Cara Hidup Bahagia agar Tidak Stres karena Masalah Keuangan

Bagaimana cara hidup bahagia? Banyak orang yang mencari cara supaya bisa menikmati hidup dengan bahagia. Harus diakui kalau kebahagiaan itu mahal dan tidak bisa diukur dengan apapun. Rata-rata orang sependapat kalau kebahagiaan itu dimulai dari hidup yang serba berkecukupan alias tidak terbelit dengan masalah keuangan. Sedikit banyak masalah keuangan tentu akan mempengaruhi kebahagiaan kita.

Menurut hasil riset Lifepal.co.id, Badan Pusat Statistik (BPS) membuat Indeks Kebahagiaan pada tahun 2017. Indeks ini mempublikasikan gambaran kondisi kehidupan masyarakat Indonesia yang mencakup dimensi kepuasan hidup, dimensi perasaan, dan dimensi makna hidup.

Indeks Kebahagiaan 2017 dari BPS menggunakan pendapatan rumah tangga sebagai indikatornya. Hasilnya, Indeks Kebahagiaan orang-orang yang berpendapatan > Rp 7,2 juta lebih tinggi dibandingkan orang-orang yang berpendapatan < Rp 1,8 juta.

Ada lima kategori pendapatan rumah tangga yang digunakan sebagai ukuran dengan hasil Indeks Kebahagiaan. Kategori tersebut adalah sebagai berikut:

  • < Rp 1.800.000 : 65,10 persen
  • Rp 1.800.001-Rp 3.000.000 : 68,83 persen
  • Rp 3.000.001-Rp 4.800.000 : 71,45 persen
  • Rp 4.800.001-Rp 7.200.000 : 73,76 persen
  • > Rp 7.200.000 : 76,11 persen

Kesimpulannya, semakin tinggi pendapatan rumah tangga, semakin tinggi Indeks Kebahagiaan. Sebaliknya, semakin rendah pendapatan rumah tangga, semakin rendah Indeks Kebahagiaannya yang dialami oleh banyak orang saat ini.

Memang, orang dengan pendapatan yang tinggi cenderung lebih bahagia. Namun, sebenarnya ada beberapa cara hidup bahagia yang dapat menghindarkan Anda dari stres akibat masalah keuangan. Apa sajakah cara-cara tersebut? Berikut ini ulasannya seperti disampaikan Lifepal.co.id.

Cara mengatur keuangan agar selalu aman dan terhindar dari stres

Keuangan harus diatur agar tidak muncul masalah keuangan yang bisa membuat Anda stres. Tingginya penghasilan tidak menjamin kebahagiaan apabila anda gagal mengelola dan menetapkan tujuan keuangan Anda dari awal.

Sesudah diatur dan ditetapkan tujuannya, Anda juga harus tahu instrumen investasi apa yang tepat untuk tujuan keuangan Anda. Tak ketinggalan, perlu pula dipikirkan untuk memproteksi tujuan keuangan Anda dengan menggunakan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa.

1.   Ketahui posisi keuangan Anda sejak saat ini

Langkah awal yang perlu disiapkan adalah mengetahui terlebih dahulu kondisi keuangan pribadi. Anda bisa menulis laporan keuangan pribadi Anda. Pertama, catat seberapa besar aset Anda, seperti uang cash, tabungan, deposito, obligasi, saham, bisnis, dll yang dimiliki.
Lalu, hitung juga seberapa besar utang yang dimiliki. Dengan mencatat aset dan utang, Anda dapat mengetahui besaran net worth Anda.

Kemudian, Anda perlu mencatat posisi pendapatan Anda apa saja dan pengeluaran Anda berapa. Dengan mencatat bagian ini Anda dapat mengetahui, apakah Anda memiliki sisa pendapatan atau malah habis semua atau bahkan posisinya adalah minus. Dengan melakukan ini, Anda jadi mengetahui pos-pos mana yang bisa dihemat

2.   Tentukan tujuan keuangan Anda

Langkah berikutnya adalah menentukan tujuan keuangan yang akan Anda raih dalam hidup. Terkadang, kita perlu tujuan yang jelas untuk memastikan tujuan tersebut dapat dicapai. Tujuan keuangan dari segi waktu dapat dibedakan menjadi 3 yaitu tujuan keuangan jangka pendek, tujuan keuangan jangka menengah, dan tujuan keuangan jangka panjang.

Untuk tujuan jangka pendek biasanya memiliki jangka waktu kurang dari setahun dan contohnya adalah tujuan untuk memenuhi dana darurat agar cukup membiayai kebutuhan darurat atau mendesak. Untuk tujuan jangka menengah biasanya memiliki jangka waktu >1 tahun sampai 5 tahun dan contohnya adalah dana membeli rumah, dana menikah, dll. Sementara itu, untuk tujuan jangka panjang biasanya memiliki jangka waktu lebih dari 5 tahun dan contohnya adalah dana pensiun.

3.   Pilih instrumen keuangan dan investasi yang tepat

Langkah berikutnya adalah menentukan instrumen keuangan yang tepat. Untuk tujuan keuangan jangka pendek biasanya ditempatkan di instrumen keuangan yang likuid atau lancar seperti uang cash, tabungan bank, deposito, atau emas batangan. Untuk tujuan jangka menengah biasanya ditempatkan pada obligasi negara yang memiliki resiko yang cukup rendah. Dan untuk tujuan keuangan jangka panjang biasanya ditempatkan pada instrumen investasi reksadana atau saham.

Apa yang perlu disiapkan agar dapat bahagia secara keuangan

 

Ada hal hal yang perlu disiapkan untuk mencapai kondisi keuangan yang lebih baik

1.   Dana Darurat

Secara umum kita perlu menyiapkan 3 bulan pengeluaran untuk kebutuhan dana darurat, Namun di saat pandemi corona seperti ini, perlu langkah langkah yang lebih konservatif yaitu dapat dengan menyiapkan kebutuhan dana darurat sebesar 6 bulan pengeluaran.

2.   Asuransi

Asuransi dapat digunakan sebagai proteksi. Asuransi secara umum dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Setiap orang wajib memiliki asuransi kesehatan untuk melindungi diri dari kemungkinan terkena suatu penyakit tertentu.

 

Untuk asuransi jiwa tidak diwajibkan semua orang memiliki asuransi jiwa. Ada dua kondisi orang yang wajib memiliki asuransi jiwa, yaitu orang yang memiliki penghasilan dan orang yang memiliki tanggungan.

3.   Dana Pendidikan Anak

Bagi Anda yang merencanakan menikah dan mempunyai anak, bisa mulai untuk mengumpulkan dana pendidikan anak ini sedini mungkin, mengingat inflasi pendidikan yang cukup tinggi di Indonesia mengharuskan kita tidak abai di dalam menyiapkan dana pendidikan anak.

4.   Dana Pensiun

Yang cukup penting dan sering kali dilupakan adalah dana pensiun. Semakin dini Anda menyiapkan dana pensiun tentu semakin murah per bulan nya kita dalam menyisihkan.

Tujuan memiliki dana pensiun yang cukup adalah agar kita mandiri secara keuangan di masa tua. Bayangkan, apa yang terjadi jika di masa pensiun nanti, kita sudah tidak lagi memiliki sumber pendapatan tetap yang biasa diterima tiap bulan. Di sisi lain, anak-anak kita sudah berkeluarga dan tentunya fokus pada biaya hidup keluarga mereka dengan kebutuhan yang berbeda-beda. Di samping itu, akan muncul beberapa risiko yang bisa saja kita alami di masa tua nanti.

Skip to toolbar