen Eksternal dan Internal,
    2. Integrasi Fungsional : Integrasi antara proses bisnis dan TI

    Tujuan dari model yang diusulkan oleh Henderson dan Venkatraman adalah menyediakan cara yang menyelaraskan Teknologi Informasi dengan Strategi Bisnis untuk mewujudkan nilai dari investasi TI. Sehingga tercipta keselarasan strategi yang baik melalui penerapan salah satu model keselarasan tersebut yang dapat meningkatkan peran TI dalam menciptakan peluang dan keunggulan kompetitif di perusahaan/organisasi.

  83. Filzah Apritasari says:

    Nama: Filzah Apritasari
    NIM : 10.41010.0224
    Kelas: P1

    Henderson dan Venkatraman dalam teorinya mengatakan ada empat model alignment tersebut dapat dicapai model alignment IT business dengan cara:
    1. Strategic execution alignment
    Bersifat hirarkis dan paling umum, dimana strategi bisnis menentukan desain organisasi dan desain infrastruktur IT. Strategi ini merupakanyang paling banyak manfaatnya dalam penerapan strategic alignment.

    2. Technology transparmation alignment
    Dimulai dari strategi bisnis, tetapi fokus pada implementasi strategi IT yang tepat, kemudian pada infrastruktur dan proses. Strategi ini memfokuskan pada penerapan strategic agar hasil yang dicapai bisa maksimal.

    3. Competitive potential alignment
    Paradigma ini memungkinkan adaptasi atau munculnya suatu strategi bisnis karena munculnya kapabilitas baru dari IT yang dapat mempengaruhi strategic alignment.

    4. Service level prespektive
    Cara pandang ini lebih berpikir pada bagaimana cara membuat unit/organisasi IT yang menyediakan layanan prima. Sehingga proses ini berjalan dengan baik pula sesuai dengan kebutuhan dan jenis oraganisasi yang di bentuk.

  84. Angga Wahyu says:

    NIM : 10.41010.0203
    NAMA : Angga Wahyu W
    KELAS : O1

    J.C.Henderson dan N.Venkatraman mengusulkan model bisnis yang disebut dengan Strategic Alignment Model dengan tujuan untuk mengintegrasikan teknologi informasi ke dalam strategi bisnis, sehingga antara tujuan bisnis dengan teknologi informasi bisa menjadi satu kesatuan dalam mencapai tujuan bisnis.

    Strategi Alignment Model(SAM) dibagi menjadi empat bagian :
    1. Strategi Bisnis
    2. Strategi Teknologi Informasi
    3. Proses dan Infrastruktur Organisasi
    3. Proses dan Infrastruktur Teknologi Informasi

    Keempat elemen tersebut dibagi lagi menjadi dua bagian :
    1. Bagian Internal
    2. Bagian Eksternal

    Bagian Internal meliputi proses dan infrastruktur organisasi dengan proses dan infrastruktur teknologi informasi sedangkan bagian eksternal meliputi strategi bisnis dengan strategi teknologi informasi.

    Stategi bisnis akan menentukan proses dan strukfur organisasi sedangkan stategi Teknologi Informasi akan menentukan proses dan infrastruktur Teknologi Informasi. Integrasi antara stategi bisnis dengan strategi Teknologi Informasi akan menentukan strategi fungsional.

    Terdapat empat perspektif yang dikemukaan yaitu :

    1.Penerapan Strategi(Strategi Execution)

    Strategi bisnis menjadi driver dalam melakukan perancangan organisasi dan perancangan infrastruktur teknologi informasi. Manajemen puncak merumuskan strategi bisnis, kemudian manajer sistem informasi mendesain dan mengimplementasikan kebutuhan proses dan infrastruktur teknologi informasi untuk mendukung strategi bisnis yang ditetapkan.

    2. Transformasi Teknologi (Technology Transformation)

    Manajemen puncak merumuskan strategi bisnis bersama dengan teknologi informasi yang diperlukan. Teknologi informasi melekat pada saat strategi bisnis baru dirumuskan, kemudian manajer sistem informasi menentukan proses dan infrastruktur teknologi informasi yang diperlukan.

    3. Kompetitif (Competitive)

    Teknologi informasi memiliki peran dalam mendukung merumuskan strategi. Teknologi digunakan untuk meningkatkan kualitas strategi bisnis. Proses ini dimulai dengan strategi teknologi informasi yang disesuaikan dengan area-area strategi bisnis untuk masa akan datang.

    4. Tingkat Pelayanan (Service level)

    Strategi teknologi dan infrastruktur teknologi informasi dibangun dengan mempertimbangkan kebutuhan bisnis yang bersifat universal. Perusahaan melakukan perencanaan infrastruktur organisasi sesuai dengan layanan yang disediakan teknologi informasi.

    Dengan adanya model strategi ini diharapkan perusahaan akan mampu menyelaraskan teknologi informasi dengan proses bisnis, sehingga akan mampu mencapai tujuan bisnis

  85. jamrodzi firdani akbar says:

    NIM : 10410100189
    NAMA : Jamrodzi F.A
    KELAS : O1

    Menurut pemahaman saya, strategic alignment model (SAM)
    yang di sampaikan oleh henderson dan venkatraman adalah sebuah kerangka kerja yang menyelaraskan anatar strategi bisnis dengan IT

    konsep dari strategic alignment di dasarkan pada 2 komponen pembentuk di antaranya sebagai berikut :
    1. strategic fit
    integrasi antara komponen eksternal dan internal
    2. functional integration
    integrasi antara bisnis dan TI

    strategic alignment model menggambarkan empat perspektif penyelaras dominan antara lain sebagai berikut :
    1. strategy execution
    dalam perspektif ini memandang strategi bisnis sebagai pengendali atau roda penggerak dari kedua pilihan desain
    organisasi dan logika IS infrastruktur (pandangan, klasik hirarkis, manajemen strategis). di mana manajemen puncak adalah perumus strategi sedangkan
    manajemen IS adalah pelaksana strategi.
    2. technology transformation
    dalam perspektif ini juga memandang strategi bisnis sebagai pengendali, namun melibatkan artikulasi strategi IT untuk mendukung strategi bisnis yang di pilih dan spesifikasi
    yang sesuai dengan yang di butuhkan IS infrastrukur dan proses. manajemen puncak harus memberikan visi teknologi untuk mengartikulasikan logika dan pilihan yang berkaitan dengan strategi
    TI yang terbaik sehingga mampu mendukung strategi bisnis yang di pilih.
    3. competetive potential
    perspektif keselarasan yang berkaitan dengan eksploitasi dari munculnya kemampuan TI untuk mempengaruhi produk dan layanan baru seperti produk dan jasa dalam lingkup bisnis,
    mempengaruhi atribut kuncidari strategi (distinctive competences), dan mengembangkan bentuk bentuk baru dari hubungannya (business governance)
    4. service level
    perspektif penyelarasan berfokus pada bagaimana membangun organisasi IT/IS kelas dunia ke dalam sebuah organisasi

  86. Gerry Rinovel Harimu says:

    NIM : 10410100219
    Nama : Gerry Rinovel Harimu
    Kelas : O1

    Strategi Alignment :
    Memanfaatkan Teknologi Informasi Untuk Merubah Organisasi

    Berdasarkan J. C. Henderson dan N. Venkatraman (1999)

    Dalam jurnal menjelaskan bahwa Jelas bahwa meskipun teknologi informasi (I / T) Telah berevolusi dari orientasi tradisional dukungan administratif menuju peran yang lebih strategis dalam sebuah organisasi, masih ada kekurangan mencolok dari kerangka dasar di mana untuk memahami potensi I / T untuk organisasi nantinya. Dalam makalah ini , kami mengembangkan daerah dari manajemen strategis dari teknologi informasi. Model ini, memiliki empat domain dasar pilihan strategis, yaitu :
    – Strategi bisnis
    – Strategi teknologi informasi
    – Inftratstructure organisasi dan proces, dan
    – Infrastruktur teknologi informasi dan proses – masing-masing dengan dimensi sendiri yang mendasarinya.

    Dalam jurnal ini digambarkan kekuatan model ini dalam hal dua karakteristik mendasar dari manajemen strategis, yaitu :

    – Strategis Yang Sesuai
    Karakteristik ini tentang keterkaitan antara komponen eksternal dan internal

    – Integrasi fungsional
    Karakteristik ini tentang integrasi antara bisni dan domain fungsional
    Untuk lebih khusus, dalam jurnal ini memiliki empat perspektif keselarasan dengan implikasi khusus untuk membimbing praktek manajemen dalam bidang yang penting.

    Dalam jurnal ini juga di sebutkan bahwa I/T harus di artikulasikan dengan eksternal domain dan internal domain di organisasi itu sendiri.
    Apa saja yang termasuk Eksternal domain dan Internal domain itu, dalam jurnal sudah diberikan gambar seperti dibawah ini.

    External Domain :
    Dalam External di bagi 2, yaitu :

    • Business Strategy
    o Ruang Lingkup Bisnis
    o Ciri – ciri kompetensi
    o Tata Kelola Bisnis

    • I/T Strategy
    o Ruang Lingkup IT
    oKompetensi Sistemik
    oTata kelola IT

    Internal Domain :
    Dalam internal juga di bagi 2, yaitu :
    • Infrastruktur organisasi dan proses
    o Infrastruktur administrasi
    o Proses
    o Skill

    • Infrastruktur I/S dan proses
    o Infrastruktur I/S
    o Proses
    o Skill

    Dalam jurnal ini di beri kesimpulan bahwa penggunaan model ini membutuhkan pemahaman tentang sifat intrinsik dinamis. Banyak teknik perencanaan strategis dipopulerkan pada 1970-an dan 1980-an telah keluar dari jalurnya – bukan karena kelemahan dalam logika mereka, tetapi karena kegagalan mereka untuk mengenali sifat dinamis dari strategi.

  87. Gerry Rinovel Harimu says:

    Strategi Alignment :
    Memanfaatkan Teknologi Informasi Untuk Merubah Organisasi

    Berdasarkan J. C. Henderson dan N. Venkatraman (1999)

    Dalam jurnal menjelaskan bahwa Jelas bahwa meskipun teknologi informasi (I / T) Telah berevolusi dari orientasi tradisional dukungan administratif menuju peran yang lebih strategis dalam sebuah organisasi, masih ada kekurangan mencolok dari kerangka dasar di mana untuk memahami potensi I / T untuk organisasi nantinya. Dalam makalah ini , kami mengembangkan daerah dari manajemen strategis dari teknologi informasi. Model ini, memiliki empat domain dasar pilihan strategis, yaitu :
    – Strategi bisnis
    – Strategi teknologi informasi
    – Inftratstructure organisasi dan proces, dan
    – Infrastruktur teknologi informasi dan proses – masing-masing dengan dimensi sendiri yang mendasarinya.

    Dalam jurnal ini digambarkan kekuatan model ini dalam hal dua karakteristik mendasar dari manajemen strategis, yaitu :
    – Strategis Yang Sesuai
    Karakteristik ini tentang keterkaitan antara komponen eksternal dan internal

    – Integrasi fungsional
    Karakteristik ini tentang integrasi antara bisni dan domain fungsional
    Untuk lebih khusus, dalam jurnal ini memiliki empat perspektif keselarasan dengan implikasi khusus untuk membimbing praktek manajemen dalam bidang yang penting.

