Komisi Pemilihan Ketua Umum (Ketum) PSSI resmi membuka pendaftaran calon Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Komite Eksekutif untuk periode 2019-2023. Bertempat di Garuda Store, ketua Komisi Pemilihan Ketum PSSI, Syarif Bastaman, menyebutkan bahwa setiap orang yang mengajukan diri sebagai calon Ketum PSSI, harus memenuhi semua syarat.

Menurut Syarif, ada enam syarat mutlak yang wajib dipenuhi oleh para calon Ketua Umum PSSI. Dilansir dari https://www.bolanusantara.com/ syarat pertama adalah minimal berusia 30 tahun pada 2 November 2019. Artinya, siapa pun yang mendaftar sebagai calon Ketum PSSI, lahir sebelum 2 November 1989.

Syarat selanjutnya adalah calon Ketum PSSI harus mendapatkan mandat atau dukungan dari anggota PSSI dan dibuktikan dengan tanda tangan dari para anggota pendukung. Lalu, mereka juga wajib berpengalaman berada di dalam PSSI, baik menjadi pengurus pusat atau pun daerah.

“Memiliki pengalaman lima tahun, tak perlu berturut-turut menjadi anggota PSSI. Mengelola. Jadi, mengelola sepak bola di dalam anggota PSSI. Kami menerjemahkan istilah aktif sebagai mereka yang mengelola,” ujar Syarif Bastaman kepada para pewarta di Garuda Store, Kamis, (12/9).

Sebagai federasi sepak bola yang berada di bawah naungan PSSI, Komisi Pemilihan PSSI juga mewajibkan para calon untuk mampu dan bersedia menjalankan segala program dari AFC dan FIFA. Untuk itu, para calon juga diwajibkan untuk memahami tata kelola sepak bola Indonesia.

“Nanti PSSI akan menyebarkan terkait blue print PSSI yang sejalan dengan FIFA.”

Syarat Mandatory Calon Ketum PSSI 2019-2023

  1. Minimal berusia 30 tahun pada 2 November 2019. Lahir sebelum 2 November 1989.
  2. Memiliki pengalaman 5 tahun menjadi anggota PSSI.
  3. Mendapatkan dukungan dari anggota PSSI.
  4. Memiliki pengetahuan terkait tata kelola sepak bola, football governance, dan hukum sepak bola (football laws).
  5. Memiliki pengalaman mengambil keputusan strategis, baik di pemerintahan maupun swasta.
  6. Memiliki kecakapan untuk menjalankan program PSSI yang sudah disetujui oleh AFC dan FIFA sebagai pedoman dasar.