UT Hong Kong: Pendidikan tinggi adalah kunci untuk meningkatkan kualitas pekerja migran

Pendidikan tinggi adalah kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta standar hidup pekerja migran Indonesia. Oleh karena itu, akses ke pendidikan tinggi harus dibuat semudah mungkin dan terjangkau bagi mereka.

UT-Hong-Kong-Pendidikan-tinggi-adalah-kunci-untuk-meningkatkan-kualitas-pekerja-migran

Akses pendidikan tinggi bagi TKI menjadi topik penting dalam webinar oleh Open University Hong Kong Unit

(UT Hong Kong) tentang “Memahami Peran Mahasiswa Asing UT dalam Kampus Mandiri” (2nd 2020).

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Prof. Muhadjir Effendy menjadi salah satu keynote speaker dan dipimpin oleh Direktur Kajian dan Akademik perguruan tinggi, Prof. Aris Junaidi.

Dalam sambutan pembukaannya, Rektor UT, Prof Ojat Darojat mengatakan saat ini dirinya sedang membimbing mahasiswa di lebih dari 43 negara. “Bahkan pada ujian kemarin, sistem UT mencatat tes profisiensi atau ujian di 91 negara,” kata Prof Ojat.

“Ini liputan yang luar biasa. Artinya UT semakin besar di dunia,” kata Rektor UT.

Baca juga: School Literacy Club, Upaya Perkuat Literasi Melalui Kampus Merdeka

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran
Akses ke pendidikan tinggi

Peran penting integrasi UT dan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran

, terutama di masa pandemi, ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof Muhadjir Effendy.

“Dengan adanya pandemi, kita semakin sadar akan pentingnya teknologi informasi dan komunikasi serta pengenalan revolusi industri 4.0,” jelas Prof. Muhadjir.

Ia melanjutkan, “Tiba-tiba, siap atau tidak, pendidikan Indonesia harus beralih dari pengajaran tatap muka ke PJJ atau campuran keduanya.

Hal ini harus didukung dengan berbagai strategi, mulai dari penguatan infrastruktur hingga penggunaan TIK dan kurikulum yang sesuai hingga penggunaan multiplatform dalam proses belajar mengajar.

Meski “migrasi” sistem pendidikan ke PYY berdampak positif, Menko PMK di sisi lain

mengingatkan sisi negatifnya bahwa tidak semua siswa dapat berpartisipasi secara optimal dalam pembelajaran karena berbagai alasan, seperti Indonesia. faktor spasial yang sangat heterogen.

“Konsekuensi ini semakin membuat ketimpangan akses pendidikan. Jangan bayangkan Indonesia sebagai kota besar. Aksesnya tidak sebanyak di kota-kota besar,” tegas Prof. Muhadjir.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Ojat berharap integrasi TIK ke dalam pembelajaran dapat menangkal hilangnya pembelajaran. Dalam konteks ini, UT menyediakan akses bahan ajar yang dapat diakses oleh guru, siswa, dan guru secara gratis.

“Selain itu, saat ini ada 14 perguruan tinggi konvensional baik negeri maupun swasta yang membuka kuliah online di UT sebagai bagian dari Kampus Merdeka. Sekitar 12.000 mahasiswa telah mengikuti mata kuliah umum (KMU/MKDU) secara online di UT,” ujar Prof. . Ojat.

“Kami membuka pintu seluas-luasnya agar semua orang bisa merasakan kuliah online,” ujarnya.
Meningkatkan kemampuan diri

Dalam kesempatan ini, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Muhadjir juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa asing UT yang menjalankan dua fungsi sekaligus: bekerja dan belajar.

“Mereka yang harus bekerja keras dan selama studi mereka, ini memiliki pengaruh besar pada pertumbuhan kedewasaan pribadi masing-masing sehubungan dengan studi. Ini adalah hal yang luar biasa. Semangat belajar harus dihargai,” kata Prof. Muhadjir.

Baca juga: Kampus Mandiri, Jawaban Kebutuhan Masa Depan

Pada saat yang sama, Menko PMK memuji UT yang telah membantu memberikan akses bagi semua yang memiliki minat dan kemampuan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Ricky Suhendar, Konsul Jenderal RI di Hong Kong, mencatat pendidikan tinggi merupakan sarana bagi TKI untuk meningkatkan kompetensi diri.

Ia menemukan bekerja selama studinya menjadi sangat sulit, karena membutuhkan disiplin diri dan motivasi yang sangat kuat.

“Saya mengerti bahwa menjadi pekerja migran di Hong Kong tidak selamanya. Meningkatkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi akan sangat bermanfaat setelah kembali bekerja dari Hongkong,” ujar Ricky.

Atase Pendidikan KBRI Beijing, Yaya Sutarya, mendorong para pekerja migran untuk memanfaatkan peluang beasiswa pemerintah China dalam berbagai program beasiswa.

“Pemerintah China telah meluncurkan banyak program. Dimulai dengan beasiswa penuh, Lebensha

LIHAT JUGA :

indonesiahm2021.id
unesa.id
unimedia.ac.id
politeknikimigrasi.ac.id
stikessarimulia.ac.id
ptsemenkupang.co.id

Comments are closed.

Post Navigation