    Dalam jurnal ini juga di sebutkan bahwa I/T harus di artikulasikan dengan eksternal domain dan internal domain di organisasi itu sendiri.
    Apa saja yang termasuk Eksternal domain dan Internal domain itu, dalam jurnal sudah diberikan gambar seperti dibawah ini.

    External Domain :
    Dalam External di bagi 2, yaitu :
    • Business Strategy
    o Ruang Lingkup Bisnis
    o Ciri – ciri kompetensi
    o Tata Kelola Bisnis
    • I/T Strategy
    o Ruang Lingkup IT
    oKompetensi Sistemik
    oTata kelola IT

    Internal Domain :
    Dalam internal juga di bagi 2, yaitu :
    • Infrastruktur organisasi dan proses
    o Infrastruktur administrasi
    o Proses
    o Skill
    • Infrastruktur I/S dan proses
    o Infrastruktur I/S
    o Proses
    o Skill

    Dalam jurnal ini di beri kesimpulan bahwa penggunaan model ini membutuhkan pemahaman tentang sifat intrinsik dinamis. Banyak teknik perencanaan strategis dipopulerkan pada 1970-an dan 1980-an telah keluar dari jalurnya – bukan karena kelemahan dalam logika mereka, tetapi karena kegagalan mereka untuk mengenali sifat dinamis dari strategi.

  88. Mochammad Rizki Dg. Pattah says:

    Nama : Mochammad Rizki Dg. Pattah
    NIM : 10.41010.0134
    Kelas : Q1

    Strategic Alignment: Leveraging information technology for transforming organizations
    ———————————————————————

    Setelah saya pahami, bahwa dari penjelasan dari beberapa pengembang-pengembang sebuah model keselarasan strategik seperti Henderson dan Venkatraman menjelaskan bahwa banyak pilihan strategis yang dihadapi oleh manajer yakni dengan cara bagaimana sang manajer mengeksplorasi keterkaitan dari masalah tersebut.
    Model ini pun didefinisikan dalam 4 (empat) domain dasar pemilihan strategis :
    1. Bussiness strategy
    2. Information technology strategy
    3. Organizational infrastructure and processes
    4. Information technology infrastructure and processes.

    Tetapi rerdapat 2 dimensi antar domain, yakni Fit Strategis (Antara eksternal dan internal) dan Integrasi fungsional ( Antara bisnis dan domain TI).Tujuan dari model ini adalah untuk menyediakan cara untuk menyelaraskan TI dengan tujuan bisnis untuk mewujudkan Nilai dati investasi TI.

    Model inipun memiliki 4 perspektif di antaranya yakni :

    1. Strategy Execution.
    Dari strategi ini terdapat strategi formulator untuk menghubungkan antara logika dan pilihan yang berkaitan strategi bisnis, strategi implementator merupakan satu-satunya strategi dalam merancang dan mengimplementasikan kebutuhan dari infrastruktur sistem informasi dan proses nya yang mendukung pemilihan strategi bisnis, dan cost/service center focus merupakan kriteria kinerja untuk menilai fungsi dari sistem informasi dalam perspektif ini yang berdasarkan dari parameter finansial.

    2. Technology Transformation.
    Melibatkan penilaian dari implementasi strategi bisnis yang terpilih melalui teknologi informasi yang tepat dan artikulasi infrastruktur sistem informasi yang diperlukan proses.

    3. Competitive Potential.
    Terkait dengan eksploitasi dari munculnya kemampuan teknologi informasi untuk mempengaruhi produk baru dan jasa (lingkup bisnis), mempengaruhi atribut kunci dari strategi (distinctive competencies), dan mengembangkan bentuk-bentuk baru dari hubungannya (business governance).

    4. Service Level.
    Perspektif yang berfokus pada bagaimana untuk membangun layanan sistem informasi organisasi kelas dunia.

    Terdapat Empat Keselarasan Perspektif yang menggunakan dua strategi sebagai penggerak dan sama – sama berguna dan kuat pengaruhnya terhadap Transformasi organisasi. Tetapi jika di terapkan, Fokusnya hanya pada dua perspektif yang menjadikan I/T Strategi sebagai titik awal dan mengadopsi dua perspektif lain tentang Keselarasan Strategis. Tetapi dampaknya akan begitu bervariasi dan kompleks, mereka harus mempertimbangkan perspektif ini dan bersiap untuk melakukan adaptasi.

    Pada paper juga disebutkan bahwa tidak ada Keselarasan Perspektif yang terbaik, karena jika ada satu yang terbaik, maka seluruh perusahaan akan mengadopsinya dan pada akhirnya ini tidak efektif.

    Kesimpulan:

    Dalam kasus ini tidak ada perspektif yang terbaik atau hanya satu perspektif yang dinilai terbaik dalam segala bentuk organisasi karena semua perspektif memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Semua kembali lagi pada perpespektif apa yang dibutuhkan oleh perusahaan/organisasi untuk menyelraskan strategik perusahaannya.

  89. Andi Darusman says:

    Nama : Andi Darusman
    Nim : 10410100056
    Strategic Alignment
    orientasi tradisional dengaan dukungan secara administratif ke arah salah satu peran starategi lagi diantara perusahaan yang dapat menjadikan perusahaan lebih maju kedepanya. ini lah model yang dimaksudkan dalam model strategic aligment,didefinisikan menjadi empat pilihan utama diantaranya: bisnis strategi,strategi teknologi informasi, infrakstruktur perusahaan dan proses, ifrastruktur teknologi informasi dan proses. Manajemen strategis dalam dua model fundamental mempunyai karakteristik diantaranya:
    karakteristik dari manajemen strategi: hubungan timbal balik antara eksternal dan internal dan juga terintegrasi secara fungsional (antara daerah bisnis dan daerah fungsional).kita peroleh untuk lebih spesifik, yaitu 4 perspektif alignment untuk memandu implikasi praktek manajemen yang di dalam area yang penting

    dalam prespektif alignment terdapat fenomena manajemen strategi dalam setiap penelitian dan observasi. dalam implementasinya juga ada formula universal yang unggul dan setiap implementasi strategi.
    ini semua tidak akan strategis jika semua firma akan mengadopsi hal ini, dalam 4 dominasi perspektif alignment dan menggunakan dua strategi sebagai pengendali secara bersamaan dan menjadi lebih kuat. dalam peranya perusahaan untuk bertransformasi dalam teknologi informasi. strategi alignment adalah suatu model konseptual dengan cara menyediakan, ide, tools dan ilustratsi untuk kemampuan mentransformasikan perusahaan dan pemasaranya

  90. NIM : 10.41010.0016
    NAMA : Lucky Andrean
    Kelas : P1

    Bagian yang dibaca adalah bagian ‘Key issues and management challenges”  “Diffentiating strategic alignment from traditional linkage”
    ==================================================================================
    Membedakan Keselarasan Strategis dari Hubungan Tradisional.

    Dalam beberapa hal model keselarasan strategis mencerminkan dan mengakomodasi sejarah panjang dalam penelitian dan praktek mengenai cara yang paling efektif menghubungkan bisnis dan strategi teknologi. Namun, konsep ‘keselarasan strategis’ berbeda dengan ‘empat cara penting’ dilihat dari pandangan tradisional.
    Ada tiga hal mengenai Keselarasan Strategis :
    1. Yang pertama, model keselarasan strategis digunakan untuk perubahan mendasar dalam fokus fungsi sistem informasi dari orientasi internal terhadap salah satu dari fit strategis dalam cangkupan teknologi informasi, yaitu :
     Mengenai pengakuan pasar teknologi informasi eksternal (pihak luar) dalam hal lingkup teknologi
     Kemudian tingkat yang diinginkan kompetensi, dan lokus pemerintahan.
    Pergeseran(pergantian) ini penting jika kita menganggap bahwa teknologi informasi memiliki potensi untuk membentuk (membuat) suatu kompetensi (persaingan) bisnis dan tindakan yang dilakukan pada produk-pasar.
    2. Yang Kedua, tujuan dari ‘pengelolaan tradisional’ untuk fungsi sistem informasi diarahkan untuk memastikan kegiatan sistem informasi yang terkait (terhubung) dengan kebutuhan bisnis. Namun J.C. Henderson dan N. Venkatraman berpendapat bahwa kesepakatan di masa tantangan dengan pemilihan perspektif penyelarasan yang tepat (diluar dari empat dominan yang diidentifikasi dalam paper) yang paling sesuai dengan kondisi bisnis dan tujuan organisasi. Pendapat ini membutuhkan kepemimpinan bisnis untuk mempertimbangkan visi yang lebih luas mengenai peran potensial dan ruang lingkup teknologi informasi dalam organisasi. Pada intinya, kerangka kontekstual acuan untuk memahami dan membuat pilihan strategis bervariasi. Salah satu implikasi dari variasi ini adalah kebutuhan untuk proses perencanaan alternatif untuk memastikan bahwa isu-isu penting terkait dengan perspektif yang berbeda dibahas secara sistematis.
    3. Yang ketiga, model dan perspektif keselarasan alternatif menyoroti keragaman peran yang dilakukan oleh kedua garis dan eksekutif sistem informasi harus menganggap peran kepemimpinan tradisional yang terkait dengan implementasi strategi. Di lain waktu, bagaimanapun, keselarasan memerlukan peran termasuk dari visioner bisnis, visioner teknologi, dan prioritizer. Untuk manajer sistem informasi, peran berkisar dari manajer fungsional tradisional (sumber daya optimizer) untuk kepemimpinan eksekutif, arsitek teknologi, dan mengubah katalis. Mengakui keragaman peran dan memastikan bahwa peran yang tepat hadir untuk perspektif keselarasan yang tepat, J.C. Henderson dan N. Venkatraman berpendapat, penting untuk mencapai keselarasan strategis. Akhirnya, kriteria untuk penilaian kinerja berkembang dari pertimbangan biaya dan layanan untuk satu set yang lebih besar yang melibatkan tujuan-baik beberapa operasional dan strategis. Kebutuhan untuk melihat kinerja organisasi dari berbagai perspektif secara luas diakui.

    Kesimpulan :
    Model keselarasan strategis membantu untuk mengartikulasikan dan menekankan bagaimana kriteria kinerja pergeseran (pergantian) di seluruh perspektif keselarasan yang berbeda dan berpendapat bahwa setiap seperangkat kriteria harus hadir di berbagai tahap dalam evolusi.

  91. Abdurrahman Fattah says:

    Nama : Abdurrahman Fattah
    Nim : 10410100239

    Penyelarasan (alignment) merupakan usaha untuk menyesuaikan perencanaan strategi SI/TI dengan strategi bisnis agar investasi teknologi yang dilakukan dapat menciptakan keunggulan kompetitif (competitiv advantage) oraganisasi tersebut. Strategic alignment berarti kesesuaian antara prioritas dan aktivitas fungsi SI dan unit bisnis. Dalam mendukung pencapaian visi dan misi organisasi, pemahaman tentang strategi bisnis organisasi diperlukan untuk menentukan strategi SI/TI yang akan diterapkan dalam organisasi tersebut. Jadi dalam merencanakan suatu strategi SI/TI, yang menjadi perhatian pokok adalah penyelarasan (alignment) strategi SI/TI dengan strategi bisnis organisasi.
    Organisasi yang telah sukses menyelaraskan strategi SI/TI dan strategi bisnis mampu menciptakan peluang bisnis baru yang signifikan. Teknologi informasi telah menjadi penggerak dalam segala aspek kegiatan bisnis. Penyelarasan strategi bisnis dan SI/TI tidak hanya soal mencapai keunggulan kompetitif saja, tetapi sangat penting bagi kelangsungan hidup organisasi.

    Model keselarasan menurut (J.C. Henderson dan N. Venkatraman, 1993) yang diilustrasikan dalam, yaitu strategi bisnis, strategi IT, infrastruktur organisasi dan berbagai proses, dan infrastruktur TI dan berbagai proses.
    1. Strategi bisnis melibatkan semua kebijakan yang terkait dengan pemilihan posisi organisasi dalam konstelasi pasar dan mendefinisikan bagaimana organisasi menyadari keunggulan kompetitif yang dimilikinya.
    2. Strategi TI melibatkan semua kebijakan terkait TI yang mampu memposisikan organisasi di persaingan global.
    3. Infrastruktur organisasi dan berbagai proses merupakan kebijakan yang menentukan pengaturan internal organisasi dalam rangka melaksanakan strategi bisnis.
    4. Infrastruktur TI dan berbagai proses merupakan kebijakan yang menentukan bagaimana organisasi melakukan pengaturan TI atau bagaimana organisasi melakukan eksekusi terhadap strategi TI.

  92. Dhesky Aris says:

    Nama : Dhesky Aris
    NIM : 11.41010.0138

    Berdasar paper tersebut, ada 4 perspektif yaitu
    1. Strategy Execution.
    Dari strategi ini terdapat strategi untuk menghubungkan antara logika dan pilihan yang berkaitan strategi bisnis, strategi implementator merupakan satu-satunya strategi dalam merancang dan mengimplementasikan kebutuhan dari infrastruktur sistem informasi dan proses nya yang mendukung pemilihan strategi bisnis, dan cost/service center focus merupakan kriteria kinerja untuk menilai fungsi dari sistem informasi dalam perspektif ini yang berdasarkan dari parameter finansial.
    2. Technology Transformation.
    Adanya transformasi teknologi yang melibatkan penilaian dari implementasi strategi bisnis yang akan terpilih melalui teknologi informasi yang tepat dan artikulasi infrastruktur sistem informasi yang diperlukan proses.
    3. Competitive Potential.
    Adanya potensi dari kompetisi yang terkait dengan eksploitasi dari munculnya kemampuan teknologi informasi untuk mempengaruhi produk baru dan jasa (lingkup bisnis), mempengaruhi atribut kunci dari strategi (distinctive competencies), dan mengembangkan bentuk-bentuk baru dari hubungannya (business governance).
    4. Service Level.
    Perspektif yang berfokus pada bagaimana untuk membangun layanan sistem informasi organisasi kelas dunia.

    Yang saya tangkap dari penjelasan Henderson dan Venkatraman ini perspekif yang digunakan oleh perusahaan tergantung dari kebutuhan perusahaan tersebut sehingga hanya ada 1 perspektif saja yang akan digunakan. Namun hemat saya, perusahaan perlu meninjau seluruh perspektif agar dapat melihat kebutuhan perusahaan secara menyeluruh.

  93. Ganimeda says:

    Nama: Ganimeda
    Nim: 10410100198
    kelas: P1

    Jurnal yang cukup menambah pengetahuan. Dari jurnal tersebut saya mendapat sedikit rangkuman mengenai keselarasan strategis: memanfaatkan teknologi informasi untuk mengubah organisasi.Berikut rangkuman tentang posisi organisasi di pasar TI yang melibatkan melibatkan tiga set pilihan:
    -Lingkup teknologi informasi, teknologi informasi yang mendukung strategi bisnis perusahaan atau membentuk strategi bisnis baru bagi perusahaan. Hal ini sesuai dengan ruang lingkup bisnis, yang berkaitan dengan permintaan produk di pasaran
    -Kompetensi yang sistematis, atribut-atribut pada strategi TI harus bisa memberikan kontribusi positif bagi penciptaan strategi bisnis baru atau memberikan dukungan yang lebih baik pada strategi bisnis yang ada. Kompetensi bisnis harus disesuaikan dengan atribut-atribut strategi (harga, kualitas, nilai tambah layanan, saluran distribusi) yang mampu memberikan keuntungan.
    -Tata kelola TI, pemilihan dan penggunaan mekanisme yang baik sangat dibutuhkan untuk kompetensi TI. Hal ini sesuai dengan tata kelola bisnis, yang melibatkan pilihan jual beli dalam strategi bisnis.

    Selain itu Sistem informasi harus memiliki tiga komponen yaitu:
    – Informations System architecture
    – Informations System processes
    – Informations System skills

  94. Nama : Rachmat Ditta Setiawan
    Nim : 10410100152
    Kelas : O1

    saya berpendapat bahwa ketidakmampuan untuk menyadari nilai dari investasi l/T, sebagian, karena kurangnya kesejajaran antara bisnis dan strategi l/T organisasi. Kita lihat strategi yang melibatkan perumusan (keputusan yang berkaitan dengan kompetitif, pilihan produk-pasar) dan implementasi (pilihan yang berkaitan dengan struktur dan kemampuan perusahaan untuk melaksanakan pilihan pasar produk). Konsep yang diusung keselarasan strategis didasarkan pada dua asumsi dasar: satu, kinerja ekonomi secara langsung berkaitan dengan kemampuan manajemen untuk membuat cocok strategis antara posisi organisasi di arena pasar produk yang kompetitif dan struktur administratif sesuai desain untuk mendukung pelaksanaannya. Asumsi ini konsisten dengan aksioma diterima secara umum bahwa pilihan-pilihan strategis dalam domain eksternal dan internal harus consistent.6,7 dua, saya berpendapat bahwa cocok strategis ini inheren dinamis. Pilihan yang dibuat oleh satu badan usaha, atau perusahaan ( jika strategis secara mendasar ), akan dari waktu ke waktu membangkitkan meniru tindakan, yang memerlukan tanggapan berikutnya. Dengan demikian, alignment strategis bukan suatu peristiwa tapi sebuah proses adaptasi terus menerus dan perubahan.

    Dalam konteks ini, tuas kritis untuk mencapai kemampuan dinamis ini bukanlah seperangkat tertentu fungsionalitas canggih teknologi tetapi tersebut nizational kemampuan untuk meningkatkan teknologi untuk membedakan operasi dari pesaing. Dengan kata lain, tidak ada satu VT aplikasi, canggih dan keadaan seni mungkin memberikan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Sebaliknya, keuntungan yang diperoleh melalui kemampuan organisasi untuk mengeksploitasi aku / T fungsi secara tinuous con. Ini memerlukan perubahan mendasar managerial thinking tentang peran aku / T di tersebut nizational transformasi, serta mengerti ing komponen kritis dari aku / T strategi dan peran dalam mendukung dan membentuk keputusan strategi bisnis.

    Konsep dari model SAM berfokus pada strategic fit dan functional integration.

    Strategic fit
    keterkaitan antara komponen eksternal dan internal.
    pada internal perusahaan terdapat infrastruktur organisasi dan prosesnya.
    pada eksternal perusahaan terdapat strategi bisnis yg didalamnya terdapat ruanglingkup bisnis, tata kelola bisnis, dan kemampuan tersendiri.

    functional integration
    integrasi antara bisnis dan domain fungsional (teknologi informasi).

    model ini juga memiliki 4 perspektif:
    1. Strategy Execution.
    Dari strategi ini terdapat strategi formulator untuk menghubungkan antara logika dan pilihan yang berkaitan strategi bisnis, strategi implementator merupakan satu-satunya strategi dalam merancang dan mengimplementasikan kebutuhan dari infrastruktur sistem informasi dan proses nya yang mendukung pemilihan strategi bisnis, dan cost/service center focus merupakan kriteria kinerja untuk menilai fungsi dari sistem informasi dalam perspektif ini yang berdasarkan dari parameter finansial.
    2. Technology Transformation.
    Melibatkan penilaian dari implementasi strategi bisnis yang terpilih melalui teknologi informasi yang tepat dan artikulasi infrastruktur sistem informasi yang diperlukan proses.
    3. Competitive Potential.
    Terkait dengan eksploitasi dari munculnya kemampuan teknologi informasi untuk mempengaruhi produk baru dan jasa (lingkup bisnis), mempengaruhi atribut kunci dari strategi (distinctive competencies), dan mengembangkan bentuk-bentuk baru dari hubungannya (business governance).
    4. Service Level.
    Perspektif yang berfokus pada bagaimana untuk membangun layanan sistem informasi organisasi kelas dunia.

  95. Rizki Aditya Saputra says:

    NAMA : Rizki Aditya Saputra
    NIM : 10.41010.0155
    Kelas : O1
    ————————————————————————-
    Henderson dan Venkatraman mengusulkan sebuah strategi bisnis dimana muncul konsep baru yaitu keselarasan strategis didasarkan pada dua blok bangunan: strategis cocok dan integrasi fungsional. Mantan mengakui kebutuhan untuk setiap strategi untuk alamat domain eksternal maupun internal. Domain eksternal adalah bisnis Arena di mana perusahaan bersaing dan prihatin dengan keputusan seperti pasar produk persembahan dan atribut khas strategi yang membedakan perusahaan dari pesaingnya, serta berbagai \’make-versus-buy\’ keputusan, termasuk kemitraan dan Aliansi. Sebaliknya, internal domain yang bersangkutan dengan pilihan yang berkaitan dengan logika struktur administratif (fungsional atau divisi atau matriks organisasi) dan alasan khusus untuk desain dan mendesain ulang dari proses bisnis penting (pengiriman produk, pengembangan produk, pelanggan ser-wakil, total quality), serta akuisisi dan pengembangan sumber daya manusia keterampilan yang sary untuk mencapai kompetensi organisasi diperlukan.

  96. mochammad irfan says:

    Nim : 10410100283
    Nama : mochammad irfan
    kelas : O1

    Jadi disini intinya hanya keselarasan strategis yang memanfaatkan teknologi informasi untuk mengubah organisasi yang tradisional menjadi modern.
    Sesuai yang dijelaskan di jurnal ini bahwa meskipun teknologi informasi (I / T) telah berevolusi dari berorientasi tradisional dari dukungan administratif menuju peran yang lebih strategis dalam sebuah organisasi, masih ada kekurangan mencolok dari kerangka dasar di mana untuk memahami potensi I / T membentuk organisasi besok. Jadi intinya bahwa tidak semua IT dapat mendukung untuk mengurangi beban pada organisasi apalagi organisasi tersebut tidak memahami potensi IT terlebih dahulu.
    Tulisan ini juga menceritakan tentang sebuah model untuk mengkonsep dan mengarahkan organisasi kedalam manajemen strategis dari teknologi informasi. Model yang digunakan untuk mengkonsep ialah model keselarasan strategis dan model ini ada 4 macam yaitu:
    – strategi bisnis
    – strategi teknologi informasi
    – infrastruktur
    – proses organisasi masing-masing dengan dimensi sendiri yang mendasarinya.
    Disini juga menerangkan bahwa kekuatan model ini dalam hal dua karakteristik mendasar dari manajemen strategis yaitu :
    – strategis cocok (keterkaitan antara komponen eksternal dan internal)
    – integrasi fungsional (integrasi antara bisnis dan domain fungsional).
    Makalah lain dalam menangani masalah khusus dengan serangkaian tema yang complementthe konsep keselarasan strategis. Secara khusus, kertas oleh Luftman, Lewis dan Oldach mengeksplorasi secara rinci pragmatis lebih bagaimana menerjemahkan Model Keselarasan Strategis ke dalam kerangka kerja manajemen suatu tindakan berencana untuk transformasi perusahaan.
    Harapan yang diinginkan dari buku ini ialah semua model konseptual keselarasan strategis dapat pergi kearah menyediakan seperangkat ide, alat dan ilustrasi untuk meningkatkan kemampuan yang muncul dari I / T untuk mengubah organisasi dan pasar.

  97. Indra Sastra Perdana says:

    Nim : 12.41010.0239
    Nama : Indra Sastra Perdana
    Kelas : O1

    => Menurut J.C Henderson dan Venkatraman bahwa masih banyak beranggapan Teknologi Informasi ynag telah maju saat ini masih memiliki kekurangan dalam berkontribusi dalam suatu organisasi.
    => Dengan hal tersebut kemudian J.C Henderson dan Venkatraman mengembangkan sebuah model yaitu strategi alignment, dengan mencakup 4 buah stategi dasar yaitu :
    1. Strategi IT
    2. Strategi Bisnis
    3. Infrastruktur dan Proses Organisasi
    4. Infrastruktur TI
    Dan proses memiliki dimensi masing-masing yang mendasarinya. Model strategi ini mengkaitkan antara komponen eksternal dan internal dan integrasi antara bisnis dan domain fungsional.
    => Dengan demikian Strategi Alignment bukanlah sebuah cara melainkan sebuah proses terus-menerus dan sebuah perusahaan untuk tetap bersaing didunia bisnis dan TI yang semakin modern.
    => Dalam hal ini pentingnya kemampuan memanfaatkan Teknologi Informasi untuk membedakan operasi dan competitor, dengan demikian tidak ada suatu aplikasi canggih yang dapat memberikan kunggulan kompetitif yang berkelanjutan bagi sebuah organisasi. Kompetitif dalam usaha mengeluarkan sebuah produk baru dipasaran dan desain struktur administratif adalah hal utama dalam pelaksana sebuah kebijakan organisasi.
    => Konsep dasar strategi alignment :
    1. Strategic Fit : integrasi antara komponen ekternal dan internal
    2. Functional Integration : integrasi antara bisnis dan TI
    TI penting dalam pembentukan stategi bisnis dipasaran
    => Yang menjadi Faktor internal pentingnya IT Organisasi
    1. Arsitektur pilihan menentukan portofolio aplikasi
    contoh : hardware, software, jaringan dll
    2. Proses pilihan untuk penentuan pusat operasi pengembangan sistem
    contoh : maintenance, monitoring dan control
    3. Keterampilan – Keterampilan yang berkaitan
    contoh : pelatihan pengembangan, hal ini berhubungan dengan kebutuhan Human Resource atau Sumber Daya Manusia yang berkualitas untuk dapat menjalankan atau mengeksekusi strategi yang diberikan.

    Kesimpulan : Dari hal tersebut diatas, menjawab keraguan bahwa IT tidaklah penting dalam sebuah organisasi, IT memberikan sebuah solusi perubahan yang menjanjikan melalui strategi-strategi yang tepat.

  98. Luis says:

    NIM :10.41010.0008
    Nama :Luis Henrira
    Kelas :P1

    Rangkuman tentang “Model keselarasan stratejik”

    Ringkasan :
    Menurut saya Henderson dan Venkatraman memiliki ide atau berpendapat bahwa kurang nya atau terjadi ketidak sejajar nya antara bisnis dan Strategi I/T.
    Beberapa aspek yang mempengaruhi;
    1. perumusan (keputusan yang berkaitan dengan kompetitif, pilihan produk-pasar)
    2.Implementasi (meliputi Value perusahaan dan output yang akan di keluarkan oleh perusahaan)
    Dan ini di buat untuk mendukung integrasi antara proses bisnis perusahaan dan teknologi informasi yang dimiliki oleh perusahaan. Dan menggunakan tools pendukung nya yaitu Strategic Alignment Model (SAM)
    Yang terdiri dari 4 fungsi
    1. business strategy
    2. IT strategy
    3. Organizational infrastructure and process
    4. IT/IS infrastructure and process

    Elemen tersebut terdiri dari dua bagian, yaitu :
    1. Bagian eksternal (strategi bisnis dan strategi TI) dan
    2. Bagian internal (organisasi infrastruktur dan proses, dan infrastruktur IT/IS dan proses).
    Keduanya harus disinkron kan dan di persatukan dengan :
    (a) strategic fit : Mencakup internal dan ekternal domain perusahaan.
    (b) functional integration : Fungsi untuk mengerti Arah bisnis yang sedang berjalan atau menjadi driver bagi perusahaan (Arahan/mengarahkan)
    Pada bagian lain Henderson danVenkatraman dalam teorinya mengatakan ada empat model alignment TI business dapat dicapai dengan cara:

    1.Strategic execution alignment : Strategi bisnis yang sering digunakan oleh perusahaan karena strategi ini untuk membangun atau mengembangkan desain infrastruktur TI

    2.Technoloy transparmation alignment : Dari strategi bisnis point ke 2 ini mendukung implementasinya agar mendapatkan hasil yang maksimal.

    3.Competitive potential alignment : Strategi yang ada harus fleksibel dengan IT yang berkembang saat itu atau harus menyesuaikan.

    4.Service level prespektive : Memiliki titik focus permasalahan yang dimana berfokus dalam pembangunan Sistem itu sendiri serta Memperbaiki Layanan nya.

  99. NIM : 10.41010.0030
    NAMA : YUDHISTIRA E.W.P
    KELAS : Q1

    Keselarasan TI ini dimaksudkan untuk mendukung integerasi teknologi informasi (TI) ke dalam strategi bisnis dengan melakukan advokasi keselarasan pada 4 domain. Terdapat 2 Dimensi antar domain, yakni Fit Strategis (Antara eksternal dan internal) dan Integrasi fungsional ( Antara bisnis dan domain TI).

    Tujuan dari model ini adalah untuk menyediakan cara untuk menyelaraskan TI dengan tujuan bisnis untuk mewujudkan Nilai dati investasi TI.

    Jadi disini Dampak potensi strategi TI ini membutuhkan pemahaman komponen penting dari strategi IT dan perannya dalam mendukung dan membentuk keputusan strategi bisnis dan perubahan. Maka dari itu terdapat model yang dapat memberikan berbagai pilihan strategis sebagai acuan untuk para Manager.

    Di paper tersebut juga menyebutkan bahwa tidak ada Keselarasan Perspektif yang terbaik, karena jika ada satu yang terbaik, maka seluruh perusahaan akan mengadopsinya dan pada akhirnya ini tidak efektif.

    Terdapat Empat Keselarasan Perspektif yang menggunakan dua strategi sebagai penggerak dan sama – sama berguna dan kuat pengaruhnya terhadap Transformasi organisasi. Tetapi jika di terapkan, Fokusnya hanya pada dua perspektif yang menjadikan I/T Strategi sebagai titik awal dan mengadopsi dua perspektif lain tentang Keselarasan Strategis. Tetapi dampaknya akan begitu bervariasi dan kompleks, mereka harus mempertimbangkan perspektif ini dan bersiap untuk melakukan adaptasi.

    Harapan kedepan adalah bahwa model konseptual keselarasan strategis dan makalah pendamping akan dapat menyediakan seperangkat ide, alat, dan ilustrasi untuk meningkatkan kemampuan yang muncul dari I / T untuk mengubah organisasi dan pasar.

  100. NIM : 09410100174
    NAMA : Putra Fajar Sandy Yudha
    KELAS : Q1

    Dari model business-TI Strategic Alignment yang dikemukakan oleh John C. Henderson and N. Venkatraman [Henderson and Venkatraman, 1993], bahwa Strategic Alignment Model (SAM) atau disebut model keselarasan/penyesuaian strategi didefinisikan sebagai framework yang memberikan kerangka implementasi bisnis dan sistem informasi/teknologi informasi (SI/TI) serta kaitannya dengan komponen infrastruktur baik untuk bisnis maupun SI/TI (Henderson and Venkatraman, 1993; Luftman et al. 1993). Dari Model SAM dijelaskan dinamika keselarasan antar konteks strategi bisnis dan strategi TI yang didasarkan pada integrasi susunan strategic dan fungsional.

    SAM memiliki 4 dasar dari pilihan strategi :
    – Strategi bisnis
    – Strategi teknologi informasi
    – Infrastruktur dengan proses organisasi
    – Infrastruktur dengan proses teknologi informasi.

    Dalam SAM terdapat terdapat 12 komponen yang terbagi dalam 4 kategori yang menggambarkan keselarasan bisnis-TI. Komponen-komponen tersebut dijelaskan oleh (Luftman et al. 2000) sebagai berikut:

    A. Strategi Bisnis
    1) Business scope (Ruang Lingkup Bisnis): termasuk berbagai macam pasar, produk, layanan,konsumen dan lokasi organisasi berada dan bersaing, serta pesaing berpotensi untuk mempengaruhi lingkungan bisnis.
    2) Distinctive competencies : merupakan Critical Success Faktor (CSF)
    dan kompetensi inti yang yang dimiliki organisasi. Termasuk reputasi, penelitian, manufaktur, pengembangan produk, biaya, dan jalur dari distribusi.
    3) Business Governance : bagaimana mengelola sebuah organisasi untuk
    membangun relasi antara manajemen yang ada dalam organisasi(perusahaan) dengan stakeholder, termasuk bagaimana organisasi dipengaruhi oleh peraturan pemerintah serta cara organisasi mengelola hubungan tersebut dan aliansi dengan mitra strategis.

    B. Infrastruktur dan Proses Organisasi
    1) Administrative structure : cara dan struktur organisasi dalam
    menjalankannya.
    2) Processes: bagaimana aktivitas, operasi yang dilakukan, dan proses
    kinerja dalam organisasi.
    3) Skills : manajemen dan pengelolaan sumber daya manusia seperti
    motivasi, pengembangan, dan perekrutan / pemberhentian pekerja.

    C. Strategi TI
    1) Technology scope: lingkup strategi aplikasi dan teknologi informasi
    penting.
    2) Systemic competencies: kapabilitas teknologi informasi seperti
    akses informasi penting untuk pembentukan dan pencapaian strategi.
    3) IT governance : bagaimana kewenangan dan tanggung jawab pengelolaan
    sumber teknologi informasi antara mitra bisnis, manajemen TI, dan
    penyedia layanan.

    D. Infrastruktur dan proses SI/TI
    1) Arsitektur : prioritas, kebijakan, dan pilihan teknologi yang
    memungkinkan untuk manajemen aplikasi, perangkat lunak, jaringan,
    perangkat keras, serta data dalam platform yang menunjang penyediaan
    informasi bagi organisasi.
    2) Proses : Aktivitas pengembangan dan perawatan aplikasi.
    3) Keahlian : Pertimbangan sumberdaya manusia TI seperti pengembangan,
    karir, dan pengadaan / pemberhentian SDM TI.

    Model keselarasan strategi ini dapat digunakan untuk menilai berbagai pilihan strategi yang harus diambil organisasi sekaligus mengeksplorasi interrelasi-nya (Ward and Peppard, 2002). Kekuatan model ini ditunjukkan oleh dua karakteristik dasar dari manajemen strategi yaitu:

    1. Strategic Fit : integrasi antara komponen ekternal dan internal
    2. Functional Integration : integrasi antara bisnis dan TI

    Terciptanya keselarasan strategi yang baik melalui penerapan salah satu model keselarasan tersebut dapat meningkatkan peran IT dalam menciptakan peluang dan keunggulan kompetitif di Perusahaan (Organisasi).

  101. Putra Fajar S. Y says:

    NIM : 09410100174
    NAMA : Putra Fajar Sandy Yudha
    KELAS : Q1

    Dari model business-TI Strategic Alignment yang dikemukakan oleh John C. Henderson and N. Venkatraman [Henderson and Venkatraman, 1993], bahwa Strategic Alignment Model (SAM) atau model keselarasan strategi didefinisikan sebagai framework yang memberikan kerangka implementasi bisnis dan sistem informasi/teknologi informasi (SI/TI) serta kaitannya dengan komponen infrastruktur baik untuk bisnis maupun SI/TI (Henderson and Venkatraman, 1993; Luftman et al. 1993). Dari Model SAM dijelaskan dinamika keselarasan antar konteks strategi bisnis dan strategi TI yang didasarkan pada integrasi susunan strategic dan fungsional.

    SAM memiliki 4 dasar dari pilihan strategi :
    – Strategi bisnis
    – Strategi teknologi informasi
    – Infrastruktur dengan proses organisasi
    – Infrastruktur dengan proses teknologi informasi.

    Dalam SAM terdapat terdapat 12 komponen yang terbagi dalam 4 kategori yang menggambarkan keselarasan bisnis-TI. Komponen-komponen tersebut dijelaskan oleh (Luftman et al. 2000) sebagai berikut:

    A. Strategi Bisnis
    1) Business scope: termasuk berbagai macam pasar, produk, layanan,
    konsumen dan lokasi organisasi berada dan bersaing, serta pesaing
    berpotensi untuk mempengaruhi lingkungan bisnis.
    2) Distinctive competencies : merupakan Critical Success Faktor (CSF)
    dan kompetensi inti yang yang dimiliki organisasi. termasuk
    reputasi, penelitian, manufaktur, pengembangan produk, biaya, dan
    jalur dari distribusi.
    3) Business Governance : bagaimana mengelola sebuah organisasi untuk
    membangun relasi antara manajemen yang ada dalam organisasi
    (perusahaan) dengan stakeholder, termasuk bagaimana organisasi
    dipengaruhi oleh peraturan pemerintah serta cara organisasi
    mengelola hubungan tersebut dan aliansi dengan mitra strategis.

    B. Infrastruktur dan Proses Organisasi
    1) Administrative structure : cara dan struktur organisasi dalam
    menjalankannya.
    2) Processes: bagaimana aktivitas, operasi yang dilakukan, dan proses
    kinerja dalam organisasi.
    3) Skills : manajemen dan pengelolaan sumber daya manusia seperti
    motivasi, pengembangan, dan perekrutan / pemberhentian pekerja.

    C. Strategi TI
    1) Technology scope: lingkup strategi aplikasi dan teknologi informasi
    penting.
    2) Systemic competencies: kapabilitas teknologi informasi seperti
    akses informasi penting untuk pembentukan dan pencapaian strategi.
    3) IT governance : bagaimana kewenangan dan tanggung jawab pengelolaan
    sumber teknologi informasi antara mitra bisnis, manajemen TI, dan
    penyedia layanan.

    D. Infrastruktur dan proses SI/TI
    1) Architecture : prioritas, kebijakan, dan pilihan teknologi yang
    memungkinkan untuk manajemen aplikasi, perangkat lunak, jaringan,
    perangkat keras, serta data dalam platform yang menunjang penyediaan
    informasi bagi organisasi.
    2) Processes : Aktivitas pengembangan dan perawatan aplikasi.
    3) Skills : Pertimbangan sumberdaya manusia TI seperti pengembangan,
    karir, dan pengadaan / pemberhentian SDM TI.

    Model keselarasan strategi ini dapat digunakan untuk menilai berbagai pilihan strategi yang harus diambil organisasi sekaligus mengeksplorasi interrelasi-nya (Ward and Peppard, 2002). Kekuatan model ini ditunjukkan oleh dua karakteristik dasar dari manajemen strategi yaitu:

    1. Strategic Fit : integrasi antara komponen ekternal dan internal
    2. Functional Integration : integrasi antara bisnis dan TI

    Terciptanya keselarasan strategi yang baik melalui penerapan salah satu model keselarasan tersebut di atas dapat meningkatkan peran IT dalam menciptakan peluang dan keunggulan kompetitif di Perusahaan (Organisasi).

  102. Rival Widyananda says:

    Nama : Rival Widyananda
    Nim : 10410100113

    Henderson dan Venkatraman membuat sebuah model bisnis untuk keselarasan TI dengan maksud menjadikan pendukung integrasi antara proses bisnis perusahaan dan teknologi informasi, model bisnisnya yaitu Strategic Alignment Model (SAM) yang didefinisikan sebagai framework yang memberikan kerangka implementasi bisnis dan sistem informasi/teknologi informasi (SI/TI) serta kaitannya dengan komponen infrastruktur baik untuk bisnis maupun SI/TI. Model dari SAM menggambarkan dinamika keselarasan antar konteks strategi bisnis dan strategi TI yang didasarkan pada integrasi susunan strategic dan fungsional. Tujuan dibuatnya model bisnis ini adalah untuk menyediakan cara untuk menyelaraskan teknologi informasi dengan tujuan bisnis dalam rangka mewujudkan nilai dari investasi TI, sehingga antara tujuan bisnis dengan teknologi informasi bisa menjadi satu kesatuan dalam mencapai tujuan bisnis.
    Strategic Alignment Model (SAM) dibagi menjadi empat elemen :
    1) business strategy
    2) IT strategy
    3) organizational infrastructure and process
    4) IT/IS infrastructure and process
    Beberapa model alignment IT business dapat dicapai menggunakan :
    1.Strategic execution alignment
    Bersifat hirarkis dan paling umum, dimana strategi bisnis menentukan desain organisasi dan desain infrastruktur IT. Strategi ini merupakan yang paling banyak manfaatnya dalam penerapan strategic alignment
    2.Technoloy transparmation alignment
    Dimulai dari strategi bisnis, tetapi fokus pada implementasi strategi IT yang tepat, kemudian pada nfrastruktur dan proses. Strategi ini memfokuskan pada penerapan strategic agar hasil yang dicapai bias maksimal.
    3.Competitive potential alignment
    Ini memungkinkan adaptasi atau munculnya suatu strategi bisnis karena munculnya kapabilitas baru dari IT yang dapat mempengaruhi strategic alignment
    4.Service level prespektive
    Cara pandang ini lebih berpikir pada bagaimana cara membuat unit/organisasi IT yang menyediakan layanan prima. Sehingga proses ini berjalan dengan baik pula sesuai dengan kebutuhan dan jenis oraganisasi yang di bentuk.
    Secara tradisional, manajer memikirkan I/T strategi dalam hal tiga komponen yang terakhir yang mencerminkan orientasi internal. Hal ini dapat dimaklumi, karena pandangan sejarah adalah bahwa I/T adalah fungsi pendukung tidak penting bagi bisnis perusahaan. Dalam kata-kata seorang manajer, “I/T dalam organisasi dipandang sebagai inti teknis fungsi (manajemen sistem informasi) MIS. Perasaan tersebar luas adalah bahwa ia memiliki sangat sedikit hubungannya dengan strategi bisnis kami. Sayangnya, kita tidak bisa lebih jauh dari kebenaran “Pernyataan ini berlaku untuk orang-orang eksekutif yang melihat I / T sebagai” biaya melakukan bisnis.. “

  103. Dona Doni says:

    Nim : 12.41010.0215
    Nama : Dona Doni
    Kelas : O1

    Peran dan dampak teknologi informasi (I/T) bagi organisasi membawa dampak perubahan yang secara signifikan selama dekade terakhir. Pada saat ini (I/T) tidak hanya digunakan sebagai alat pendukung di kantor, melainkan lebih berkembang menjadi sebuah strategi business. Namun ada kekawatiran yang datang, bahwa investasi (I/T) lebih mahal daripada nilai atau keuntungan yang dihasilakan

    HENDERSON AND VENKATRAMAN berpendapat bahwa ketidakmampuan untuk menyadari nilai dari investasi l/T, sebagian karena kurangnya kesejajaran antara bisnis dan strategi l/T organisasi. Kita lihat strategi yang melibatkan perumusan (keputusan yang berkaitan dengan kompetitif, pilihan produk-pasar) dan implementasi (pilihan yang berkaitan dengan struktur dan kemampuan perusahaan untuk melaksanakan pilihan pasar produk).
    Dengan demikian, kami mengusulkan bahwa posisi organisasi di pasar l/T melibatkan tiga set pilihan:

    1. Lingkup Teknologi Informasi
    Spesifik Teknologi Informasi itu (sebagai contoh, pencitraan elektronik, jaringan area lokal dan berbagai, expert systems dan Robotika) yang mendukung inisiatif strategi bisnis saat ini atau bisa membentuk baru inisiatif strategi bisnis bagi perusahaan. Hal ini analog untuk lingkup bisnis, yang berkaitan dengan pilihan yang berkaitan dengan persembahan produk pasar di luar pasar.

    2. Kompetensi Sistemik
    Atribut I/T strategi (misalnya, keandalan sistem, tingkat kinerja biaya, interkoneksi, fleksibilitas) yang dapat berkontribusi positif untuk pembentukan strategi bisnis baru atau dukungan yang lebih baik dari strategi bisnis yang sudah ada. Hal ini sesuai dengan konsep kompetensi khas Bisnis, yang berhubungan dengan atribut strategi (harga, kualitas, nilai tambah layanan, saluran distribusi yang unggul) yang berkontribusi pada keuntungan yang berbeda, dan perbandingan untuk sebuah perusahaan para pesaingnya.

    3. I/T pemerintahan
    Seleksi dan penggunaan mekanisme (misalnya, perusahaan patungan dengan vendor, aliansi strategis, bersama penelitian dan pengembangan untuk baru I/T kemampuan) untuk mendapatkan kompetensi l/T diperlukan. Hal ini sesuai untuk tata kelola usaha, yang melibatkan membuat vs membeli pilihan dalam strategi bisnis. Pilihan tersebut mencakup array yang kompleks interfirm hubungan seperti aliansi strategis, joint venture, pemasaran Asing, dan perizinan pemanfaatan teknologi.

    Empat Dominan Perspektif Alignment
    Strategi bisnis sebagai kendali. Pertama dua hubungan lintas domain yang diberikan di sini timbul ketika strategi bisnis berfungsi sebagai kekuatan pendorong.

    Perspektif Satu: Strategi pelaksanaan. Seperti yang digambarkan pada gambar 2, perspektif ini berlabuh pada gagasan bahwa strategi bisnis yang telah diartikulasikan dan pengemudi baik pilihan desain organisasi dan desain I/S infrastruktur.

    Perspektif Dua: Transformasi teknologi. Seperti ditunjukkan dalam gambar 3, perspektif kesejajaran ini melibatkan penilaian pelaksanaan strategi pilihan bisnis melalui l/T sesuai strategi dan artikulasi l/S diperlukan infrastruktur dan proses.

    Perspektif Tiga: Potensi unggulan seperti ditunjukkan dalam gambar 4, perspektif kesejajaran ini berkaitan dengan eksploitasi muncul I/T kemampuan untuk dampak produk dan layanan (bisnis lingkup), baru mempengaruhi atribut kunci dari strategi (khas kompetensi), dan mengembangkan bentuk-bentuk baru hubungan (bisnis governance).

    Perspektif Empat: Tingkat layanan. Seperti ditunjukkan pada gambar 5, perspektif kesejajaran ini berfokus pada bagaimana membangun kelas dunia I/S layanan organisasi.

    Peranan spesifik dari manajemen puncak sampai membuat berhasil perspektif ini adalah prioritizer, yang berartikulasi cara terbaik untuk mengalokasikan sumber daya langka yang baik dalam organisasi dan I/T pasar.

  104. Nama : Achmad Vierdan Habibi
    NIM : 10410100218
    ———————————-
    tujuan bahwa posisi organisasi di pasar itu melibatkan tiga set pilihan, yakni :
    1. mencakup teknologi informasi yang spesifik (sebagai contoh, pencitraan elektronik, jaringan area lokal dan berbagai, expert systems dan Robotika) yang mendukung inisiatif strategi bisnis saat ini bagi perusahaan. Hal ini adalah lingkup bisnis, yang berkaitan dengan Penawaran pasar produk di pasaran luar.
    2. Kompetensi sistemik atribut (misalnya, keandalan sistem, biaya tingkat kinerja, interkoneksi, fleksibilitas) yang dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan strategi bisnis baru atau lebih baik dukungan dari strategi bisnis yang sudah ada. Hal ini adalah konsep kompetensi khas Bisnis, yang berhubungan dengan atribut itu strategi (harga, kualitas, nilai tambah layanan, saluran distribusi yang unggul) yang berkontribusi khas, perbandingan keunggulan untuk sebuah perusahaan yang bersaing.
    3. Pemerintahan dan menggunakan mekanisme seleksi ( misalnya, usaha bersama dengan lima, aliansi strategis, bersama penelitian dan pengembangan untuk itu baru kemampuan ) untuk memperoleh diperlukan itu kompetensi.

  105. ika widyasari hutagalung 09410100079 says:

    NAMA : Ika Widyasari Hutagalung
    NIM : 09410100079
    KELAS : Q

    Menurut Henderson dan Venkatraman TI bisnis alignment telah diidentifikasi sebagai sumber daya organisasi yang penting, memfasilitasi fleksibilitas TI dan fleksibilitas bisnis, karena itu strategic alignment menekankan otoritas pada tata kelola TI yang baik, dan memastikan TI memberikan kontribusi secara efektif terhadap pencapaian tujuan strategis organisasi.
    Organisasi harus membangun keselarasan dalam proses tata kelola TI yang disusun dengan baik dan menjadi tujuan kelembagaan, dan dapat diartikulasikan. Tujuannya adalah menyediakan kerangka tujuan strategi TI, melakukan pengukuran dan penilaian tahunan, dan menguji keselarasannya.
    Perencanaan strategis TI dan strategic alignment yang efektif dapat dicapai jika tata kelola TI organisasi dilaksanakan, dikembangkan/ dibangun secara modern dengan memperhatikan aspek external.
    Strategic alignment yang baik dimulai dari sistem perencanaan dan pengendalian ,dan mengacu pada konsistensi aktivitas internal dalam menerapkan dan membedakan komponen strategic aligment Strategic alignment bertujuan untuk mengatasi jurang kesenjangan yang besar antara tujuan organisasi dan pemahaman penyedia/pengelola layanan TI.
    Strategic alignment memiliki fokus dalam memastikan hubungan antara bisnis dan rencana TI, menentukan, merawat dan memastikan TI value proposition dan pada aligning IT operation.Pendapat tentang strategic alignment ini diperkenalkan oleh Henderson dan Venkatraman yang dijadikan landasanfilosofi berfikir.

    Strategic alignment dibagi menjadi empat elemen:
    (a) strategi bisnis
    (b) strategi TI
    (c) organisasi infrastruktur dan proses
    (d) infrastruktur IT/IS dan proses

    Elemen tersebut terdiri dari dua bagian, yaitu : Bagian eksternal (strategi bisnis dan strategi TI) dan bagian internal (organisasi infrastruktur dan proses, dan infrastruktur IT/IS dan proses). Keduanya harus diselaraskan dengan menggunakan:
    (a) strategic fit : bagaimana strategi IT harus dibahasakan dalam domain external dan domain internal
    (b) functional integration : bagaimana arah TI akan mempengaruhi arah bisnis (business domain)

    Pada bagian lain Henderson danVenkatraman dalam teorinya mengatakan ada empat model alignment TI business dapat dicapai dengan cara:
    1.Strategic execution alignment
    Bersifat hirarkis dan paling umum, dimana strategi bisnis menentukan desain organisasi dan desain infrastruktur TI. Strategi ini merupakanyang paling banyak manfaatnya dalam penerapan strategic alignment
    2.Technoloy transparmation alignment
    Dimulai dari strategi bisnis, tetapi fokus pada implementasi strategi TI yang tepat, kemudian pada infrastruktur dan proses. Strategi ini memfokuskan pada penerapan strategi agar hasil yang dicapai bisa maksimal.
    3.Competitive potential alignment
    Paradigma ini memungkinkan adaptasi atau munculnya suatu strategi bisnis karena munculnya kapabilitas baru dari TI yang dapat mempengaruhi strategic alignment
    4.Service level prespektive
    Cara pandang ini lebih berpikir pada bagaimana cara membuat unit/organisasi TI yang menyediakan layanan prima. Sehingga proses iniberjalan dengan baik pula sesuai dengankebutuhan dan jenis oraganisasi yang di bentuk.
    Terciptanya strategic alignment yang baik melalui penerapan salah satu model alignment tersebut di atas dapat meningkatkan peran TI.

  106. Dwi Kartika Rahayu says:

    Nama : Dwi Kartika Rahayu
    Nim : 10.41010.00032
    Kelas : Q1

    Ringkasan :

    teknologi I/T yang berevolusi dari orientasi trasional dari pendukung
    administratif menju peran yang lebih strategis dalam sebuah organisasi. meskipun masih terdapat
    suatu kekurang yaitu dari kerangka dasar dimana kerangka tersebut untuk memahami poten I/T dalam membentuk suatu organisasi.

    model keselarasan startegis yaitu suatu model yang berfungsi sebagai mengkonsep dan mengarahkan. model ini di definisikan dalam 4 domain dasar strategis pilihan, yaitu
    1. strategis bisnis
    2. strategis teknologi informasi
    3. infrastruktur
    4. proses organisasi dengan dimensi yang mendasarinya.

    kekuatan model ini terdapat 2 hal karakteristik mendasar dari manajemen strategis, yaitu :
    1. startegis cocok
    2. integrasi fungsional.

    satu modus universal unggul untuk merumuskan dan menerapkan strategi.
    Jika ada, itu tidak akan menjadi strategis karena semua perusahaan akan mengadopsinya.
    Keempat perspektif keselarasan dominan yang menggunakan dua strategi sebagai sopir sama-sama berguna dan kuat dalam memikirkan peran I / T
    dalam transformasi organisasi.terkadang manajer tidak mempertimbangkan I / T sebagai obat mujarab dan akibatnya fokus hanya pada dua perspektif dengan I / T strategi
    sebagai titik awal yaitu, (potensi kompetitif dan service level). tidak ingin juga menyatakan bahwa strategi bisnis harus selalu menjadi titik awal dan hanya mengadopsi dua lainnya perspektif keselarasan strategis.
    Potensi untuk dampak I / T sangat bervariasi dan kompleks yang eksekutif harus pertimbangkan perspektif
    konseptual sebagai lensa alternatif dan bersiaplah untuk terus menerus melakukan adaptasi.

    bahwa model konseptual keselarasan strategis dan kertas pendamping akan pergi jauh ke arah menyediakan seperangkat ide,
    alat dan ilustrasi untuk meningkatkan kemampuan yang muncul dari I / T untuk organisasi mengubah dan pasar

  107. NIM : 10.41010.0005
    Nama : Jimmy Baharuddin
    Kelas: Q1

    Strategic Alignment: Leveraging information technology for transforming organizations

    Menurut pemahaman saya,Henderson dan Venkatraman mengembangkan sebuah model yang menjelaskan berbagai pilihan strategis yang dihadapi oleh manajer dengan cara mengeksplorasi bagaimana masalah tsb saling berkaitan. model ini didefinisikan dalam empat domain dasar pilihan strategis: business strategy, information technology strategy, organizational infrastructure and processes, dan information technology infrastructure and processes.
    Konsep dari model SAM berfokus pada strategic fit dan functional integration.

    Strategic fit
    keterkaitan antara komponen eksternal dan internal.
    pada internal perusahaan terdapat infrastruktur organisasi dan prosesnya.
    pada eksternal perusahaan terdapat strategi bisnis yg didalamnya terdapat ruanglingkup bisnis, tata kelola bisnis, dan kemampuan tersendiri.

    functional integration
    integrasi antara bisnis dan domain fungsional (teknologi informasi).

    model ini juga memiliki 4 perspektif:
    1. Strategy Execution.
    Dari strategi ini terdapat strategi formulator untuk menghubungkan antara logika dan pilihan yang berkaitan strategi bisnis, strategi implementator merupakan satu-satunya strategi dalam merancang dan mengimplementasikan kebutuhan dari infrastruktur sistem informasi dan proses nya yang mendukung pemilihan strategi bisnis, dan cost/service center focus merupakan kriteria kinerja untuk menilai fungsi dari sistem informasi dalam perspektif ini yang berdasarkan dari parameter finansial.
    2. Technology Transformation.
    Melibatkan penilaian dari implementasi strategi bisnis yang terpilih melalui teknologi informasi yang tepat dan artikulasi infrastruktur sistem informasi yang diperlukan proses.
    3. Competitive Potential.
    Terkait dengan eksploitasi dari munculnya kemampuan teknologi informasi untuk mempengaruhi produk baru dan jasa (lingkup bisnis), mempengaruhi atribut kunci dari strategi (distinctive competencies), dan mengembangkan bentuk-bentuk baru dari hubungannya (business governance).
    4. Service Level.
    Perspektif yang berfokus pada bagaimana untuk membangun layanan sistem informasi organisasi kelas dunia.
    Kesimpulan:
    Tidak ada perspektif yang terbaik atau hanya satu perspektif yang dinilai terbaik dalam segala bentuk organisasi karena semua perspektif memiliki kelebihan dan kekurangan menurut yang akan dibutuhkan oleh perusahaan/organisasi.

  108. Nama: Rizky anggriawan NIM: 10410100281 says:

    Nama : Rizky anggriawan
    NIM : 10410100281

    Ringkasan

    Keselarasan strategis: konsep yang muncul

    Konsep keselarasan strategis didasarkan pada dua blok yaitu: integrasi fit dan fungsional strategis. Yang pertama mengakui perlunya setiap strategi untuk mengatasi kedua domain eksternal dan internal. Domain eksternal adalah arena bisnis di mana perusahaan bersaing dan berkaitan dengan keputusan seperti pasar produk fering dan atribut strategi khas yang membedakan perusahaan dari para pesaingnya, serta sebagai keputusan, termasuk kemitraan dan aliansi. Sebaliknya domain internal berkaitan dengan pilihan yang berkaitan dengan logika struktur administrasi dan alasan spesifik untuk desain dan mendesain ulang proses bisnis penting, serta akuisisi dan pengembangan keterampilan sumber daya manusia yang diperlukan untuk mencapai organisasi yang diperlukan untuk kompetensi
    dalam domain bisnis, kesesuaian antara posisi eksternal dan posisi internal berpendapat menjadi penting untuk memaksimalkan kinerja perekonomian

    Posisi organisasi pasar TI melibatkan tiga bagian yaitu
    1. Informasi lingkup teknologi informasi yang spesifik mendukung inisiatif bisnis stategy saat ini atau bisa membentuk inisiatif strategi bisnis baru bagi perusahaan. Hal ini sama dengan ruang lingkup bisnis, yang berkaitan dengan pilihan penawaran pasar produk di pasar output
    2. Sistemik kompetensi atribut-atribut dari strategi TI yang dapat memberikan kontribusi positif bagi penciptaan strategi bisnis baru atau dukungan yang lebih baik dari strategi bisnis yang ada
    3. IT governance pemilihan dan penggunaan mekanisme untuk memperoleh kompetensi yang diperlukan TI. Hal ini sama dengan urusan pemerintahan, yang melibatkan pembuat dibandingkan membeli pilihan dalam strategi bisnis. Pilihan tersebut mencakup susunan kompleks hubungan antar perusahaan seperti aliansi strategis, usaha bersama dalam pertukaran pemasaran, dan lisensi teknologi

  109. Putra Fajar S. Y says:

    NIM : 09410100174
    NAMA : Putra Fajar Sandy Yudha
    KELAS : Q1

    Dari model business-TI Strategic Alignment yang dikemukakan oleh John C. Henderson and N. Venkatraman [Henderson and Venkatraman, 1993], bahwa Strategic Alignment Model (SAM) atau model keselarasan strategi didefinisikan sebagai framework yang memberikan kerangka implementasi bisnis dan sistem informasi/teknologi informasi (SI/TI) serta kaitannya dengan komponen infrastruktur baik untuk bisnis maupun SI/TI (Henderson and Venkatraman, 1993; Luftman et al. 1993). Dari Model SAM dijelaskan dinamika keselarasan antar konteks strategi bisnis dan strategi TI yang didasarkan pada integrasi susunan strategic dan fungsional.

    SAM memiliki 4 dasar dari pilihan strategi :
    – Strategi bisnis
    – Strategi teknologi informasi
    – Infrastruktur dengan proses organisasi
    – Infrastruktur dengan proses teknologi informasi.

    Dalam SAM terdapat terdapat 12 komponen yang terbagi dalam 4 kategori yang menggambarkan keselarasan bisnis-TI. Komponen-komponen tersebut dijelaskan oleh (Luftman et al. 2000) sebagai berikut:

    A. Strategi Bisnis
    1) Business scope: termasuk berbagai macam pasar, produk, layanan,
    konsumen dan lokasi organisasi berada dan bersaing, serta pesaing
    berpotensi untuk mempengaruhi lingkungan bisnis.
    2) Distinctive competencies : merupakan Critical Success Faktor (CSF)
    dan kompetensi inti yang yang dimiliki organisasi. termasuk
    reputasi, penelitian, manufaktur, pengembangan produk, biaya, dan
    jalur dari distribusi.
    3) Business Governance : bagaimana mengelola sebuah organisasi untuk
    membangun relasi antara manajemen yang ada dalam organisasi
    (perusahaan) dengan stakeholder, termasuk bagaimana organisasi
    dipengaruhi oleh peraturan pemerintah serta cara organisasi
    mengelola hubungan tersebut dan aliansi dengan mitra strategis.

    B. Infrastruktur dan Proses Organisasi
    1) Administrative structure : cara dan struktur organisasi dalam
    menjalankannya.
    2) Processes: bagaimana aktivitas, operasi yang dilakukan, dan proses
    kinerja dalam organisasi.
    3) Skills : manajemen dan pengelolaan sumber daya manusia seperti
    motivasi, pengembangan, dan perekrutan / pemberhentian pekerja.

    C. Strategi TI
    1) Technology scope: lingkup strategi aplikasi dan teknologi informasi
    penting.
    2) Systemic competencies: kapabilitas teknologi informasi seperti
    akses informasi penting untuk pembentukan dan pencapaian strategi.
    3) IT governance : bagaimana kewenangan dan tanggung jawab pengelolaan
    sumber teknologi informasi antara mitra bisnis, manajemen TI, dan
    penyedia layanan.

    D. Infrastruktur dan proses SI/TI
    1) Architecture : prioritas, kebijakan, dan pilihan teknologi yang
    memungkinkan untuk manajemen aplikasi, perangkat lunak, jaringan,
    perangkat keras, serta data dalam platform yang menunjang penyediaan
    informasi bagi organisasi.
    2) Processes : Aktivitas pengembangan dan perawatan aplikasi.
    3) Skills : Pertimbangan sumberdaya manusia TI seperti pengembangan,
    karir, dan pengadaan / pemberhentian SDM TI.

    Model keselarasan strategi ini dapat digunakan untuk menilai berbagai pilihan strategi yang harus diambil organisasi sekaligus mengeksplorasi interrelasi-nya (Ward and Peppard, 2002). Kekuatan model ini ditunjukkan oleh dua karakteristik dasar dari manajemen strategi yaitu:

    1. Strategic Fit : integrasi antara komponen ekternal dan internal
    2. Functional Integration : integrasi antara bisnis dan TI

    Terciptanya keselarasan strategi yang baik melalui penerapan salah satu model keselarasan tersebut di atas dapat meningkatkan peran IT dalam menciptakan peluang dan keunggulan kompetitif di Perusahaan (Organisasi).

  110. R.Fandryan Hervianggra says:

    NIM : 10.41010.0011
    NAMA : R. FANDRYAN HERVIANGGRA
    KELAS : Q1

    Komentar :
    Hal ini jelas bahwa walaupun teknologi informasi (I / T) telah berkembang membentuk orientasi tradisional dukungan administratif menuju peran yang lebih strategis dalam sebuah organisasi, masih ada kekurangan mencolok dari kerangka dasar di mana untuk memahami potensi I / T.

    Dalam PDF tersebut, mereka mengembangkan sebuah model untuk mengkonsep dan mengarahkan daerah muncul dari manajemen strategis dari teknologi informasi. Model ini, disebut Model Allgnment Strategis, didefinisikan dalam empat domain dasar pilihan strategis: strategi bisnis, strategi teknologi informasi, infrastruktur dan proses organlzational, dan informasi Infrastuvture teknologi dan proses – masing-masing dengan dimenslons sendiri mendasarinya.

    Mereka menggambarkan kekuatan model ini dalam dua dasar manajemen karakteristik fo strategis: strategis cocok (keterkaitan antara komponen eksternal dan internal) dan Integrasi fungsional (integrasi antara bisnis dan domain fungsional). Lebih khusus lagi, kita memperoleh perspektif foru untuk gulding praktik manajemen di daerah ini penting.

  111. ABSTRAK
    It is clear that even though information technology has evolved from its traditional orientation of administrative support toward a more strategic role within an organization, there is still a glaring lack of fundamental frameworks within which to understand the potential of IT for tomorrow’s organizations. In this paper, we develop a model for conceptualizing and directing the emerging area of strategic management of information technology. This model, termed the strategic alignment model, is defined in terms of four fundamental domains of strategic choice: business strategy, information technology strategy, organizational infrastructure and processes, and information technology infrastructure and processes – each with its own underlying dimensions. We illustrate the power of this model in term of two fundamental characteristics of strategic management: strategic fit (the interrelationships between external and internal components) and functional integration (integration between business and functional domains). More specifically, we derive four perspective of alignment with the specific implications for guiding management practice in this importants area.
    Jelas bahwa meskipun teknologi informasi telah berkembang dari orientasi tradisional dukungan administratif menuju peran yang lebih strategis dalam sebuah organisasi, masih ada kekurangan mencolok dari kerangka dasar di mana untuk memahami potensi TI untuk organisasi besok. Dalam tulisan ini, kami mengembangkan sebuah model untuk mengkonsep dan mengarahkan daerah muncul dari manajemen strategis dari teknologi informasi. Model ini, disebut model keselarasan strategis, didefinisikan dalam empat domain dasar pilihan strategis: strategi bisnis, strategi teknologi informasi, infrastruktur dan proses organisasi, dan infrastruktur teknologi informasi dan proses – masing-masing dengan dimensi sendiri yang mendasarinya. Kami menggambarkan kekuatan model ini dalam jangka waktu dua karakteristik mendasar dari manajemen strategis: strategis cocok (keterkaitan antara komponen eksternal dan internal) dan integrasi fungsional (integrasi antara bisnis dan domain fungsional). Lebih khusus lagi, kita memperoleh empat perspektif keselarasan dengan implikasi khusus untuk membimbing praktek manajemen dalam bidang yang penting
    KETERANGAN PENUTUP (KESIMPULAN)
    We have been asked on numerous occasions: “which alignment perspective is the best?” As researchers and observers of strategic management phenomena, we do not believe that there is one universally superior mode to formulate and implement strategy/ if there were, it would not be strategic because all firms would adopt it. The four dominant alignment perspectives that use the two strategies as the driver are equally useful and powerful in thinking about the role of IT in organizational transformation. Indeed, we urge manager not to consider IT as a panacea and consequently focus only on those two perspective with IT strategy as the starting point (namely, competitive potential and service level). Nor do we want to argue that business strategy shoul always be the starting point and adopt only the other two perspective on strategic alignment. The potential for IT impact is so varied and complex the the conceptual lenses and be prepared to continuously make adaptations.
    Our hope is that the conceptual model of strategic aligment and the companion papers will go a logn way toward providing a set of ideas, tools, and illustrations to leverage the emerging capabilities of IT for transforming organizations and markets.
    Kami telah diminta pada berbagai kesempatan: “mana perspektif keselarasan adalah yang terbaik?” Sebagai peneliti dan pengamat fenomena manajemen strategis, kami tidak percaya bahwa ada satu modus universal unggul untuk merumuskan dan melaksanakan strategi / jika ada, tidak akan menjadi strategis karena semua perusahaan akan mengadopsinya. Keempat perspektif keselarasan dominan yang menggunakan dua strategi sebagai sopir sama-sama berguna dan kuat dalam berpikir tentang peran TI dalam transformasi organisasi. Memang, kami mendesak manajer tidak mempertimbangkan TI sebagai obat mujarab dan akibatnya fokus hanya pada orang-orang perspektif dua dengan strategi TI sebagai titik awal (yaitu, potensi kompetitif dan service level). Kami juga tidak ingin menyatakan bahwa bahu strategi bisnis selalu menjadi titik awal dan hanya mengadopsi dua lainnya perspektif tentang keselarasan strategis. Potensi dampak TI sangat bervariasi dan kompleks lensa konseptual dan bersiaplah untuk terus menerus melakukan adaptasi.
    Harapan kami adalah bahwa model konseptual aligment strategis dan makalah pendamping akan pergi jauh ke arah menyediakan seperangkat ide, alat, dan ilustrasi untuk meningkatkan kemampuan muncul IT untuk mengubah organisasi dan pasar.

    NIM : 10.41010.0005
    Nama : Jimmy Baharuddin
    Kelas: Q1

    Strategic Alignment: Leveraging information technology for transforming organizations

    Menurut pemahaman saya,Henderson dan Venkatraman mengembangkan sebuah model yang menjelaskan berbagai pilihan strategis yang dihadapi oleh manajer dengan cara mengeksplorasi bagaimana masalah tsb saling berkaitan. model ini didefinisikan dalam empat domain dasar pilihan strategis: business strategy, information technology strategy, organizational infrastructure and processes, dan information technology infrastructure and processes.
    Konsep dari model SAM berfokus pada strategic fit dan functional integration.

    Strategic fit
    keterkaitan antara komponen eksternal dan internal.
    pada internal perusahaan terdapat infrastruktur organisasi dan prosesnya.
    pada eksternal perusahaan terdapat strategi bisnis yg didalamnya terdapat ruanglingkup bisnis, tata kelola bisnis, dan kemampuan tersendiri.

    functional integration
    integrasi antara bisnis dan domain fungsional (teknologi informasi).

    model ini juga memiliki 4 perspektif:
    1. Strategy Execution.
    Dari strategi ini terdapat strategi formulator untuk menghubungkan antara logika dan pilihan yang berkaitan strategi bisnis, strategi implementator merupakan satu-satunya strategi dalam merancang dan mengimplementasikan kebutuhan dari infrastruktur sistem informasi dan proses nya yang mendukung pemilihan strategi bisnis, dan cost/service center focus merupakan kriteria kinerja untuk menilai fungsi dari sistem informasi dalam perspektif ini yang berdasarkan dari parameter finansial.
    2. Technology Transformation.
    Melibatkan penilaian dari implementasi strategi bisnis yang terpilih melalui teknologi informasi yang tepat dan artikulasi infrastruktur sistem informasi yang diperlukan proses.
    3. Competitive Potential.
    Terkait dengan eksploitasi dari munculnya kemampuan teknologi informasi untuk mempengaruhi produk baru dan jasa (lingkup bisnis), mempengaruhi atribut kunci dari strategi (distinctive competencies), dan mengembangkan bentuk-bentuk baru dari hubungannya (business governance).
    4. Service Level.
    Perspektif yang berfokus pada bagaimana untuk membangun layanan sistem informasi organisasi kelas dunia.

    Kesimpulan:
    Tidak ada perspektif yang terbaik atau hanya satu perspektif yang dinilai terbaik dalam segala bentuk organisasi karena semua perspektif memiliki kelebihan dan kekurangan menurut yang akan dibutuhkan oleh perusahaan/organisasi.

  112. M.Nurhari says:

    Nama : Muhammad Nurhari
    Nim : 10.41010.0123

    Ringkasan


    Pendapat tentang strategic alignment ini diperkenalkan oleh Henderson dan Venkatraman yang dijadikan landasan filosofi berfikir. strategic alignment dibagi menjadi empat elemen :
    (a) business strategy
    (b) IT strategy
    (c) organizational infrastructure and process
    (d) IT/IS infrastructure and process
    Elemen tersebut terdiri dari dua bagian, yaitu :
    -bagian eksternal (business strategy dan IT strategy),
    -bagian internal (organizational infrastructure and process, dan IS infrastructure and process).
    Keduanya harus diselaraskan dengan menggunakan:
    (a)strategic fit : bagaimana strategi IT harus di bahasakan dalam domain external dan domaininternal,
    (b)functional integration : bagaimana arah TI akan mempengaruhi arah bisnis (business domain).
    Berdasarkan model yang dikenalkan tersebut, dalam teorinya mengatakan adaempat model alignment tersebut dapat dicapai. Model alignment IT business dapat dicapai dengan cara :
    1.Strategic execution alignment
    Bersifat hirarkis dan paling umum, dimana strategi bisnis menentukan desain organisasi dan
    desain infrastruktur IT. Strategi ini merupakan yang paling banyak manfaatnya dalam penerapan strategic alignment
    2.Technoloy transparmation alignment
    Dimulai dari strategi bisnis, tetapi fokus pada implementasi strategi IT yang tepat, kemudian pada nfrastruktur dan proses. Strategi ini memfokuskan pada penerapan strategic agar hasil yang dicapai bias maksimal.
    3.Competitive potential alignment
    Ini memungkinkan adaptasi atau munculnya suatu strategi bisnis karena munculnya kapabilitas baru dari IT yang dapat mempengaruhi strategic alignment
    4.Service level prespektive
    Cara pandang ini lebih berpikir pada bagaimana cara membuat unit/organisasi IT yang menyediakan layanan prima. Sehingga proses ini berjalan dengan baik pula sesuai dengan kebutuhan dan jenis oraganisasi yang di bentuk.

    Terciptanya strategic alignment yang baik melalui penerapan salah satu model alignment
    tersebut di atas dapat meningkatkan peran IT dalam menciptakan peluang dan keunggulan kompetitif perusahaan.

  113. hidayatullah says:

    Nim : 08410100435
    Nama : Hidayatullah
    Kelas : Q1

    Dalam model business-TI strategic alignment yang dikembangkan oleh John C. Henderson and N. Venkatraman [Henderson and Venkatraman, 1993], Strategic Alignment Model (SAM) didefinisikan sebagai framework yang memberikan kerangka implementasi bisnis dan sistem informasi/teknologi informasi (SI/TI) serta kaitannya dengan komponen infrastruktur baik untuk bisnis maupun SI/TI (Henderson and Venkatraman, 1993; Luftman et al. 1993). Model SAM merepresentasikan dinamika keselarasan antar konteks strategi bisnis dan strategi TI yang didasarkan pada integrasi susunan strategic dan fungsional.
    SAM memiliki empat domain mendasar dari pilihan strategi yaitu : strategi bisnis, strategi teknologi informasi, infrastruktur dan proses organisasi, serta infrastruktur dan proses teknologi informasi. Dalam SAM terdapat terdapat 12 komponen yang terbagi dalam 4 domain yang mampu menggambarkan keselarasan bisnis-TI. Komponen-komponen tersebut dijelaskan oleh Luftman (2000) sebagai berikut :
    A. Strategi bisnis
    (1) Business scope: termasuk pangsa pasar, produk, layanan, konsumen dan lokasi dimana organisasi berada dan bersaing, serta pesaing potensial yang mempengaruhi lingkungan bisnis.
    (2) Distinctive competencies : merupakan Critical Success Faktor (CSF) dan kompetensi inti yang yang dimiliki organisasi. termasuk reputasi, penelitian, manufaktur, dan pengembangan produk, biaya, dan jalur distribusi.
    (3) Business Governance : bagaimana organisasi membangun relasi/hubungan antara manajemen, dan stakeholder, termasuk bagaimana organisasi dipengaruhi oleh peraturan pemerintah dan bagaimana organisasi mengelola hubungan tersebut dan aliansi dengan mitra strategis.
    B. Infrastruktur dan proses organisasi
    (1) Administrative structure : cara dan struktur organisasi dalam menjalannya.
    (2) Processes: bagaimana aktivitas, operasi, dan aliran kerja dalam organisasi
    (3) Skills : manajemen dan pengelolaan sumber daya manusia seperti motivasi, pengembangan, dan pengadaan/pemberhentian pekerja.
    C. Strategi TI
    (1) Technology scope: lingkup strategi aplikasi dan teknologi informasi penting
    (2) Systemic competencies: kapabilitas teknologi informasi seperti akses informasi penting untuk pembentukan dan pencapaian strategi
    (3) IT governance : bagaimana kewengangan dan tanggung jawab pengelolaan sumber teknologi informasi antara mitra bisnis, manajemen TI, dan penyedia layanan.
    D. Infrastruktur dan proses SI/TI
    (1) Architecture : prioritas, kebijakan, dan pilihan teknologi yang memungkinkan untuk manajemen aplikasi, perangkat lunak, jaringan, perangkat keras, dan data dalam platform yang menunjang penyediaan informasi bagi organisasi.
    (2) Processes : Aktivitas pengembangan dan perawatan aplikasi.
    (3) Skills : pertimbangan sumberdaya manusia TI seperti pengembangan, karir, dan pengadaan/pemberhentian SDM TI.

    Model keselarasan strategik ini dapat digunakan untuk menilai berbagai pilihan strategik yang harus diambil organisasi sekaligus mengeksplorasi interrelasi-nya (Ward and Peppard, 2002). Kekuatan model ini ditunjukan oleh dua karakteristik dasar dari manajemen stratejik yaitu
    1. strategic fit : integrasi antara komponen ekternal dan internal
    2. functional integration : integrasi antara domain bisnis dan TI

  114. Nama : Ach. Rizal .A
    NIM : 10410100023

    Ringkasan :

    Henderson dan Venkatraman mengusulkan sebuah model untuk bisnis keselarasan TI, itu dimaksudkan untuk mendukung integrasi teknologi informasi (TI) ke dalam strategi bisnis dengan melakukan advokasi keselarasan antara dan di dalam empat domain. Penyesuaian antar-domain dikejar sepanjang dua dimensi: fit strategi (antara domain eksternal dan internal) dan integrasi fungsional (antara domain bisnis dan domain TI). Tujuan dari model ini adalah untuk menyediakan cara untuk menyelaraskan teknologi informasi dengan tujuan bisnis dalam rangka mewujudkan nilai dari investasi TI. Para penulis berpendapat bahwa, dampak strategi potensi teknologi informasi membutuhkan baik pemahaman komponen penting dari strategi IT dan perannya dalam mendukung dan membentuk keputusan strategi bisnis dan proses adaptasi terus menerus dan perubahan. Oleh karena itu, mereka menyajikan sebuah model yang mendefinisikan berbagai pilihan strategi yang dihadapi manajer.

    Dua keharusan utama bagi manajer yang ditunjukkan oleh Venkatraman dan Henderson: Pertama, mirip dengan strategi bisnis, strategi TI harus mempertimbangkan baik aspek internal maupun eksternal. Kedua, baik keselarasan internal / eksternal serta integrasi fungsional harus diperhitungkan juga.

    Sekilas tentang empat perspektif keselarasan yang dominan:
    Dalam model yang di sebut dengan strategic alignment, model tersebut mempunyai empat domain pilihan strategi : bussiness strategy, organizational infrastructures and processes, information technology strategy, dan information technology strategy and processes.

Leave a Reply to Yuni Sartika Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar